Emas Tetap Menguat Ditengah Ketegangan Global dan Ketidakpastian Arah Kebijakan The Fed - Koran Mandalika

Emas Tetap Menguat Ditengah Ketegangan Global dan Ketidakpastian Arah Kebijakan The Fed

Rabu, 23 Juli 2025 - 10:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut hingga Selasa, didorong oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dalam analisis terbaru dari Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia, dijelaskan bahwa lonjakan harga emas ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset-aset safe-haven, terutama di tengah ketegangan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan moneter dari Federal Reserve. Saat laporan ini disusun pada Rabu (23 Juli), harga emas diperdagangkan di area $3.427, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah harian di $3.383 sebelum akhirnya berbalik naik.

Dari sisi teknikal, analisis candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren naik (bullish) pada XAU/USD masih terjaga dengan kuat. Pola pergerakan harga yang konsisten membentuk higher high dan higher low mengindikasikan potensi kelanjutan tren positif. Bila tekanan beli tetap dominan, emas berpeluang menguji level resistance terdekat di $3.436. Namun, bila terjadi koreksi harga, kemungkinan besar emas akan mengarah ke support di kisaran $3.406, sebelum kembali bergerak dalam fase konsolidasi jangka pendek.

Baca Juga :  Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya

Dukungan fundamental juga memperkuat optimisme terhadap harga emas. Ketidakpastian seputar negosiasi dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang mendekati batas akhir pembicaraan telah meningkatkan keresahan pelaku pasar global. Dalam situasi penuh risiko ini, investor cenderung memilih emas sebagai alat perlindungan terhadap gejolak ekonomi dan politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, kondisi internal di Amerika Serikat pun turut menambah ketidakpastian. Fokus pasar kini juga tertuju pada independensi Federal Reserve. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyerukan evaluasi terhadap fungsi non-moneter The Fed, termasuk meningkatnya biaya operasional dan potensi penyimpangan dari mandat awal bank sentral tersebut. Kekhawatiran itu diperkuat dengan pernyataan kontroversial dari Presiden Donald Trump, yang kembali melontarkan kritik keras terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, dan menyiratkan kemungkinan adanya pergantian kepemimpinan.

Baca Juga :  Solusi GPOS B2B: Jembatan Digital Tingkatkan Distribusi ke Seluruh Indonesia

Sementara itu, pasar obligasi turut memberikan sinyal yang mendukung penguatan emas. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun tercatat turun lebih dari lima basis poin menjadi 4,332%, sedangkan imbal hasil riil turun ke level 1,932%. Kondisi ini berdampak negatif pada nilai tukar Dolar AS secara keseluruhan, dengan indeks Dolar (DXY) melemah 0,44% ke posisi 97,43. Pelemahan ini semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi.

Walaupun latar belakang fundamental saat ini mendukung tren bullish pada emas, Andy Nugraha mengingatkan bahwa potensi pembalikan arah tetap terbuka, terutama jika terjadi perubahan mendadak pada sentimen pasar atau muncul kabar positif terkait perkembangan perdagangan global. Oleh karena itu, meskipun prospek jangka pendek XAU/USD masih menunjukkan kecenderungan menguat, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi lonjakan volatilitas. Level $3.436 kini menjadi fokus penting dalam menentukan apakah tren naik akan berlanjut dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal
5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank
Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli
Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu
SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:02

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal

Senin, 21 September 2026 - 18:02

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 September 2026 - 16:02

Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Berita Terbaru

Teknologi

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:02

NTB Terkini

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Senin, 21 Sep 2026 - 17:47