Mathias Putra dan Harga Sebuah Ilmu: Belajar Trading Lewat Ratusan Juta Kerugian dan Kesadaran - Koran Mandalika

Mathias Putra dan Harga Sebuah Ilmu: Belajar Trading Lewat Ratusan Juta Kerugian dan Kesadaran

Jumat, 20 Juni 2025 - 14:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam dunia trading yang penuh janji cuan cepat, hanya sedikit yang benar-benar memahami apa yang dibutuhkan untuk bertahan dan tumbuh di pasar. Bagi Mathias Putra, trading bukan sekadar skill teknikal, melainkan kombinasi antara pengalaman pahit, ilmu mahal, dan mental tahan banting.
Perjalanannya sebagai trader bukan dimulai dari keberuntungan, tetapi dari kegagalan berulang yang justru mempertegas satu hal: bahwa pemahaman yang mendalam lebih berharga daripada sekadar mengejar profit cepat.

Belajar Sampai ke Luar Negeri, Gagal Tetap Menghantui

Mathias pernah menempuh jalur karier formal di dunia perbankan dan manufaktur. Namun, hasrat untuk mencari kebebasan finansial dan waktu membawanya pada dunia trading. Ia mulai belajar dengan serius sejak awal 2000-an, tak puas hanya dengan teori yang ada di Indonesia. Ia memburu ilmu hingga ke seminar-seminar mahal di Singapura, Malaysia, bahkan Hongkong, yang sebagian besar dipandu oleh fund manager institusional.

Setiap pelatihan yang diikuti bukan cuma menyedot waktu dan tenaga, tapi juga uang dalam jumlah besar. Beberapa bahkan mencapai angka ratusan juta rupiah untuk satu sesi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, hasilnya tidak langsung tampak. Mathias tetap menghadapi kerugian, margin call, dan tekanan mental. Namun bagi dia, justru di situlah nilai dari proses pembelajaran: semakin besar kerugian, semakin kuat dorongannya untuk mengerti.

Baca Juga :  Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

“Kalau kamu berhenti setelah rugi, kamu belum siap. Trader sejati lahir dari kegagalan, bukan keberuntungan,” katanya.

Dari Kehilangan Properti ke Membangun Sistem Sendiri

Kerugian Mathias tak main-main, ia bahkan harus melepas beberapa aset properti demi menutup kerugian trading. Namun, pengalaman pahit itu membuka matanya. Dunia trading bukan untuk mereka yang berpikir instan. Ia mulai menyusun ulang pendekatannya.

Ia menyadari satu hal: trader ritel terlalu sering berpikir emosional. Padahal, institusi besar, yang jadi penggerak utama pasar, selalu mengandalkan sistem, data, dan manajemen risiko. Dari sini lahirlah Big Boy Concept, sistem yang dibangunnya sebagai fondasi berpikir layaknya institusi keuangan: (1) Tidak menyimpan posisi semalaman, (2) Entry hanya setelah menghitung risiko, (3) Cut loss cepat, tidak terikat emosi, (4) Hindari overtrade dan euforia

Big Boy Concept bukan sekadar strategi entry, tapi filosofi bertahan di market yang tidak kenal ampun. Mathias tidak pernah menyesali uang yang ia habiskan untuk belajar, justru, menurutnya, ilmu yang benar adalah satu-satunya yang bisa menebus kerugian.

Ia tidak menjual impian jadi kaya dari trading. Ia menawarkan sistem berpikir yang realistis: bahwa yang membuat trader bertahan bukan seberapa sering ia menang, tapi seberapa baik ia mengelola kalah.

Baca Juga :  Ketika 1.000 Followers Lebih Berharga Dari 100.000: Kenalan Dengan "Micro Followers"

“Trading itu seni bertahan. Kalau kamu punya sistem dan tahu kapan harus mundur, kamu bisa hidup lama di market.”

Menjadi Pengajar Karena Pernah Terluka

Pengalaman panjang Mathias membuatnya ingin membagikan pelajaran yang mahal ini kepada trader lain. Ia mendirikan kelas dan komunitas edukasi trading dengan pendekatan praktikal. Tujuannya sederhana: mencegah orang lain mengulangi kesalahan yang sama.

Di kelas Big Boy Concept, ia tidak menjanjikan kaya mendadak. Tetapi,  ia menanamkan prinsip bahwa keberhasilan trading hanya bisa dicapai oleh mereka yang mau belajar, gagal, dan kembali lagi dengan sistem yang lebih matang.

Perjalanan Mathias Putra adalah bukti bahwa di balik setiap kesuksesan dalam dunia trading, ada pengorbanan besar yang jarang dibicarakan. Ia membuktikan bahwa menjadi trader handal bukan tentang menang setiap saat, tapi tentang memiliki fondasi berpikir yang kuat di tengah pasar yang tidak bisa diprediksi.

Ia rela habiskan ratusan juta untuk belajar, bukan untuk gengsi, tapi karena ia tahu: ilmu yang benar jauh lebih murah daripada kebodohan yang terus diulang.

Berita Terkait

JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya
Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen
KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026
Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000
Promo neobank September 2026, Ada Hadiah untuk Pengguna Baru hingga Diskon QRIS 50%
Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Donor Darah untuk Sesama
ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat
Sanggabiz Berpartisipasi di ConnectX Founder & Builder Summit, Dwi Andi Rohmatika (DA) Soroti Strategi Membangun Bisnis Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:02

JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya

Kamis, 10 September 2026 - 19:02

Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen

Kamis, 10 September 2026 - 18:02

KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026

Kamis, 10 September 2026 - 17:02

Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

Kamis, 10 September 2026 - 17:02

Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Donor Darah untuk Sesama

Kamis, 10 September 2026 - 17:02

ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 16:02

Sanggabiz Berpartisipasi di ConnectX Founder & Builder Summit, Dwi Andi Rohmatika (DA) Soroti Strategi Membangun Bisnis Berkelanjutan

Kamis, 10 September 2026 - 16:02

Celebrity Fitness 2.0, Evolusi Baru Fitness di Mall Of Indonesia

Berita Terbaru