Koran Mandalika, Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, akan perbaiki tata kelola penyebrangan di Pelabuhan Kayangan-Poto Tano. Hal itu disampaikan usai adanya tragedi kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmi di Selat Lombok.
Iqbal mengatakan peristiwa itu menjadi pelajaran untuk Pemerintah Provinsi NTB dalam hal perbaikan tata kelola penyebrangan dalam provinsi.
“Ini pelajaran buat kami untuk mengelola lebih baik yang di Kayangan-Poto Tano karena itu kan di dalam provinsi, merupakan kewenangan kita,” kata Iqbal, Sabtu (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya ialah kesiapan alat pemadam seperti APAR.
“Salah satunya, pentingnya memeriksa kesiapan APAR misalnya. Termasuk, menggunakan standar baru APAR yang menggunakan foam, bukan yang menggunakan cairan,” ucapnya.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan angkutan perlu perketat. Artinya, setiap angkutan harus memberitahukan barang bawaannya mudah terbakar atau tidak.
“Kalau ada mobil box, mobil box ini harus mendeclare apa isinya di dalam itu. Kalau misalnya isinya barang-barang mudah meledak atau terbakar peletakan parkir di dalam itu juga harus berbeda. Dia harus sedekat mungkin dengan pintu,” pungkasnya.
Terkait dengan evaluasi di Pelabuhan Lembar, Iqbal mengatakan itu merupakan kewenangan pusat. Pasalnya, Pelabuhan tersebut penghubung antar provinsi.
“Kan kalau kami ini mengambil pelajaran dari peristiwa ini, karena sebetulnya ini di bawah Kementerian Perhubungan, antar provinsi,” pungkasnya. (dik)



