Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal - Koran Mandalika

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 19:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, mencatat sebanyak 3.517 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di NTB, terhitung Januari hingga September 2026.

Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Firkri, mengatakan dari 10 Kabupaten Kota di NTB, beban absolut tertinggi di Kota Mataram sebanyak 878 kasus, Kabupaten Sumbawa sebanyak 746 kasus, dan Kabupaten Dompu sebanyak 579 kasus.

Sedangkan, kasus gigitan di dominasi oleh anjing yakni sebanyak 75,99 persen, kucing sebanyak 21 persen, dan monyet 1 persen.

“Jadi sekitar 24,96 perse itu di Kota Mataram, 21 persen nya di Sumbawa, dan di Dompu itu sekitar 16 persen,” kata Fikri, Senin (14/9).

Kemudian, dari total 3. 517 kasus gigitan tersebut, 4 dianataranya meninggal dunia yakni di Bima 1 orang, Kabupaten Sumbawa 2 orang, dan di Kota Bima 1 orang.

Fikri menjelaskan dari kasus kematian tersebut perlu dikalukan investigasi terkait pertolongan pertama yang dilakukan, riwayat gigitan, jarak fasilitas kesehatan, dan pemberian vaksin.

Baca Juga :  Objek Wisata jadi Perhatian Khusus, Ada Apa Pak Polisi?

“Jadi ini harus kita waspadai juga. Kalau dia terlambat untuk ditangai ada risiko dari sisi kematian,” jelasnya.

Sebagai pertolongan pertama, Fikri menyarankan agar segera mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun.

Setelah itu, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin.

“Cuci luka denga sabun dan air mengalir minimal 15 menit. Pastikan jika tergigit anjing liar itu segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya (dik)

Berita Terkait

Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:02

Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Berita Terbaru