Mulai dari Duta Besar India di Indonesia Hingga Bos Jababeka Hadir di Roadshow Thermax - Koran Mandalika

Mulai dari Duta Besar India di Indonesia Hingga Bos Jababeka Hadir di Roadshow Thermax

Rabu, 19 Februari 2025 - 19:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 19 Februari 2025 – Perusahaan energi asal India, Thermax, mengungkapkan minatnya untuk bekerja sama dengan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk dalam mengembangkan 100 kawasan industri di Indonesia dalam panel diskusi bertema “Energy Transition in Indonesia: Balancing Growth, Sustainability, and Accessibility”. acara Thermax Roadshow di The Westin pada Selasa (18/02/2025). 

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, MD & CEO, Ashish Bhandari, Founder and Chairman, Setyono Djuandi Darmono dan Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi, Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo. Editor-in-Chief Jakarta Post, Taufiq Rahman, menjadi moderator dalam diskusi tersebut.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut, dengan menekankan pentingnya solusi energi dan manajemen risiko dalam mendukung perkembangan kawasan industri di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerja sama Indonesia dan India di bidang energi berkelanjutan memiliki potensi besar. India memiliki pengalaman yang luas dalam solusi energi, khususnya di sektor energi terbarukan seperti surya, angin, dan biofuel. Kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam hal ketergantungan pada energi batubara.” ujar Sandeep dalam panel diskusi bertema “Energy Transition in Indonesia: Balancing Growth, Sustainability, and Accessibility”.

Sandeep juga menyoroti tantangan serupa yang dihadapi India dan Indonesia dalam hal ketergantungan pada energi batubara. Menurutnya, meski batubara masih diperlukan sebagai bagian dari campuran energi, kedua negara perlu mencari solusi untuk mengolah batubara menuju energi yang lebih bersih.

Baca Juga :  Kolaborasi AI dan Kripto: Webus Akan Investasi USD $300 Juta di XRP

“Penting bagi kedua negara untuk menemukan solusi agar energi batubara menjadi lebih bersih, seperti dengan menggunakan teknologi penangkapan karbon,” tegasnya. 

(Dari kiri ke kanan) Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo; MD & CEO Thermax, Ashish Bhandari; Chairman & Co-Founder PT Jababeka Tbk, S. D. Darmono; dan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam sesi diskusi panel di Thermax Roadshow.

Indonesia, yang berkomitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2050, mendapat perhatian dari Sandeep. “Perusahaan-perusahaan seperti Thermax dapat memainkan peran penting dalam membantu Indonesia mewujudkan komitmen ini,” tambahnya, mengacu pada upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. India sendiri telah memenuhi sebagian besar komitmen nasionalnya di bawah NDC (Nationally Determined Contribution).

Sandeep mengungkap India dan Indonesia bekerja sama dalam berbagai inisiatif internasional seperti International Solar Alliance dan Global Biofuel Alliance serta acara-acara internasional seperti COP 27 yang terbukti penting dalam konteks pembiayaan hijau, yang seringkali lebih rumit dibandingkan pembiayaan konvensional.

Sementara itu, CEO Thermax, Ashish Bhandari, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi Indonesia. Thermax berencana memperkenalkan teknologi inovatif dalam efisiensi energi, dekarbonisasi, dan transisi energi yang dapat membantu sektor industri Indonesia mencapai tujuan net zero emission. “Kami berupaya membantu mengurangi jejak energi dan karbon bagi perusahaan-perusahaan Indonesia,” jelas Ashish. 

Ashish mengungkap Indonesia telah bergabung dalam Just Energy Transition Partnership, yang akan membantu negara ini dalam transisi energi bersih. Strategi ini, menurutnya, akan mendukung industri dalam berkontribusi pada target net zero emission Indonesia pada 2050.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Ikuti Training CSO ISPS Code Bersama Port Academy

Sebagai pengembang kawasan industri, PT Jababeka Tbk telah membangun dan mengelola kawasan industri besar di Cikarang, Jawa Barat, yang telah berkembang pesat selama 36 tahun terakhir. Menurut Founder dan Chairman Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, salah satu kunci keberhasilan mereka adalah membangun infrastruktur berkualitas tinggi dan lingkungan yang bersih dan ramah. 

“Kami mulai dengan membangun instalasi pengolahan air dan pengelolaan limbah, sehingga para pelanggan kami tidak perlu mengandalkan sumber daya air sendiri,” jelas Darmono.

Darmono mengungkap air dalam instalasi tersebut didapat dari Waduk Jatiluhur. Saat ini, Jababeka berencana mengembangkan 100 kawasan industri di seluruh Indonesia, dengan beberapa kawasan telah beroperasi di lokasi, di antaranya Cikarang, Kendal, dan Cilegon.

“Kami memiliki MoU dengan beberapa bupati untuk membangun kawasan industri di berbagai daerah, dan kami berharap kerja sama dengan Thermax dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut,” ujar Darmono.

Kerja sama antara Indonesia dan India di bidang energi terbarukan dan solusi energi berkelanjutan memiliki potensi besar, terutama dalam sektor energi surya, angin, dan biofuel. Kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan solusi seperti teknologi penangkapan karbon serta peningkatan efisiensi energi akan sangat membantu.

Berita Terkait

Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal
Geely Mengungkap Visi AI Full-Domain 2.0 di Auto China 2026
PTPP Optimis Rampungkan Proyek Sekolah Rakyat Aceh Tepat Waktu, Capaian Progres Lampaui Target
Satukan Leadership dan Personal Branding Dalam Pengembangan SDM, KLTC Melakukan MoA Dengan Pamoraya Agency
Konsistensi yang Dijaga: BINUS University Kembali Jadi PTS Nomor 1 di Indonesia versi THE Asia University Rankings 2026
Emas Turun, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Likuiditas Tanpa Menjual Aset
Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari
Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:00

Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal

Selasa, 28 April 2026 - 14:00

Geely Mengungkap Visi AI Full-Domain 2.0 di Auto China 2026

Selasa, 28 April 2026 - 14:00

PTPP Optimis Rampungkan Proyek Sekolah Rakyat Aceh Tepat Waktu, Capaian Progres Lampaui Target

Selasa, 28 April 2026 - 14:00

Satukan Leadership dan Personal Branding Dalam Pengembangan SDM, KLTC Melakukan MoA Dengan Pamoraya Agency

Selasa, 28 April 2026 - 13:00

Konsistensi yang Dijaga: BINUS University Kembali Jadi PTS Nomor 1 di Indonesia versi THE Asia University Rankings 2026

Selasa, 28 April 2026 - 12:00

Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari

Selasa, 28 April 2026 - 11:00

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Selasa, 28 April 2026 - 11:00

Resilien di Tengah Koreksi Harga Batubara, Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Tetap Ekspansif

Berita Terbaru

Teknologi

Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal

Selasa, 28 Apr 2026 - 14:00