Menjelang Rapat The Fed, Emas Masih Bergerak Lemah - Koran Mandalika

Menjelang Rapat The Fed, Emas Masih Bergerak Lemah

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang Rapat The Fed, Emas Masih Bergerak Lemah

Harga emas (XAU/USD) terlihat melemah pada awal sesi Asia hari Rabu (10/12), setelah sebelumnya sempat bergerak menguat. Pada awal perdagangan, emas diperdagangkan di sekitar $4.210, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve (Fed) yang akan dirilis pada malam hari. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara berurutan, namun dengan pernyataan yang lebih bernada hawkish, menjadi salah satu penyebab tertekannya harga emas sebelum pengumuman resmi.

Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, harga emas sebenarnya masih menunjukkan kecenderungan penguatan setelah pada Selasa mencatat kenaikan 0,57%, bergerak dari level terendah harian di $4.170 hingga mencapai $4.213. Ia menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid turut mendorong penguatan tersebut. Namun, data tersebut tidak cukup kuat untuk menghambat rencana The Fed dalam menurunkan suku bunga. Kondisi ini membuat emas tetap relevan secara teknikal meskipun pada hari ini menunjukkan pergerakan korektif.

Dari perspektif teknikal, Andy menilai bahwa gabungan dari pola candlestick dan indikator Moving Average masih memberikan sinyal bahwa trend bullish pada XAU/USD cukup kuat. Momentum kenaikan masih bertahan selama harga tetap berada di atas area support penting di kisaran $4.170. Meski demikian, arah pergerakan harga hari ini sangat ditentukan oleh hasil rapat FOMC dan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dikhawatirkan dapat memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Lebih lanjut, Andy memproyeksikan bahwa apabila tekanan beli kembali muncul setelah keputusan The Fed, emas berpeluang menguji resistance berikutnya di $4.256. Level tersebut menjadi batas penting yang diawasi pasar, karena jika berhasil ditembus, peluang kenaikan lanjutan akan terbuka lebar. Namun apabila terjadi tekanan jual dan harga gagal mempertahankan momentum bullish, emas berpotensi turun kembali ke area $4.177, yang menjadi support terdekat. Penurunan di bawah area tersebut dapat memicu pelemahan lanjutan sebelum harga menemukan area penahan berikutnya.

Dari sisi fundamental global, adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar hampir 90% berdasarkan CME FedWatch Tool menjadi sorotan utama. Walaupun pemangkasan suku bunga biasanya menjadi katalis positif untuk emas, banyak analis memperkirakan Powell akan memberikan pesan yang lebih berhati-hati terkait kebijakan ke depan. Mantan Direktur Urusan Moneter The Fed, Bill English, bahkan menggambarkan potensi terjadinya “hawkish cut”, yaitu pemangkasan suku bunga yang disertai sinyal bahwa ruang pelonggaran berikutnya sangat terbatas. Kondisi ini cenderung menekan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga :  Diversifikasi Pembiayaan BRI Finance Berlanjut, Segmen Alat Berat Menunjukkan Kinerja Positif

Di tengah dinamika tersebut, permintaan emas oleh bank-bank sentral masih memberi dukungan jangka panjang. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) diketahui meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, termasuk tambahan 30.000 troy ons pada November. Namun faktor lain seperti imbal hasil obligasi AS yang solid di 4,178% serta penguatan dolar AS menuju 99,26 tetap menjadi penghambat bagi kenaikan emas dalam jangka pendek.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang beragam, emas berpotensi bergerak volatil menjelang keputusan The Fed. Meskipun tekanan jangka pendek masih terlihat, tren bullish yang sempat terbentuk sebelumnya tetap membuka peluang bagi emas untuk kembali menguat apabila nada kebijakan Fed tidak sehawkish yang dikhawatirkan pasar.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek
KAI Terapkan Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Jadwal Perjalanan KA Mengalami Perubahan
Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:02

Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan

Rabu, 4 November 2026 - 18:02

Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”

Rabu, 4 November 2026 - 17:02

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Rabu, 4 November 2026 - 17:02

KAI Terapkan Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Jadwal Perjalanan KA Mengalami Perubahan

Rabu, 4 November 2026 - 15:02

AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI

Rabu, 4 November 2026 - 15:02

ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran

Berita Terbaru