Kementrian PU: Adopsi Teknologi Peredam Gempa, Jembatan Pandansimo segera beroperasi - Koran Mandalika

Kementrian PU: Adopsi Teknologi Peredam Gempa, Jembatan Pandansimo segera beroperasi

Senin, 11 Agustus 2025 - 20:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 11 Agustus 2025 – Pembangunan Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memanfaatkan teknologi modern peredam gempa sudah memasuki tahap akhir. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan infrastruktur vital di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini dapat segera beroperasi pada September 2025 sebagai bagian dari jalur jalan strategis sekaligus pendorong ekonomi baru di kawasan selatan Jawa.

Menteri PU Dody
Hanggodo mengatakan, pembangunan jembatan Pandansimo merupakan salah satu
prioritas Kementerian PU dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat
distribusi logistik di kawasan selatan Yogyakarta dan kawasan selatan Pulau
Jawa.

“Dengan
selesainya Jembatan Pandansimo, waktu tempuh antarwilayah akan jauh berkurang,
biaya operasional kendaraan lebih efisien, dan akses menuju pusat produksi
pertanian, perikanan, serta destinasi wisata akan semakin terbuka lebar,” kata
Menteri Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan
Pandansimo memiliki panjang total penanganan 2.300 meter dengan lebar rata-rata
24 meter, terdiri dari oprit, slab on pile, dan jembatan utama. Nilai kontrak
proyek ini mencapai Rp863,7 miliar yang bersumber dari APBN, dengan masa
pelaksanaan 579 hari kalender.

Baca Juga :  Bukan Soal Koneksi: Kisah Yohannes Hengky Menjadi Kontraktor Andal Lewat Construction Hack

Berdasarkan
studi kelayakan tahun 2017, pengoperasian JJLS di DIY diperkirakan akan mampu
mengurangi biaya operasional kendaraan sebesar 13,11% atau setara Rp1,4 triliun
per tahun, menghemat waktu tempuh hingga 20 menit, serta meningkatkan nilai
produksi berbagai komoditas wilayah yang dilalui sekitar sebesar 18,6% atau
sekitar Rp7,7 miliar per tahun.

Image

Selain manfaat
transportasi, jembatan ini juga akan membuka akses ke lahan pertanian seluas
2.164,10 hektare di Kecamatan Galur dan mendukung produksi pertanian sebesar
9.143,2 kuintal sayur dan buah setiap tahunnya. Produksi perikanan di Kecamatan
Srandakan juga diharapkan meningkat sebesar 13,3 ton per tahun. Keberadaan
Jembatan Pandansimo juga diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan
ekonomi, logistik, dan pariwisata di wilayah selatan DIY dan Pulau Jawa.

Menteri PU, Dody
Hanggodo, mengungkapkan, jembatan Pandansimo bukan hanya sekadar infrastruktur
penghubung, tetapi juga simbol pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat
selatan DIY dan Pulau Jawa. Kementerian PU tidak hanya menghadirkannya sebagai
infrastruktur yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi, namun sekaligus
melestarikan kearifan lokal.

Baca Juga :  Tren Bersepeda Terus Tumbuh, Pengiriman Sepeda KAI Logistik Meningkat 30 Persen

Sementara itu,
dari sisi teknis, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa
Tengah – DIY, Moch. Iqbal Tamher, menuturkan bahwa Jembatan Pandansimo
dirancang untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana dan sejalan
dengan visi Kementerian PU: membangun infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan
berkelanjutan.

Image

“Dari sisi
teknis, jembatan ini memanfaatkan teknologi konstruksi modern seperti
Corrugated Steel Plate (CSP) yang ringan dan kuat, Lead Rubber Bearing (LRB)
sebagai peredam gempa, serta Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE Wall)
untuk efisiensi lahan, dan mortar busa untuk mengurangi beban struktur,” jelas
Iqbal Tamher.

Iqbal Tamher
menambahkan, saat ini Jembatan Pandansimo, yang mengadopsi elemen budaya lokal
seperti motif batik nitik dan bentuk gunungan pada gapura serta lampu jalan,
masih dalam proses Audit Keselamatan Jalan untuk memastikan seluruh elemen
jembatan dan jalan penghubungnya memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan
kelancaran lalu lintas. Dengan rencana pengoperasian pada September 2025,
diharapkan Jembatan Pandansimo dapat memberikan manfaat yang optimal bagi
masyarakat, terutama bagi masyarakat di kawasan selatan
Yogyakarta dan Pulau Jawa.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Berita Terkait

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan
Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru