Membongkar Cara Orang Jadi Kaya : Kevin Ubah Haluan Dari Teknik Jadi Investor - Koran Mandalika

Membongkar Cara Orang Jadi Kaya : Kevin Ubah Haluan Dari Teknik Jadi Investor

Senin, 21 April 2025 - 13:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kevin Jonathan Pandjaitan tidak memulai hidupnya dengan peta yang jelas. Ia bukan lulusan keuangan, tidak punya mentor investasi sejak dini, dan sama seperti banyak orang, ia pun pernah bertanya: “Sebenarnya, dari mana sih orang bisa jadi kaya?”

Pertanyaan sederhana ini membawanya pada pencarian panjang. Ia menyadari ada dua jalan utama: bisnis dan investasi. Dan dari sana, nama Warren Buffett mulai bergaung di kepalanya. Bukan semata karena hartanya, tapi karena cara berpikirnya.

Awal Karier

Lahir di Medan dan kini menetap di Jakarta, Kevin menjalani studi teknik sipil, kemudian melanjutkan ke jenjang magister bisnis. Karena latar belakang ini, arah karier pertama Kevin jauh dari dunia investasi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karier ini jauh dari ideal. Ia menjalani pekerjaan dengan jam kerja brutal. Ia pernah bekerja hingga subuh, hanya untuk kembali rapat tiga jam kemudian. Hidupnya seolah tidak punya ruang untuk dirinya sendiri.

Namun dari kelelahan itulah, ia menyadari bahwa kerja kerasnya seumur hidup tak akan membuat asetnya meningkat signifikan. Ia mulai berkenalan dengan dunia investasi.

Itulah awal perkenalannya dengan saham.

Jatuh Bangun Belajar Saham

Awalnya, dunia saham terasa begitu asing bagi Kevin. Deretan angka, grafik naik-turun, dan istilah teknikal seperti candlestick atau moving average membuatnya kewalahan. Sama seperti banyak investor pemula, ia sempat mengira ini seperti spekulasi yang tidak jelas dan penuh risiko. 

Tapi rasa penasaran mengalahkan ketakutan. Ia mulai belajar pelan-pelan: dari buku, video edukasi, hingga diskusi di komunitas. Di sanalah ia menemukan satu perspektif yang mengubah segalanya; bahwa saham adalah representasi kepemilikan bisnis.

Baca Juga :  Rumor De-Eskalasi Tarif AS-China Pacu Pasar Kripto Tembus Valuasi $3 Triliun!

Pandangan itu membuat proses belajar jadi lebih menyenangkan. Alih-alih fokus pada harga naik-turun, ia mulai tertarik menganalisis perusahaan di balik saham. Ia membaca laporan keuangan, memahami model bisnis, dan mencoba memetakan potensi jangka panjang. Setiap riset menjadi latihan berpikir strategis. 

Lalu datanglah ujian besar. Pandemi COVID-19 mengguncang market, dan portofolio Kevin jatuh bebas. Puluhan juta rupiah hilang, dan rasa frustasi pun menghampiri. Tapi ia memilih tidak mundur. Ia meneliti kejatuhannya, memperdalam metode value investing, dan yang paling penting, melatih emosi agar tidak panik di tengah badai.

“Saya percaya dalam hidup, kita harus ambil langkah kecil. Bukan selalu langkah besar,” ucap Kevin. Keberanian dan konsistensi menjadi kunci Kevin untuk menjalani hidupnya.

Berbagi Melalui Kelas Jago Saham

Kevin mengisi workshop Jago Saham

Lambat laun, Kevin mulai melihat pola. Ia makin cermat membaca pasar, bukan sekadar mengikuti tren atau euforia sesaat. Ia belajar dari pendekatan Warren Buffett, sang maestro investasi yang dikenal karena prinsip value investing, yakni sebuah metode yang berfokus pada membeli saham perusahaan bagus saat harganya di bawah nilai wajar.

Bagi Kevin, ini bukan sekadar strategi. Ini filosofi.

