Program Pengelolaan Sampah Nasional: Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah - Koran Mandalika

Program Pengelolaan Sampah Nasional: Kementerian PU Ajak Masyarakat Mulai Kekola Sampah dari Rumah

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 14 Oktober 2025 – Gerakan mengelola sampah dari rumah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga merupakan langkah membangun fondasi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan, demi tercapainya target 100% pengelolaan sampah nasional pada 2029.

Sebagai bagian dari upaya itu, sekaligus memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2025, Kementerian PU menggelar acara “Women’s Talk Kelola Sampah dari Rumah” pada Senin (13/10/2025). Acara ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah nasional sejatinya bisa diurai jika setiap keluarga mengambil peran aktif.

Inisiatif yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PU ini menyoroti sebuah fakta penting. Penasihat DWP Kementerian PU, Irma Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa separuh atau 50% sampah yang dihasilkan di Indonesia berasal dari aktivitas rumah tangga. Fakta ini menegaskan bahwa kunci untuk mengurangi beban pengelolaan sampah secara nasional ada di tangan setiap keluarga.

“Rumah adalah ruang terkecil namun terkuat dalam membentuk perilaku. Jika dimulai dari rumah untuk membiasakan diri mengurangi serta memisahkan sampah organik dan anorganik, maka orang tua telah memberi teladan nyata untuk menghasilkan generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,” kata Penasihat DWP Irma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Irma meyakini bahwa perempuan memegang peran strategis sebagai motor penggerak perubahan di dalam rumah. Gerakan kecil yang dimulai dari dapur dan halaman rumah ini diyakini dapat meluas menjadi sebuah gerakan masif di tingkat komunitas, kota, hingga akhirnya skala nasional.

Baca Juga :  Hisense TV Pertahankan Peringkat No.2 Global pada Tahun 2024 dan Pimpin Pasar TV 100 Inci di Seluruh Dunia

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak ibu-ibu di lingkungan Kementerian PU berbagi inspirasi dan aksi nyata kurangi sampah dari rumah. Mari bersama-sama kita jadikan keluarga besar PU sebagai contoh dan teladan dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat, serta kota dan lingkungan yang manusiawi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Irma.

Dukungan penuh juga datang dari Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, yang turut hadir dalam acara tersebut. Diana Kusumastuti menekankan pentingnya memulai aksi nyata pemilahan sampah dari diri sendiri, dari rumah, dan dari lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan pembiasaan di lingkungan terkecil adalah fondasi untuk sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kita perlu gerakan perubahan yang masif mulai dari lingkungan kecil di rumah hingga lingkungan yang lebih besar lagi dan saya harap ibu-ibu di Kementerian PU dapat menjadi contoh agen perubahan tersebut. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya oleh pemerintah pusat sendiri, tapi harus bersama-sama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan juga kita sendiri, masing-masing harus bisa memilah dan mengelola sampah,” ungkap Wamen Diana.

Sebagai konteks, data menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan. Sejak tahun 2021, kota-kota di seluruh Indonesia telah menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah setiap tahunnya. Sebagian besar dari timbunan sampah tersebut, sayangnya, masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kini banyak di antaranya sudah kelebihan kapasitas.

Baca Juga :  5 Memecoin Ethereum Terpopuler: Bagaimana Potensinya di 2024

Oleh karena itu, untuk mengejar target 100% pengelolaan sampah pada 2029, peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2025 secara khusus mengangkat tema global Urban Crisis Response: People-Centred Smart Cities dan tema nasional “Aksi Pilah Sampah Menuju Indonesia Bersih Indonesia Sehat: Kota Cerdas yang Manusiawi”. Fokus utamanya adalah mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dian Irawati, menambahkan bahwa tercapainya target besar ini memerlukan kerja sama dari semua pihak.

“Kota cerdas yang memanusiakan penduduknya membutuhkan ekosistem yang kolaboratif, dari perencanaan yang presisi sampai membentuk kebiasaan warganya di level rumah tangga. Ketika rumah tangga, sekolah, dan komunitas bergerak serempak, target 2029 lebih dekat tercapai,” ujar Dian.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

About Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi
Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026
Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik
Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci
SCALECON 2027, Konferensi Agentic AI Untuk Bisnis Indonesia
BINUS @Semarang Dorong Transformasi Digital melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence
Rayakan 12 Tahun, Waskita Beton Precast Hadirkan Berbagai Aksi Nyata melaluii Program TJSL

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:35

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:40

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Berita Terbaru