Strategi Digital Marketing 2026: Menjawab Tantangan AI, Social Commerce, dan Perubahan Perilaku Konsumen - Koran Mandalika

Strategi Digital Marketing 2026: Menjawab Tantangan AI, Social Commerce, dan Perubahan Perilaku Konsumen

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi tahun 2026, berbagai bisnis di Indonesia mulai mengalami perubahan mendasar dalam efektivitas strategi digital marketing yang selama ini mereka jalankan. Kenaikan biaya iklan, penurunan korelasi antara traffic dan penjualan, serta perubahan perilaku konsumen yang bergeser ke platform tertutup seperti WhatsApp dan TikTok menjadi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.

Perubahan algoritma mesin pencari, munculnya AI Search, serta tren zero-click results juga menggeser peran website dari pusat informasi menjadi referensi pendukung. Di sisi lain, proses pengambilan keputusan konsumen kini dipengaruhi oleh konten video, rekomendasi kreator, dan sinyal sosial yang tersebar melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

Viktor Iwan, CEO Doxadigital, menyatakan: “Banyak brand masih menerapkan logika digital lama di ekosistem yang sudah berubah total. Tantangan hari ini bukan sekadar memilih channel, tapi mengintegrasikan semua channel agar bergerak selaras menuju tujuan bisnis. Di era dominasi AI dan konten video, keunggulan hanya dimiliki oleh bisnis yang mampu mengorkestrasi strategi berbasis data, komunitas, dan relevansi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu perubahan terbesar di tahun 2026 adalah dominasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dalam eksekusi digital marketing. Platform seperti Google dan Meta kini mengelola bidding, targeting, hingga optimalisasi konten secara otomatis. Peran marketer bergeser dari teknisi menjadi arsitek strategi yang mampu mengatur sinyal data untuk mengarahkan sistem AI mencapai objektif bisnis.

Baca Juga :  Telkom Indonesia dan Pemda Aceh Selenggarakan Workshop Pemanfaatan AI untuk Guru di Aceh

SEO juga mengalami evolusi, dari yang sebelumnya berfokus pada kata kunci (keyword-centric), kini menjadi berbasis entitas dan jawaban (entity-first & answer-based). Visibilitas brand menjadi lebih penting daripada sekadar mendapatkan klik, mengingat banyak jawaban kini diberikan langsung oleh AI melalui AI Overview, chatbot, atau voice assistant.

Tren social commerce semakin kuat. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk melalui mesin pencari, tetapi menemukannya dari video pendek, live shopping, dan kolaborasi kreator. Konversi dan awareness kini bisa terjadi di platform yang sama — tanpa harus keluar dari aplikasi.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah pentingnya first-party data sebagai aset strategis. Dengan hilangnya cookie pihak ketiga dan semakin ketatnya regulasi privasi, bisnis dituntut membangun database pelanggan sendiri melalui CRM, WhatsApp, email, dan program loyalitas. Bahkan, WhatsApp kini berfungsi sebagai chat-based funnel utama yang menggantikan peran tradisional landing page dalam proses konversi, terutama untuk produk dengan nilai tinggi dan layanan B2B.

Kreator dan komunitas juga telah menggantikan iklan sebagai mesin utama kepercayaan. Konsumen cenderung mempercayai pengalaman kreator dan komunitas daripada klaim satu arah dari brand. Model kolaborasi jangka panjang, co-creation, dan affiliate-based creator ecosystem menjadi pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Terkait strategi kanal, pendekatan omnichannel bukan lagi keunggulan, melainkan standar. Konsistensi pesan, data, dan pengalaman harus dijaga di seluruh platform — mulai dari TikTok, Google, marketplace, hingga WhatsApp dan email. Tantangan terbesar bukan berada di banyak platform, tetapi menjaga alur dan narasi yang utuh di antaranya.

Baca Juga :  PTPP Hadir sebagai Satu-satunya Perusahaan Konstruksi Se-Asia Pasifik di Ajang DCD Connect Asia Pacific 2025, Kuatkan Posisi di Industri Data Center

Di Indonesia, fenomena seperti Treatonomics (belanja sebagai bentuk self-reward), dominasi super-app, serta pentingnya narasi halal sebagai gaya hidup menjadi faktor lokal yang mempercepat disrupsi strategi digital marketing. Selain itu, mayoritas konsumen kini merupakan generasi digital-native yang lebih kritis, cepat mengambil keputusan, dan menuntut transparansi serta autentisitas dari brand.

Pada akhirnya, pendekatan performance marketing pun bergeser dari metrik superfisial seperti klik dan impressions menuju outcome bisnis nyata seperti revenue, profit margin, dan customer lifetime value (CLV). Kampanye yang terlihat ramai, tapi tidak berdampak langsung ke pertumbuhan bisnis, mulai ditinggalkan.

Artikel Lengkap Bisa Membaca di https://doxadigital.com/tips-pemasaran/strategi-digital-marketing-2026/

Peran Doxadigital di Era Baru Digital Marketing

Doxadigital Creative Digital Marketing Agency hadir sebagai mitra strategis bagi brand dan bisnis yang ingin berkembang dalam lanskap digital yang semakin kompleks dan berbasis AI. Dengan pengalaman dalam mengelola strategi SEO berbasis entitas, performance marketing, konten video, dan orkestrasi funnel berbasis data, Sebagai agensi yang memprioritaskan kolaborasi jangka panjang, Doxadigital mendampingi bisnis untuk tidak hanya relevan, tetapi juga unggul dalam kompetisi digital yang terus berubah.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub
FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia
Kontribusi Freeport ke Negara Sentuh Rp 187 Triliun
Kesalahan Psikologis yang Sering Dilakukan Trader di Pasar Keuangan
Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:00

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Beri Dukungan kepada Sekda Baru

Sabtu, 11 April 2026 - 10:49

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Berita Terbaru

Teknologi

Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:00