Alih-alih mencari cuan cepat, Buffett mengajarkan pentingnya memahami bisnis di balik saham, memilih perusahaan yang punya fundamental kuat, dan bersabar untuk hasil jangka panjang.

Baca Juga :  VRITIMES dan Jabar.Kabaran.id Menggabungkan Kekuatan dalam Kemitraan Media untuk Mendorong Inovasi Berita di Jawa Barat

Kevin pun mulai menerapkan prinsip serupa: menganalisis laporan keuangan, membaca arah pertumbuhan bisnis, hingga menghitung margin of safety sebelum mengambil keputusan.

Dan satu lagi: ia mulai berbagi. Apa yang awalnya hanya jadi kebiasaan pribadi, kini berubah jadi misi. Membantu orang lain memahami dunia investasi dengan cara yang lebih logis, sabar, dan terarah, tanpa perlu ikut-ikutan atau berjudi di market.

Sejak kuliah, Kevin memang senang mengajar. Jadi ketika kemampuannya di dunia saham mulai terbentuk, ia merasa terpanggil untuk membantu orang lain memulai dengan cara yang benar. Dari situlah lahir Fundamental Hack x Jago Saham; sebuah komunitas edukasi investasi yang ia bangun bersama tim.

Bukan sekadar tempat belajar teori, Fundamental Hack adalah ekosistem. Di sana ada:

✅ Workshop intensif dalam satu hari

✅ Market update tiap bulan

✅ Rekomendasi saham tiap kuartal

✅ Webinar interaktif

✅ Konsultasi portofolio pribadi

✅ Dan yang paling penting: komunitas aktif yang saling mendukung.

Kini, Kevin tidak hanya seorang investor. Ia adalah mentor. Ia adalah penyambung semangat untuk orang-orang yang ingin memulai, tapi takut gagal. Untuk mereka yang pernah rugi dan ingin bangkit. Untuk siapa pun yang ingin membangun sesuatu—dari langkah kecil.

Kalau kamu salah satunya, mungkin ini saatnya. Bukan untuk lari kencang, tapi untuk melangkah dengan mantap.

Karena di dunia investasi, yang menang bukan yang paling cepat, tapi yang paling konsisten.

Berita Terkait

KA Rajabasa Jadi Kereta Api Terfavorit pada Caturwulan I 2026 di Wilayah Divre IV Tanjungkarang
Slow Living Jadi Tujuan Finansial Baru Anak Muda, Kenapa Banyak yang Mulai Mengejarnya?
Libur Panjang 14–17 Mei 2026, Transportasi Publik Jadi Pilihan Masyarakat Menuju Berbagai Destinasi di Jabodebek
BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pembiayaan, Alat Berat Tumbuh Positif di Kuartal I 2026
Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%
Motor Premium Kian Terjangkau, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif untuk Touring
Momentum Hardiknas, BRI Finance Permudah Akses Pembiayaan Pendidikan
Dominasi Pasar Kosmetik 2026: Mengapa Maklon Kosmetik Bersama Efba Group Adalah Investasi Paling Logis

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:00

KA Rajabasa Jadi Kereta Api Terfavorit pada Caturwulan I 2026 di Wilayah Divre IV Tanjungkarang

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00

Slow Living Jadi Tujuan Finansial Baru Anak Muda, Kenapa Banyak yang Mulai Mengejarnya?

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00

Libur Panjang 14–17 Mei 2026, Transportasi Publik Jadi Pilihan Masyarakat Menuju Berbagai Destinasi di Jabodebek

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00

BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pembiayaan, Alat Berat Tumbuh Positif di Kuartal I 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00

Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00

Momentum Hardiknas, BRI Finance Permudah Akses Pembiayaan Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00

Dominasi Pasar Kosmetik 2026: Mengapa Maklon Kosmetik Bersama Efba Group Adalah Investasi Paling Logis

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00

NarayaOne Bawa Nama Jawa Timur ke CommunicAsia 2026: Dari Surabaya Menuju Panggung Digital Asia

Berita Terbaru