Kementerian PU Tangani Banjir dan Longsor Sumbar, Jaga Mobilitas dan Air Bersih - Koran Mandalika

Kementerian PU Tangani Banjir dan Longsor Sumbar, Jaga Mobilitas dan Air Bersih

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 29 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak menangani dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan logistik.

Berdasarkan laporan, per 27 November 2025, tercatat 20 titik longsor pada 8 ruas jalan nasional, 14 titik banjir pada 10 ruas jalan nasional, serta 4 titik pohon tumbang pada 2 ruas jalan nasional. Dampak ini meluas di 11 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, serta Kota Solok, Pariaman, Padang Panjang, dan Padang.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan darurat di lapangan. Kementerian PU pun telah berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah serta TNI/Polri agar tidak ada wilayah yang terisolasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak hari pertama, seluruh jajaran Kementerian PU bergerak cepat untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak terganggu. Penanganan darurat kami lakukan bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan penanganan darurat ini, Kementerian PU berharap tidak ada kawasan yang terisolasi akibat bencana,” ujar Menteri Dody.

Penanganan bencana dan kerusakan infrastruktur terdampak bencana telah menyita perhatian Presiden Prabowo Subianto. Presiden pun memerintahkan percepatan pengiriman bantuan untuk tiga provinsi terdampak di Sumatera. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan diberangkatkan menggunakan 4 unit pesawat pada Jumat (28/11/2025). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa penanganan telah dikoordinasikan sejak hari pertama bencana.

“Sejak 25 November, Bapak Presiden langsung menginstruksikan penanganan terpadu kepada Menko PMK, dan hingga hari ini bantuan terus bergerak ke titik-titik terdampak. Pemerintah memastikan seluruh bantuan dapat menjangkau wilayah terdalam dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat,” jelas Teddy.

Baca Juga :  VRITIMES Mengumumkan Kemitraan Strategis dengan Empat Media Online Terkemuka di Indonesia

Terkait kondisi infrastruktur jalan, saat ini hampir seluruh ruas jalan nasional yang terdampak sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, pengecualian terjadi pada Ruas Padang – Bukittinggi – Batas Kota Padang Panjang yang masih tertutup akibat adanya dua titik longsor baru.

Pembersihan material di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan mengingat curah hujan yang masih tinggi demi keselamatan petugas. Meski demikian, Kementerian PU telah menyiagakan 2 unit wheel loader dan 1 unit excavator di lokasi, dan pekerjaan akan segera dilanjutkan begitu cuaca memungkinkan.

“Kementerian PU juga mengirimkan alat berat tambahan untuk mengangkat sedimen dan mempercepat pembukaan akses,” tambah Menteri Dody.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menambahkan bahwa tim lapangan dalam kondisi siaga penuh.

“Setiap laporan kerusakan langsung kami tindaklanjuti. Seluruh titik banjir, pohon tumbang, dan longsor telah kami tangani, meski beberapa lokasi membutuhkan upaya ekstra karena intensitas hujan yang tinggi. Kementerian PU juga memastikan patroli jalan nasional diperketat selama periode cuaca ekstrem,” tegas Elsa.

Penanganan Sumber Daya Air dan Sanitasi

Selain pemulihan akses jalan, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang juga fokus pada penanganan aliran sungai, erosi tebing, dan limpasan air. Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembukaan akses jalan sekaligus pembersihan saluran primer irigasi Batang Anai.

“Tim kami memantau titik rawan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) dan memastikan aliran air kembali normal dengan mengerahkan sumber daya personel, alat berat, dan bahan banjiran. Selanjutnya, pengamanan darurat kami lakukan dengan perkuatan bronjong, dan geobag untuk mencegah longsor lanjutan serta pembersihan saluran untuk memastikan layanan irigasi tetap berjalan secara memadai,” jelas Naryo.

Baca Juga :  Bank Raya Berikan Dukungan Prasarana untuk Pedagang Kaki Lima Sidodadi Semarang

Sementara itu, untuk kebutuhan dasar pengungsi, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat telah memobilisasi bantuan air bersih dan sanitasi.

Kepala BPBPK Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, memaparkan bahwa personel dan peralatan telah diterjunkan ke lokasi-lokasi krusial.

“Untuk penyediaan air bersih, kami menurunkan Hidran Umum (HU) dan mobil tangki air ke posko bencana di kecamatan terdampak. Kami juga mengirim unit ke area terdampak seperti Perumahan Lumin Park Kelurahan Lubuk Minturun dan permukiman terdampak di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah. Assessment sanitasi lingkungan juga dilakukan untuk menjaga keamanan warga,” ungkap Maria.

Kementerian PU berkomitmen melanjutkan penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat ini secara terintegrasi dan berkelanjutan. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPBD, dan BNPB terus ditingkatkan untuk memastikan seluruh upaya penanganan darurat berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:23

PSI NTB Targetkan Dua Kursi di DPR RI, Kaesang Minta Kader Turun ke Akar Rumput

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:45

Bank NTB Syariah Tegaskan Transparansi dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu KC Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:59

Pemrpov NTB Anggarkan Penghasilan Tambahan bagi Guru PPPK-PW Sebagai Kado Hardiknas

Senin, 27 April 2026 - 15:58

DPRD Sepakati Ranperda Strategis, Haji Ahkam: Perkuat Layanan Publik dan Kelembagaan Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 08:26

Sorotan DPRD: Saatnya Nakes P3K Paruh Waktu Dapat Jaminan Kesejahteraan

Kamis, 23 April 2026 - 21:03

Semua Jemaah Terpantau Sehat, JCH Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Suci

Kamis, 23 April 2026 - 19:48

CSD Samara Ubah Wajah Desa Montong Ajan: Dari Kesehatan hingga Pendidikan Melesat

Kamis, 23 April 2026 - 16:25

Komisi III DPR RI Atensi Aduan Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB

Berita Terbaru

Teknologi

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00