HIMPAUDI dan IGTKI Pujut Keberatan atas Unggahan Amaq Ketujur, Bantah Pencatutan Kabid dan Bupati - Koran Mandalika

HIMPAUDI dan IGTKI Pujut Keberatan atas Unggahan Amaq Ketujur, Bantah Pencatutan Kabid dan Bupati

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 20:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) kecamatan Pujut dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Pujut mempersoalkan unggahan konten kreator Facebook @Amaq Ketujur.

Dalam unggahan tersebut Amaq Ketujur mengunggah terkait screenshot percakapan whatsapp yang diduga antara guru TK dan PAUD yang kesal karena diwajibkan untuk membeli kebutuhan lembaga di SIPLAH TOKO LADANG.

Tampak dalam unggahan tersebut, nama Kabid PAUD dan PNF Dr Nazim hingga Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul dicatut namanya. Dalam percakapan itu pula semua lembaga diharuskan untuk membeli kebutuhan lembaga pada CV SIPLAH TOKO LADANG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

HIMPAUDI DAN IGTKI menilai Amaq Ketujur memberikan informasi yang tidak benar terlebih Amaq Ketujur tidak melakukan konfirmasi atau tabayun kepada HIMPAUDI maupun IGTKI terkait unggahan tersebut. Pihaknya juga merasa keberatan atas caption Facebook yang menyebutkan KABID PAUD Lombok Tengah sebagai tikus berdasi.

“Kami hadir disini untuk memberikan klarifikasi bahwa pak Kabid Dr Nazim dan Pak Bupati Pathul tidak pernah menekankan apalagi mewajibkan untuk membeli kebutuhan lembaga di SIPLAH TOKO LADANG,” jelas pengurus HIMPAUDI Lombok Tengah, Samsudin di Kantor UPTD Pendidikan Pujut, Sabtu (23/8/2025).

Ditegaskan Samsudin, pihaknya memastikan Bupati Lombok Tengah dan Kabid Dr Nazim tidak tahu disebut-sebutkan namanya. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan supaya jangan sampai mencatut nama bupati karena dana BOP wajib sesuai petunjuk teknis.

Baca Juga :  Dewan Beri Masukan Proyek DAK Taman Wisata Praya

Soal arahan untuk belanja kebutuhan lembaga di satu toko, pihaknya memastikan bukan wewenang pemerintah. Lembaga PAUD/TK punya wewenang sendiri untuk belanja di rekanan mana karena kebutuhan lembaga berbeda-beda.

Divisi Pendidikan IGTKI Pujut, Umi Indrawati menyampaikan, adanya percakapan whatsapp itu sebenarnya adalah untuk melakukan rembuk di internal percakapan lembaga PAUD saja.

“Malah Pak kabid tidak tau menau kalo ketua IGTKI Pujut ngomong atau memberikan saran utk membeli di PT yang di sebutkan di postingan (Amaq Ketujur). Cuma pagi sebelum kejadian memang CV itu mengundang semua ketua IGTKI dan himpaudi utk hadir di Hotel Swis Belcourt Lombok itu. Tapi tidak bermaksud untuk menekan kan membeli di situ,” tegas Indrawati.

Indrawati menyampaikan, niat Ketua IGTKI Kecamatan Pujut sebenarnya hanya menyarankan membeli disitu untuk memudahkan pembelian kebutuhan lembaga.

IGTKI menyarankan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pengalaman sebelumnya yang pernah terjadi pada lembaga.

Indrawati memastikan pesan Whatsapp ketua IGTKI Pujut hanya sekedar saran saja bukan mewajibkan. Hanya saja cara penyampaian nya yang kurang tepat.

“Jadi dari pihak yang memang lembaganya baru dan mungkin untuk pertama kalinya dia dapat yang namanya Dana Bop salah menafsirkan. Mereka menganggap kalau mereka harus atau wajib beli di PT tersebut padahal tidak seperti itu sebenarnya. Hingga akhirnya tanpa tanpa meminta penjelasan, oknum ini lansung ngerumpi sesama lembaga baru lain lewat chat tersebut,” ungkap Indrawati.

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Generasi Muda, Lalu Hadimi Buka Pelatihan Tata Boga di Desa Prabu

Indrawati menyampaikan, HIMPAUDI dan IGTKI Pujut meminta supaya Amaq Ketujur melakukan konfirmasi dan tabayyun atas postingan tersebut.

Pihaknya sebagai guru TK/PAUD merasa tak pernah terwakili dengan unggahan dari Amaq Ketujur yang seakan-akan membela guru TK/PAUD.

“Jadi kami meminta supaya Amaq Ketujur untuk cari tahu dulu, bagaimana prosedurnya seperti apa. Jangan langsung koar-koar begitu. Dia katakan bahwa gaji guru habis untuk iuran padahal gaji guru tidak boleh tersentuh untuk itu,” terang Indrawati.

Berdasarkan pantauan Tribun Lombok, tampak anggota dan pengurus HIMPAUDI kesal dan kecewa atas unggahan dari Amaq Ketujur yang dinilai merendahkan institusi PAUD terlebih adanya unggahan yang menyebutkan tikus bersepatu kepada Kabid PAUD

“Kami atas nama IGTKI Kecamatan Pujut keberatan kalau pak Kabid di katakan tikus berdasi. Beliau sangat berarti bagi kami di lembaga. Beliau sangat berjasa pada penegrian TK sebanyak 26 lembaga dan masalah tenaga guru yang sebanyak 180 orang kemarin bisa mengikuti test PPPK bagi guru di kecamatan Pujut khususnya. Ini merupakan gebrakan pertama beliau semenjak menjadi Kabid PAUD di lombok tengah,” tegas ketua IGTKI Kecamatan Pujut Zuriati Rosmini Zuriati. (*)

Berita Terkait

Dukung Mario Aji dan Veda Ega, Warga NTB Nikmati Diskon 50 Persen Tiket MotoGP Indonesia 2026
Raih Emas Porprov NTB 2026, Tim Voli Putri Loteng Berjuang di Tengah Minimnya Fasilitas Latihan
Matrik Data Consulting: Survei Kepuasan Pelanggan PERUMDAM Murni untuk Evaluasi Pelayanan, Bukan Kepentingan Politik
Indonesia Punya Jagoan! Mario Aji dan Veda Ega Siap Menggebrak Mandalika
LSPR, Poltekpar Lombok, dan STEC Latih Bahasa Inggris Digital Warga Desa Blongas
Wabup Nursiah Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri
MoU PT Narmada–ITDC Resmi Ditandatangani, Air Minum Lokal Kembali Hadir di MotoGP Mandalika
Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:02

Trend Flower Gifting Meningkat, Athaya Secara Resmi Membuka Floral Studio Pertamanya di Area Cibubur

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:02

Mengapa e Signature Jadi Kunci Efisiensi Operasional di Berbagai Perusahaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:02

Mengenal Peluang Menabung Saham AS bagi Investor Indonesia

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:02

5.000 Batang Ganja Terungkap, TNI Habema Gagalkan Peredaran Narkotika

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:02

Retail Multi Cabang Makin Efisien Berkat Integrasi Odoo Accounting dan Inventory

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% pada Semester I 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:02

Nikmati Perjalanan Lebih Maksimal, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Berita Terbaru