Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan, XAU/USD Berpotensi Uji Area Resistance 5.041 - Koran Mandalika

Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan, XAU/USD Berpotensi Uji Area Resistance 5.041

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas global kembali memperlihatkan performa positif pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026 setelah sebelumnya mengalami tekanan signifikan. Pemulihan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan meningkatnya risiko geopolitik global. Kondisi tersebut memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia untuk mempertahankan momentum penguatannya, dengan prospek kenaikan yang masih terbuka selama tren bullish tetap dominan.

Pada sesi awal perdagangan Asia, emas dengan pasangan XAU/USD bergerak stabil di sekitar level $4.985 per ounce. Posisi ini mencerminkan adanya dukungan beli yang cukup kuat dari pelaku pasar setelah emas sempat terkoreksi lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Rebound yang terjadi didorong oleh langkah investor yang mulai kembali mengakumulasi emas menjelang publikasi risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Dokumen tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan para pembuat kebijakan terkait arah suku bunga ke depan.

Dalam pertemuan terakhirnya, bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Namun, perbedaan pandangan di antara pejabat The Federal Reserve terkait waktu dan besaran pelonggaran kebijakan moneter masih menjadi perhatian utama pasar. Ketidakpastian ini menciptakan volatilitas di berbagai instrumen keuangan, termasuk emas, yang sering kali menjadi pilihan utama investor saat kondisi pasar tidak menentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa dari perspektif teknikal, pergerakan emas saat ini menunjukkan kecenderungan tren naik yang semakin solid. Indikasi ini didukung oleh formasi candlestick yang positif serta posisi indikator Moving Average yang mengonfirmasi keberlanjutan tren bullish dalam jangka pendek. Struktur teknikal tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi, sehingga membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan.

Baca Juga :  Gencarkan Edukasi Keselamatan, KAI Daop 1 Jakarta Gandeng Komunitas Railfans di Perlintasan Sebidang JPL 26N Stasiun Cilebut

Menurut Andy Nugraha, selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, potensi penguatan emas masih cukup besar. Ia memproyeksikan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, XAU/USD berpeluang melanjutkan kenaikan hingga menguji level resistance berikutnya di sekitar 5.041. Level ini menjadi target penting yang dapat menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa risiko koreksi tetap perlu diperhatikan. Area support terdekat saat ini berada di kisaran 4.911. Apabila harga turun dan menembus level tersebut, maka emas berpotensi mengalami tekanan lanjutan sebelum kembali menemukan arah yang lebih stabil. Oleh karena itu, level support dan resistance menjadi referensi penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan perdagangan.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga turut memainkan peran penting dalam mendukung pergerakan harga emas. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar global. Pernyataan pejabat tinggi AS terkait kemungkinan langkah tegas apabila negosiasi diplomatik tidak mencapai kesepakatan telah memicu peningkatan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas. Situasi ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen yang diminati saat ketidakpastian global meningkat.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed juga terus memengaruhi arah pergerakan emas. Risalah FOMC terbaru menunjukkan bahwa beberapa pejabat masih mewaspadai risiko inflasi dan tidak menutup kemungkinan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Kondisi ini sempat memberikan dukungan terhadap penguatan dolar AS, yang secara umum dapat membatasi kenaikan harga emas karena hubungan keduanya yang cenderung berlawanan arah.

Namun, data ekonomi AS yang dirilis baru-baru ini menunjukkan gambaran yang beragam. Penurunan inflasi memberikan harapan bagi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang, sementara kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat mencerminkan ketahanan ekonomi AS. Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan dinamika yang kompleks di pasar keuangan dan memicu fluktuasi harga emas dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Barantum CRM AI: Tingkatkan Produktivitas Tim Customer Service Anda

Andy Nugraha menambahkan bahwa perhatian pasar saat ini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting yang akan segera dirilis, seperti klaim pengangguran awal, data sektor perumahan, Produk Domestik Bruto, serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi. Data-data tersebut akan menjadi indikator utama yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dan arah pergerakan emas selanjutnya.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa prospek harga emas masih cenderung positif selama sentimen safe-haven tetap kuat dan dukungan teknikal masih terjaga. Dengan level resistance di kisaran 5.041 dan support di sekitar 4.911, emas memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatannya dalam waktu dekat. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati perkembangan pasar secara seksama serta menerapkan manajemen risiko yang tepat, mengingat volatilitas harga masih berpotensi tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Senin, 6 April 2026 - 07:37

Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Kamis, 2 April 2026 - 18:12

Kasus Gratifikasi NTB Memanas! Tiga Terdakwa Siap Lapor ke Pejabat Tinggi di Jakarta

Berita Terbaru