Program Padat Karya Kementerian PU Hadirkan Harapan dan Penghidupan bagi Lebih dari 44 Ribu Warga Terdampak Bencana Sumatera - Koran Mandalika

Program Padat Karya Kementerian PU Hadirkan Harapan dan Penghidupan bagi Lebih dari 44 Ribu Warga Terdampak Bencana Sumatera

Senin, 26 Januari 2026 - 11:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG, 20 Januari 2026 – Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera masih terus berlangsung. Selain mengerahkan sejumlah besar alat berat, penanganan itu kini dilakukan dengan mengimplementasikan Program Padat Karya Tunai (PKT).

Implementasi PKT yang dilakukan oleh Kementerian PU ini tidak hanya fokus pada upaya pembersihan dan perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Hingga 17 Januari 2026, tercatat sebanyak 44.954 warga lokal telah terlibat dalam program ini.

Program PKT juga menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memulihkan sendi-sendi kehidupan masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembersihan material sisa bencana, seperti lumpur yang menumpuk di fasilitas publik dan permukiman, dilakukan secara intensif dengan melibatkan partisipasi aktif warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan pascabencana memiliki dua dimensi, yaitu pemulihan fisik dan pemulihan ekonomi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan upaya menggerakkan kembali roda perekonomian warga yang sempat lumpuh.

“Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, di-support penuh oleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya income (pendapatan) kembali, apalagi banyak yang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana,” ujar Menteri Dody.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan PPPU Energy Academy, Perkuat Kendali Emisi Udara di Lingkungan Industri

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menerapkan strategi taktis di lapangan. Untuk lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh alat berat, pengerjaan dioptimalkan menggunakan tenaga manusia (padat karya) dengan dukungan peralatan berukuran kecil. Metode ini terbukti efektif menjangkau seluruh area terdampak hingga ke sudut-sudut permukiman padat dan fasilitas umum vital, memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh.

Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Di SMK 3 Aceh Tamiang, misalnya, meskipun genangan lumpur masih terlihat pada Senin (19/1/2026), aktivitas pembersihan yang dilakukan warga memberikan harapan baru.

Tri Kurniawan, warga Karang Baru, Aceh Tamiang, menuturkan bahwa Program Padat Karya Tunai menjadi penyelamat ekonominya pascabencana. Selama dua pekan terakhir, ia terlibat aktif membersihkan lumpur di lingkungan permukiman, Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, SMK 3 Aceh Tamiang, hingga SMP Negeri 2 Karang Baru.

“Alhamdulillah, ada pekerjaan. Kita kan sudah tidak ada pekerjaan setelah banjir. Kemarin diajak kakak yang kerja di huntara,” ujar Tri.

Bagi Tri, upah yang diterimanya sangat dapat menopang kebutuhan hidup sehari-hari dan membantu orang tuanya yang tidak lagi bisa bekerja akibat bencana.

Hal senada diungkapkan Ikhsan Putra, warga Kuala Simpang. Sebelum bencana, Ikhsan menggantungkan hidup sebagai pedagang makanan ringan. Namun, kerusakan lingkungan akibat banjir memaksanya menghentikan usaha. Melalui pelibatan dalam pembersihan saluran drainase dan fasilitas umum, Ikhsan kini memiliki penghasilan pengganti.

Baca Juga :  Merayakan Tiga Tahun Inovasi Akar Rumput: Accelerator Lab UNDP Indonesia Dorong Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan

“Sejak banjir, warung saya tidak bisa jalan karena rumah dan lingkungan kotor semua. Dengan ikut padat karya ini, saya bisa tetap punya penghasilan sambil membersihkan daerah sendiri,” tutur Ikhsan, seraya menambahkan bahwa upah hariannya dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya.

Berdasarkan data Kementerian PU per 17 Januari 2026, program penanganan bencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini telah menyerap 44.954 orang tenaga kerja. Program ini diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagi warga terdampak untuk bangkit, menata kembali lingkungan, sekaligus memulihkan kondisi ekonomi masyarakat secara bermartabat.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub
FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia
Kontribusi Freeport ke Negara Sentuh Rp 187 Triliun
Kesalahan Psikologis yang Sering Dilakukan Trader di Pasar Keuangan
Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:05

Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Sabtu, 11 April 2026 - 10:49

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Berita Terbaru

Teknologi

Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:00