Menjelang Ramadhan: Euforia Berbagi, Ledakan Konsumsi, dan Ancaman Krisis Beras Khusus - Koran Mandalika

Menjelang Ramadhan: Euforia Berbagi, Ledakan Konsumsi, dan Ancaman Krisis Beras Khusus

Sabtu, 8 Februari 2025 - 22:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak terasa bulan Ramadhan akan tiba kurang dari 25 hari lagi, bulan dimana umat muslim menjalankan ibadah puasa. Sejatinya bulan puasa merupakan bulan dimana umat muslim menahan lapar dan haus dari sahur sampai magrib, tetapi karena kemeriahan dan semangat berbagi yang tinggi di bulan tersebut, di bulan itu pula lah konsumsi meningkat, terutama sandang dan pangan. Ada beberapa tradisi lokal yang cukup unik di Indonesia, tradisi yang dilandaskan oleh semangat saling berbagi, yang berkembang beberapa tahun terakhir yang tidak hanya dilakukan oleh mereka yang beragama muslim tetapi juga pemeluk agama lainnya, yaitu berbuka puasa bersama dan takjil war. Pada momen-momen itulah keluarga, kawan, sejawat, saling berbagi dengan menikmati berbagai pilihan kuliner yang tersedia, di berbagai tempat, mulai dari Hotel-hotel, restoran-restoran sampai dengan pedagang-pedagang UMKM, sehingga momen-momen itu dapat membawa keberkahan tersendiri bagi para pelaku dan pekerja yang terlibat dalam industri tersebut.

Indonesia memiliki pilihan kuliner yang sangat beragam, yang dibuat dari berbagai macam sumber bahan pangan. Mulai dari kuliner lokal, kuliner yang memiliki pengaruh luar, sampai dengan kuliner yang berasal dari luar negeri. Saat ini di Industri Horeka (Hotel, Restoran dan Katering) dan tempat usaha kuliner UMKM lainnya banyak yang mengambil tema dan atau terinspirasi dari masakan luar negeri, mereka menyajikan menu-menu yang berasal dari wilayah timur tengah dan asia lainnya, seperti nasi mandhi dan sushi. Menu-menu tersebut memerlukan bahan baku spesifik yang berasal dari luar negeri, seperti beras Basmathi dengan teksturnya yang unik, panjang dan pipih, digunakan untuk menu-menu yang berasal dari Timur Tengah dan Beras Japonica dengan tekstur bulat, kenyal dan sedikit lengket, yang biasanya digunakan dalam pembuatan sushi. Varietas beras tersebut jarang sekali di tanam dan dikembangkan di Indonesia, karena memang bukan jenis beras yang menjadi selera banyak orang tetapi juga berharga cukup mahal dan hanya dapat di temukan di outlet-outlet modern retail dan distributor beras khusus.

Baca Juga :  Token Palapa ($PLPA) Tegaskan Komitmen Transparansi: Bagikan Alokasi dan Rencana Pengembangan Ekosistem

Salah satu distributor beras khusus yang kami temui di gudangnya di daerah Jakarta Timur pada hari Jum’at 7 Februari 2025, Imam Suyudi, General Manager dari PT. Sodara Tani Sentosa, mengungkapkan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan beras khusus tersebut cenderung meningkat, dikarenakan adanya peningkatan konsumsi pada waktu-waktu tersebut. Tetapi sebagai pelaku usaha dia menyampaikan kekhawatirannya terhadap persediaan yang makin menipis, mengingat beras tersebut importasinya diatur oleh pemerintah dan berakhir setiap akhir tahun, sementara sampai saat ini, minggu pertama bulan Februari belum ada keputusan mengenai kuota impor Beras Khusus dari pihak yang berwenang. Beliau berharap agar Pemerintah dan Stakeholder terkait dapat segera mengambil keputusan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menghindari kelangkaan barang yang dapat meningkatkan harga jual sehingga berdampak pada para pelaku Industri dan para pekerjanya.

Di tempat yang lain, Firsyah, Manager PT. Dewa Tunggal Abadi, menyampaikan hal yang senada, dia berharap keputusan cepat yang diambil oleh pemerintah terkait kebijakan untuk beras khusus dapat membantu Industri terkait kejelasan dan kemudahan mereka dalam menjalankan bisnis, seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan untuk beberapa jenis beras persediaan sudah nihil.

Berita Terkait

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran
neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu
Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia
Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat
ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets
Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:30

Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:02

neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:02

Global Millennial Model United Nations 2026 Edisi Ke-22 Kembali Sukses: Lebih dari 1.200 Delegasi dari 12 Negara Perkuat Diplomasi Pemuda

Berita Terbaru