Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5% - Koran Mandalika

Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus mendorong pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga di bawah 5% pada 2029. Ke depan, pembangunan tidak lagi bertumpu pada bantuan sosial semata, tetapi pada penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan produktif, seiring dengan penguatan program hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Konsep Indonesia Naik Kelas yang diangkat dalam buku karya Dany Amrul Ichdan dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi, khususnya untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa hilirisasi merupakan program strategis pemerintah yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memiliki manfaat sosial yang besar dalam menekan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program hilirisasi dan industrialisasi harus beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat, sehingga tercipta berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sangat penting untuk mewujudkan ekonomi tanpa ketimpangan,” ujarnya dalam Studium Generale dan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (11/2/2026).

Baca Juga :  Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Muhaimin menjelaskan bahwa pengembangan hilirisasi dan industrialisasi akan mendorong lahirnya berbagai program pemberdayaan, seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja produktif di berbagai daerah. Selain itu, sektor pendidikan juga akan terdorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Hilirisasi dan industrialisasi tidak boleh berhenti di pembangunan smelter, tetapi harus diikuti dengan adopsi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia unggul sehingga semakin mampu mendukung pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama MIND ID sekaligus penulis Indonesia Naik Kelas, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk tumbuh lebih cepat dan lebih strategis. Kita diberkahi sumber daya alam yang hari ini justru menjadi komoditas paling relevan di ekonomi global. Ini bukan sekadar kekayaan alam Ini adalah potensi yang besar. Dan jika dikelola dengan tepat, ia bisa menjadi fondasi lompatan industri nasional ke level yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025

Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya. Tantangannya ada pada instrumen, kualitas tata kelola dan strategi pengelolaannya.

Menurutnya, Hilirisasi adalah instrumen untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. Ketika nilai tambah diciptakan di dalam negeri, yang tumbuh bukan hanya ekspor, tetapi lapangan kerja berkualitas, basis industri nasional, dan ekonomi daerah.

“Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan tentang pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif.”ujarnya.

Ia mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi nyata hilirisasi yang memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja serta menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor.

“Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal,” ujarnya.

Melalui forum akademik terbuka ini, ITB menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog strategis kebangsaan sekaligus mendorong sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia
Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026
Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan
Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis Tahun Ini
Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari
Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir
Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis
Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02

Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02

Enervon Active Dukung Generasi After Work Gerakkan Budaya Hidup Aktif, Sehat, & Produktif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02

BRI KCP Pasar Tanah Abang Perkuat Layanan Perbankan bagi Pelaku Usaha dan Pengunjung Pusat Grosir Terbesar di Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02

BRI KK ITC Cempaka Mas Hadir Permudah Layanan Perbankan bagi Tenant, Pengunjung, dan Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02

BRI KK Metro Tanah Abang Hadir Dukung Aktivitas Perdagangan dan Permudah Akses Layanan Perbankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02

BRI KK RS PGI Cikini Hadir Dukung Kebutuhan Layanan Perbankan di Lingkungan Rumah Sakit

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02

BRI KK Blok A Tanah Abang Hadir Permudah Akses Layanan Perbankan di Pusat Grosir Terbesar Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02

BRI Kantor Kas RS Mintoharjo Hadir Penuhi Kebutuhan Layanan Perbankan Pengelola, Karyawan, Pasien, dan Masyarakat Umum

Berita Terbaru