Pak Bupati, Jembatan di Desa Kateng Hampir Amblas, Butuh Alat Berat - Koran Mandalika

Pak Bupati, Jembatan di Desa Kateng Hampir Amblas, Butuh Alat Berat

Sabtu, 28 Desember 2024 - 20:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Kamis (26/12/2024) kemarin mengakibatkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan parah. Seperti yang terjadi di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, terdapat sebuah jembatan yang hampir amblas digerus arus sungai.

Jembatan penghubung 8 Dusun di Desa Kateng tersebut sepanjang 3 kilometer (KM). Jalan itu dibuat sejak tahun 1971 silam. Hanya saja, sampai saat ini akses itu belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi.

“Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang lamban menangani persoalan ini. Padahal, sejak beberapa hari yang lalu kami sudah laporkan ke Kadis PUPR Lombok Tengah untuk menerjunkan alat beratnya membersihkan ranting kayu yang tersumbat di jembatan itu,” kata Anggota DPRD Lombok Tengah Lalu Galih Setiawan kepada media, Sabtu (28/12/2024).

Anggota Komisi I DPRD Lombok Tengah ini menyayangkan lambangnya respon pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa, jika respon pemerintah cepat maka jembatan tersebut tak akan mengalami kerusakan serius.

“Makanya kami sangat menyayangkan hal itu. Coba dari kemarin cepat menanggapi laporan masyarakat,” keluhnya.

Baca Juga :  Bupati Lombok Tengah Ngebet Bangun SMA Taruna Nusantara di Desa Lantan

Menurut Galih, jalan tersebut tak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah karena statusnya merupakan jalan embung milik Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Tapi insyaallah hasil koordinasi saya dengan Dinas terkait tadi secepatnya akan menerjunkan alat berat untuk membersihkan ranting kayu yang tersumbat di jembatan itu,” imbuhnya.

DPRD Dapil IV Lombok Tengah ini mengaku kerap mendapatkan masukan dari masyarakat akibat kondisi jalan tersebut. Baik saat reses maupun saat bertemu di pertemuan non formal.

“Makanya ini akan menjadi perhatian saya sebagai anggota dewan. Dan ini harus menjadi atensi pemerintah daerah,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat
Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika
Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8
MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional
108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat
InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP
Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia
27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:42

PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani

Berita Terbaru

Teknologi

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:02