Social Engineering: Modus Baru Penipuan yang Bikin Korban Ajukan Kredit Tanpa Sadar - Koran Mandalika

Social Engineering: Modus Baru Penipuan yang Bikin Korban Ajukan Kredit Tanpa Sadar

Rabu, 3 September 2025 - 09:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di era seba digital, teknologi semakin banyak memberikan kemudahan di dalam kehidupan. Sayangnya, berbagai kemudahan yang dihadirkan kerap berpeluang untuk dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab. Salah satu modus kejahatan yang kian marak terjadi adalah social engineering. Bukan dengan meretas sistem, namun kejahatan ini dilancarkan melalui manipulasi psikologis.

Alih alih membobol akun secara paksa, pelaku kejahatan justru memancing korban memberikan akses data pribadi secara sukarela. Dengan mengandalkan skenario yang meyakinkan, korban yang menjadi target modus penipuan ini dapat dengan mudahnya mengikuti pelaku kejahatan tanpa rasa curiga. Kenapa Social Engineering Itu Berbahaya?

Modus ini bekerja dengan memanfaatkan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Kepercayaan kita terhadap pihak yang seolah resmi

2. Kelengahan saat panik atau tergesa-gesa

3. Kurangnya pemahaman soal keamanan data pribadi

Hasilnya? Bisa saja tanpa sadar kita menyetujui transaksi atas nama diri sendiri.

Kejahatan social engineering tidak terpaku kepada satu pola tertentu, karena pelaku bisa menyamar sebagai customer service, sales, agen perekrutan, atau bahkan rekan tertentu. Bentuknya beragam, mulai dari iming-iming hadiah, lowongan kerja palsu, hingga permintaan bantuan aktivasi akun.

Baca Juga :  Permudah Diversifikasi Investasi, Crypto Exchange Fasset Hadirkan Fitur “Crypto Bundles”

Tujuan utamanya sebatas untuk mengelabui korban memberikan data data pribadi secara sukarela. Beberapa contoh social engineering yang sering memakan korban antara lain:

1. Iming-iming Hadiah atau Promo

Dijanjikan cashback, voucher, atau promo besar-besaran. Syaratnya, kirim data pribadi atau selfie dengan identitas. Pelaku kejahatan berpura-pura sebagai pihak resmi.

2. Lowongan Kerja Palsu

Mengaku sebagai HR atau perekrut, pelaku meminta korban mengisi data lewat aplikasi pembiayaan dengan alasan proses administrasi rekrutmen.

3. Permintaan Aktivasi Akun oleh Sales Gadungan

Oknum sales gadungan menyamar sebagai pihak resmi, meminta bantuan aktivasi akun dengan menyerahkan data dan verifikasi wajah.

4. Pinjam HP, Lalu Diam-Diam Akses Aplikasi

Pelaku awalnya meminta izin untuk membantu, tapi kemudian langsung menyelesaikan proses verifikasi di dalam aplikasi tanpa sepengetahuan.

Tanda-tanda Kamu Sedang Menjadi Target Penipuan

1. Ada pihak yang mengaku dari institusi resmi, biasanya melalui telepon, pesan WhatsApp, atau media sosial

2. Pelaku menggunakan bahasa yang meyakinkan, namun terkesan mendesak

Baca Juga :  KAI Divre IV Tanjungkarang Hadirkan Rail Clinic di Stasiun Kotabumi, Wujud Pelayanan dan Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat

3. Kemudian kamu diminta mengisi data atau klik tautan tertentu

4. Target kejahatan diminta melakukan selfie dengan KTP, verifikasi wajah, atau memasukkan kode OTP

Cara Melindungi Diri dari Modus Kejahatan Ini

1. Selalu cek sumber informasi

Hubungi dan verifikasi langsung ke pihak resmi. Pengguna Akulaku bisa menghubungi call center 1500920 atau melalui email cs.id@akulaku.com

2. Jaga kerahasiaan data sensitif

Jangan pernah bagikan data sensitif kepada siapa pun, bahkan jika ada yang mengaku sebagai petugas resmi.

3. Selalu waspada

Selalu waspada. Penyedia layanan tidak pernah meminta pengguna untuk melakukan selfie dengan KTP atau verifikasi wajah di luar aplikasi resminya.

4. Laporkan

Segera laporkan bila kamu menemukan aktivitas yang mencurigakan ke institusi terkait.

Sebagai perusahaan penyedia layanan pembiayaan digital, PT Akulaku Finance Indonesia memastikan seluruh proses pendaftaran atau pengajuan hanya sah jika dilakukan langsung oleh pemilik data, secara sadar dan tanpa paksaan.

Selalu waspada dan jaga data pribadimu. Jangan pernah biarkan penipu mengambil keuntungan dari kelengahan kita. Waspada sekarang, aman di kemudian hari.

Berita Terkait

Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Senin, 6 April 2026 - 07:37

Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Kamis, 2 April 2026 - 18:12

Kasus Gratifikasi NTB Memanas! Tiga Terdakwa Siap Lapor ke Pejabat Tinggi di Jakarta

Berita Terbaru