Persaingan AI Makin Seru, Alibaba Kenalkan Qwen 2.5-Max sebagai Penantang DeepSeek - Koran Mandalika

Persaingan AI Makin Seru, Alibaba Kenalkan Qwen 2.5-Max sebagai Penantang DeepSeek

Sabtu, 1 Februari 2025 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alibaba baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka yang diberi nama Qwen 2.5-Max. Model AI ini diproyeksikan untuk menjadi pesaing kuat GPT-4o dari OpenAI dan DeepSeek-V3. Dengan kemampuan canggih dan harga yang lebih terjangkau, Qwen 2.5-Max hadir untuk memberikan pilihan baru di pasar yang semakin ketat ini. 

Keunggulan Qwen 2.5-Max

Model AI buatan Alibaba Qwen 2.5-Max dibangun dengan teknologi yang sangat canggih, salah satunya adalah arsitektur mixture-of-experts (MoE), yang memungkinkan model ini memproses data dalam jumlah besar secara efisien.

Alibaba juga menggunakan teknik pembelajaran lanjutan seperti supervised fine-tuning dan reinforcement learning from human feedback untuk melatih model ini, membuatnya semakin pintar dalam memecahkan masalah. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil uji coba menunjukkan bahwa model ini dapat menyelesaikan tugas-tugas yang cukup rumit, seperti pemrograman secara langsung dan analisis data multimodal—artinya Qwen 2.5-Max bisa memproses teks, gambar, dan video sekaligus.

Keunggulan ini membuat Qwen 2.5-Max sangat menarik, karena tidak hanya bisa melakukan tugas dasar seperti percakapan, tetapi juga mampu menganalisis data yang lebih kompleks dan melakukan tugas-tugas yang lebih teknis.

Qwen 2.5 Max Siap Hadapi DeepSeek

DeepSeek adalah sebuah startup AI asal China yang belakangan ini viral karena kemunculannya berhasil menguncang pasar crypto dan saham pada 27 Januari lalu. Keberhasilan DeepSeek, yang mampu mengembangkan teknologi dengan biaya rendah, membuat perusahaan-perusahaan besar seperti Alibaba harus berpikir keras untuk tetap kompetitif. 

Salah satu responsnya adalah dengan meluncurkan Qwen 2.5-Max yang tidak hanya efisien tetapi juga lebih terjangkau, memberikan alternatif bagi banyak bisnis yang ingin memanfaatkan teknologi AI tanpa menguras anggaran.

Baca Juga :  LindungiHutan Luncurkan eBook Green Branding untuk Dorong Praktik Bisnis Berkelanjutan

Selain itu, kehadiran versi Qwen 2.5-VL yang lebih canggih juga mampu mengerjakan lebih dari sekadar teks. Qwen 2.5-VL dapat memahami video, menganalisis gambar, mengenali objek dalam film atau acara TV, bahkan mengontrol perangkat lunak seperti aplikasi di PC atau ponsel.

Fitur-fitur canggih ini membuatnya sangat serbaguna, dan Alibaba semakin memperkuat posisinya sebagai pemain besar di dunia AI.

Tantangan yang Dihadapi Qwen 2.5-Max

Meski memiliki banyak keunggulan, Qwen 2.5-Max tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah regulasi ketat di China. 

Pemerintah China mengharuskan setiap model AI yang dikembangkan untuk mengikuti pedoman yang terkait dengan nilai-nilai sosial dan politik, yang tentu saja membatasi kebebasan pengembangan. Ini menjadi kendala, karena model-model AI dari China, termasuk Qwen, harus mematuhi batasan ini, sementara model dari Barat tidak terikat dengan aturan serupa.

Selain itu, meski Qwen 2.5-VL menawarkan banyak fitur menarik, model ini masih menghadapi beberapa masalah teknis. Sebagai contoh, meskipun dapat mengontrol perangkat lunak dengan baik, uji coba menunjukkan bahwa Qwen 2.5-VL belum sepenuhnya sempurna dalam beberapa aplikasi dunia nyata, seperti pengendalian desktop yang lebih kompleks.

Masa Depan Persaingan AI di China

Dengan semakin banyaknya perusahaan teknologi besar seperti ByteDance dan Tencent yang juga mengembangkan model-model AI mereka sendiri, persaingan di pasar AI China semakin memanas. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan teknologi AI bagi perusahaan-perusahaan di China. 

Baca Juga :  Panduan bagi Perusahaan dalam Memilih LED Videotron Indoor: Fokus Kualitas & ROI

Bahkan beberapa pengamat, termasuk Presiden AS terpilih Donald Trump, menyebut kemajuan China dalam AI sebagai sebuah “peringatan” bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya.

Kesimpulan

Peluncuran Qwen 2.5-Max oleh Alibaba menjadi langkah besar dalam dunia kecerdasan buatan, menandai semakin sengitnya persaingan di industri AI global. 

Dengan kemampuan canggihnya dan harga yang lebih terjangkau, Qwen 2.5-Max berpotensi mengubah cara kita melihat dan menggunakan AI di berbagai sektor.

Meskipun ada tantangan terkait regulasi dan masalah teknis, keberadaan model ini memberi harapan baru bagi perkembangan teknologi AI di masa depan.

Di sisi lain, seiringan dengan terus berkembangnya pasar cryptocurrency dan teknologi blockchain, Bittime tidak hanya menjadi aplikasi jual beli kripto, tetapi juga memberi edukasi bagi penggunanya untuk lebih memahami dunia crypto dan trading.

Bagi kamu yang ingin mulai terjun ke dalam dunia crypto, Bittime adalah pilihan yang tepat untuk memulai perjalanan trading yang aman dan menyenangkan.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50

Dua Alat Bukti Cukup, Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Jadi Tersangka

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:28

Uang Rp50 Ribu Jadi Umpan, 7 Anak Jonggat Diduga Jadi Korban

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:12

Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll DLH Lombok Tengah, Empat Tersangka Resmi Ditahan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:42

Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:01

Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:58

Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:53

Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:05

Sekda Lombok Tengah Dipanggil Jaksa, Pemeriksaan Berkaitan dengan Kasus Dump Truck?

Berita Terbaru