MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah” - Koran Mandalika

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Koordinator Wilayah (Korwil) BGN NTB, Eko Prasetyo buka suara soal insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Eko mengatakan terhadap SPPG bersangkutan telah dilakukan pemberhentian sementara dan juga masih dilakukan investigasi.

“Sudah kami laporkan semuanya (ke pusat) dan saat ini SPPG itu diberikan pemberhentian sementara dan kemudian saat ini masih dilakukan investigasi lanjutan terkait hal itu,” kata Eko kepada Koran Mandalika, Selasa (15/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini pihaknya masih menunggu arahan dari BGN pusat untuk tindakan selanjutnya.

“Kita secara berjenjang melaporkan KPPG maupun ke pusat. Ya kita menunggu arahan selanjutnya seperti apa yang pasti SPPG ini sudah diberhentikan sementara,” ucap Eko.

Baca Juga :  Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Eko menegaskan selama pemberhentian sementara ini, SPPG bersangkutan harus melakukan pembenahan total.

“Yang pasti harus berbenah termasuk dari sisi infrastruktur dan sebagainya. Harus perlu diidentifikasi apa-apa yang menjadi titik kritis juga di sana harus dibenahi. Kemudian melakukan evaluasi terhadap menu yang kemarin apa sih yang menyebabkan kejadian tersebut,” tegas Eko.

Terkait menu yang diduga penyebab keracunan, Eko menyampaikan bahwa menu tersebut sesuai dengan permintaan siswa.

Eko menjelaskan sebelum terjadi insiden itu, pihak SPPG juga sempat memberikan menu yang sama. Namun, kata Eko, semuanya baik-baik saja.

Baca Juga :  Lazah NW Hadir untuk Majukan Ekonomi Masyarakat

“Informasinya itu request-an dari para murid. Hal ini memang sudah yang kedua kali ini, namun yang kedua kali ini mereka kejadian,” jelasnya.

Eko menyarankan agar SPPG menghindari menu-menu yang dirasa akan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.

“Menu-menu yang mempunyai potensi yang besar untuk kejadian lebih baik dihindari. Untuk larangan memang tidak ada yang penting adalah pemenuhan angka kecukupan gizi bagi masing-masing penerima manfaat,” sarannya.

Ia menambahkan saat ini laporan sudah masuk ke BGN pusat tinggal menunggu keputusan dari hasil laporan tersebut.

“Kesimpulannya adalah masih suspend sementara. Untuk suspend permanen nanti kita tunggu lebih lanjut lah dari pimpinan seperti apa kebijakannya,” tutup Eko. (dik)

Berita Terkait

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB
BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02