Haji Supli PKS Bangkitkan Kesadaran Warga Soal Sampah - Koran Mandalika

Haji Supli PKS Bangkitkan Kesadaran Warga Soal Sampah

Jumat, 26 September 2025 - 10:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah Haji Ahmad Supli dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bangkitkan kesadaran warga soal sampah.

Bukan tidak mendasar, fakta di lapangan ditemukan sedikitnya 600 ton sampah diproduksi setiap hari di Kabupaten Lombok Tengah.

Haji Supli menegaskan persoalan yang dihadapi Kabupaten Lombok Tengah saat ini membutuhkan perhatian semua pihak, termasuk DPRD setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas dasar itu, Haji Supli mengimplementasikan persoalan sampah melalui sosialisasi pengelolaan sampah serta memberi alat kebersihan sebagai bentuk perhatian dan tanggungjawabnya selaku wakil rakyat.

Baca Juga :  Dewan Lombok Tengah Respons Kisruh Pengusiran Boatman di Ekas

“Sosialisasi pengelolaan sampah dan pemberian alat kebersihan dilakukan tanggal 24 sampai 26 September 2025 di tiga titik, yaitu Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Kelurahan Praya, dan Kelurahan Prapen,” kata Haji Supli saat dikonfirmasi pada Jumat (26/9).

Kegiatan serupa, kata Haji Supli, juga sudah dilakukan pada Agustus di Lingkungan Leneng, Lingkungan Wakan Kelurahan Leneng dan Surabaya Gereng Kelurahan Tiwugalih.

Kegiatan yang di anggarkan melalui dinas lingkungan hidup tersebut merupakan pokok-pokok pikiran (pokir). Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah

Baca Juga :  7 Desa di NTB Didorong jadi Pilot Project Pengembangan Industri

Dewan Dapil Praya-Praya Tengah itu membeberkan produksi sampah saat ini berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kondisi saat ini, dari 600 ton sampah setiap hari yang diproduksi Lombok Tengah baru 12 persen saja yang bisa dikelola oleh pemerintah dalam hal ini DLH, sedangkan 88 persen belum terkelola,” ujar Anggota DPRD Lombok Tengah tiga periode itu.

Oleh karena itu, tegas Haji Supli, butuh peran semua pihak, terutama masyarakat agar sampah bisa terkendali dan terhindar dari bencana yang bisa saja terjadi. (wan)

Berita Terkait

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes
Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026
Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok Perkuat Kolaborasi, Hadirkan Inovasi Jaksa Sahabat Disabilitas
Fokus dan Siap Total! Peserta Paskibraka Lombok Tengah Hadapi Tahap Penentuan
Wabup Nursiah Dorong Aturan Ketat HP Anak, Sekolah Diminta Berinovasi
Pipa Induk Rusak, Dirut PDAM Loteng: Tak Ada Dampak Signifikan Terhadap Pelayanan
Musrenbang Lombok Tengah 2026, DPRD Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berpihak pada Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:00

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:00

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru