Fed Makin Hawkish, Bitcoin Terseret ke US$63.000: Regulasi AS Jadi Harapan Baru Pasar - Koran Mandalika

Fed Makin Hawkish, Bitcoin Terseret ke US$63.000: Regulasi AS Jadi Harapan Baru Pasar

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 Juni 2026 – Pasar kripto global kembali menghadapi tekanan setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan namun mengirim sinyal kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi pasar. Reaksi investor terlihat langsung pada pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin yang sempat turun ke area US$63.000 pasca pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026.

Market Outlook FLOQ pekan ketiga Juni 2026 menyoroti, perubahan proyeksi kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama yang saat ini membentuk sentimen pasar global. Meski suku bunga tetap berada di kisaran 3,50%–3,75%, revisi proyeksi inflasi dan perubahan dot plot menunjukkan bahwa bank sentral Amerika Serikat masih melihat risiko inflasi yang tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Menurut Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi global kembali menjadi penggerak utama sentimen investor, khususnya di pasar aset digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keputusan The Fed kali ini menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari tantangan inflasi. Yang perlu dipahami investor adalah bahwa volatilitas jangka pendek bukan berarti fundamental Bitcoin berubah. Saat ini pasar sedang melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi suku bunga, sementara di sisi lain kita masih melihat perkembangan positif seperti meningkatnya kepastian regulasi di Amerika Serikat dan akumulasi yang terus dilakukan oleh institusi besar,” ujar Yudho.

Yudho menambahkan bahwa investor perlu lebih disiplin dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian pasar global.

“Dalam kondisi seperti sekarang, fokus investor sebaiknya bukan hanya pada pergerakan harga harian, tetapi juga pada faktor-faktor yang akan membentuk arah industri dalam jangka panjang. Regulasi yang lebih jelas, adopsi institusional, serta perkembangan teknologi blockchain masih menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem aset digital ke depan. Karena itu, edukasi dan pengambilan keputusan investasi yang rasional menjadi semakin penting,” tambahnya.

The Fed Ubah Ekspektasi Pasar

Dalam rapat FOMC Juni 2026, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Namun, pasar menyoroti perubahan signifikan pada proyeksi ekonomi yang menunjukkan sikap lebih hawkish dibandingkan pertemuan sebelumnya.

Median dot plot untuk akhir 2026 meningkat dari 3,4% menjadi 3,8%, sementara sembilan dari 18 anggota FOMC kini memproyeksikan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Di saat yang sama, proyeksi inflasi PCE direvisi naik menjadi 3,6%.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 808 Lebih Ribu Kursi untuk Nataru 2025/2026, 27% Sudah Terjual

Perubahan tersebut mendorong pasar menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Selain itu, berkurangnya forward guidance dari The Fed membuat pasar semakin sensitif terhadap setiap rilis data ekonomi, termasuk inflasi dan ketenagakerjaan.

Bitcoin Uji Area Kritis di Tengah Ketidakpastian Makro

Pasca pengumuman FOMC, Bitcoin kembali menguji area US$63.000–US$64.000 yang kini menjadi salah satu level penting yang diperhatikan pelaku pasar.

Pergerakan harga tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama dari perkiraan. Secara historis, kebijakan moneter yang ketat cenderung membatasi aliran likuiditas ke aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, sejumlah faktor fundamental masih memberikan dukungan terhadap prospek jangka panjang industri aset digital. Salah satunya adalah meningkatnya partisipasi institusional serta perkembangan regulasi yang lebih jelas di Amerika Serikat.

CLARITY Act Jadi Sorotan Investor Institusional

Di tengah tekanan makroekonomi, perhatian pasar kini mulai beralih ke perkembangan CLARITY Act yang tengah diproses di Senat Amerika Serikat.

Rancangan undang-undang tersebut dinilai sebagai salah satu inisiatif regulasi paling signifikan bagi industri aset digital sejak persetujuan ETF Bitcoin Spot. Apabila berhasil disahkan, CLARITY Act berpotensi memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri dan investor institusional yang selama ini masih menghadapi berbagai ketidakpastian regulasi.

