Gubernur Iqbal Jelaskan ke Mendagri Pertumbuhan Ekonomi NTB 5,57 Persen di Luar Pertambangan - Koran Mandalika

Gubernur Iqbal Jelaskan ke Mendagri Pertumbuhan Ekonomi NTB 5,57 Persen di Luar Pertambangan

Rabu, 28 Mei 2025 - 20:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Mataram – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menjelaskan duduk persoalan bahwa sebenarnya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,57 persen di luar pertambangan.

“Sebenarnya itu bukan teguran. Itu pertanyaan dari Mendagri. Saya juga sudah berkomunikasi langsung dan menjelaskan karena saat rapat itu tidak bisa hadir,” kata Lalu Iqbal, Rabu (28/5).

Lalu Iqbal menjelaskan pertumbuhan ekonomi di luar pertambangan, NTB tumbuh 5,57 persen. Bahkan, di sektor pertanian tumbuh lebih dari 10 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya kita sudah lampaui target nasional. Cuma karena masalah di tambang. Izin ekpsor konsetrat PT Amman itu dihentikan,” jelas Lalu Iqbal.

Eks Dubes Turki untuk Indonesia itu menerangkan saat smelter berjalan, itu kapasitasnya baru 40 persen yang mengakibatkan produksi turun sampai 40 persen.

Baca Juga :  BKD Tak Persoalkan Kakak Gubernur Berebut Kursi Kepala Inspektorat NTB

“Sekarang bahkan satu bulan terakhir smelter berhenti sama sekali karena ada maslaah yang harus diinvestigasi,” beber Lalu Iqbal.

Permaslahan tersebut, kata Lalu Iqbal, bukan hanya PT Amman yang mengalami. Bahkan, Freeport juga mengalami hal sama.

“Saya sudah diwarning tim transisi bahwa situasi seperti itu ada kemungkinan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi kalau digabungkan dengan tambang,”.ungkap Lalu Iqbal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya dua minggu lalu bertemu dengan Menteri ESDM Bahlil. Menteri ESDM pun merespons posiitf permintaan Gubernur NTB.

“Saya bertemu langsung meminta supaya ada relaksasi ekspor bagi PT Amman dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu untuk antisipasi situasi ini,” ucap Lalu Iqbal.

Baca Juga :  Pandangan IJU Tentang Guru dan Pengabdiannya untuk Pendidikan

Dia menegaskan, kalau sitausi ini tidak segera diatasi maka tahun depan itu bagi hasil bisa nol.

“Kalau semua kompenen yang lain sudah berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, kecuali tambang karena tambang ini pengaruhnya cukup besar apalagi kontraksi yg dialami oleh tamnbang ini minus 30 persen,” sebut Lalu Iqbal.

Jadi, kata Lalu Iqbal menambahkan, mau tidak mau akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara umum.

“Saya sudah jelaskan ke Mendagri dan beliau memahami situasi itu dan itu jawaban atas pertanyaan Mendagri kenapa NTB yang selalu di posisi tengah ke atas, kok, tiba-tiba minus. Ini fenomena tidak biasa tapi insidental yang datangnya karena ada sesuatu d luar kemampuan kita,” ungkap Lalu Iqbal. (wan)

Berita Terkait

‎Tiga Rumah Dilaporkan Hanyut, Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Rob di Ampenan
‎Dua Rumah Tidak Layak Huni di Sumbawa Bakal Direnovasi Gubernur
‎Pemprov NTB Siapkan Dua Skema Penanganan Sampah di TPA Kebon Kongok
‎Produksi Padi Meningkat 16 Persen pada 2025, NTB Komitmen Perkuat Swasembada Pangan
‎Peringatan BMKG, Cuaca Ekstrem di NTB 20 hingga 26 Januari
Dinsos P3A NTB: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Akibat Kemiskinan dan Moral Hazard
‎Kasus Keracunan MBG di Lombok Tengah, Kepala SPPG NTB Kirim Laporan ke Pusat
‎Dukung Program Daerah, Bank NTB Syariah Serahkan Bantuan Nursery Farm ke Pemkab Sumbawa

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:38

BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:37

Lima KA Favorit Daop 2 Bandung Catat Okupansi Tinggi Saat Long Weekend Isra’ Mi’raj 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:20

BRI Otista Fasilitasi Lahan Parkir untuk Apel Cipta Kondisi Kelurahan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:11

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:58

Waspada Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Prasarana

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:27

Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:35

Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:50

Besi Galvanis: Material Tahan Karat yang Banyak Dicari untuk Proyek Konstruksi dan Industri

Berita Terbaru