Menurut analisis FLOQ, perkembangan regulasi tersebut dapat menjadi salah satu katalis struktural terpenting bagi pasar kripto dalam beberapa bulan mendatang.

Kepastian regulasi diyakini dapat membuka jalan bagi partisipasi yang lebih luas dari institusi keuangan tradisional, perusahaan investasi, serta berbagai pelaku pasar yang selama ini masih menunggu kejelasan kerangka hukum aset digital di Amerika Serikat.

Strategy Kembali Akumulasi Bitcoin

Faktor lain yang menarik perhatian pasar adalah langkah Strategy yang kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam dua pekan terakhir.

Perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia tersebut membeli 1.550 BTC pada kisaran harga rata-rata US$65.332 dan kembali menambah 1.587 BTC pada harga rata-rata US$63.024. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 846.842 BTC.

Baca Juga :  Indogo.id Meluncurkan Program LenFarm untuk Mendukung Digitalisasi Peternakan

Langkah akumulasi ini dilakukan tidak lama setelah perusahaan sempat menjual sebagian kecil kepemilikannya untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen. Aktivitas tersebut sebelumnya sempat memicu spekulasi di pasar, namun kembali ditegaskan oleh manajemen sebagai bagian dari model bisnis perusahaan dan bukan perubahan pandangan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Bagi pelaku pasar, aktivitas pembelian tersebut menunjukkan bahwa minat institusional terhadap Bitcoin masih tetap terjaga meskipun kondisi makro global sedang menghadapi ketidakpastian.

Faktor Geopolitik Masih Perlu Dicermati

Selain faktor moneter dan regulasi, pasar juga memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga energi global.

Penurunan harga minyak dalam beberapa hari terakhir memberikan harapan terhadap potensi penurunan tekanan inflasi. Jika tren tersebut berlanjut, tekanan terhadap kebijakan moneter yang agresif dapat berkurang sehingga memberikan sentimen yang lebih positif bagi aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, perkembangan geopolitik masih bersifat dinamis dan perlu dipantau secara berkelanjutan oleh investor.

Investor Perlu Fokus pada Manajemen Risiko

FLOQ menilai bahwa beberapa pekan ke depan masih berpotensi diwarnai volatilitas yang tinggi, terutama menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat, perkembangan pembahasan CLARITY Act, serta dinamika geopolitik global.

Dalam kondisi seperti ini, investor disarankan untuk tetap mengedepankan manajemen risiko, menghindari keputusan emosional, serta mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Bagi investor jangka panjang, perkembangan regulasi dan adopsi institusional tetap menjadi faktor fundamental yang perlu diperhatikan. Sementara itu, investor jangka pendek perlu mencermati dinamika makroekonomi global yang saat ini menjadi penggerak utama sentimen pasar.

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api
Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar
Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin
Jelajahi Dunia Roblox Lebih Seru dengan Top Up Robux Sesuai Kebutuhan
Nikmati Event Free Fire dengan Top Up Diamond yang Cepat dan Praktis
Ingin Koleksi Skin Baru? Top Up Mobile Legends Kini Bisa Dilakukan Lebih Mudah
Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:11

MoU PT Narmada–ITDC Resmi Ditandatangani, Air Minum Lokal Kembali Hadir di MotoGP Mandalika

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57

Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:12

Paving Block Berbahan Sampah Plastik Produksi TPST Sandubaya Masih Menunggu Lampu Hijau

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:30

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Dugaan Penguasaan Sepihak 4 Hektare Lahan oleh Kades Kuripan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:06

The Mandalika Dibanjiri Pelari, Hotel Penuh Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:08

Turunkan Kemiskinan Ekstrem hingga 0,72 Persen, Wabup Lombok Tengah Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54

Blokade Jalan di Jalur Wisata Lombok Tengah Disorot, DPRD: Jangan Rusak Iklim Investasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:10

Marak Modus Penipuan COD Mengatasnamakan J&T Cargo, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Teknologi

Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:02