Wamenpar Apresiasi Sade Social Space, Mandalika Makin Kaya Atraksi - Koran Mandalika

Wamenpar Apresiasi Sade Social Space, Mandalika Makin Kaya Atraksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenpar RI Ni Luh Enik Ermawati meninjau penyelesaian pembangunan unit percontohan akomodasi di Sade Social Space atau depan Bazar Mandalika. (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Wamenpar RI Ni Luh Enik Ermawati meninjau penyelesaian pembangunan unit percontohan akomodasi di Sade Social Space atau depan Bazar Mandalika. (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, alias Ni Luh Puspa, mengapresiasi kehadiran Sade Social Space di kawasan The Mandalika sebagai inovasi atraksi wisata baru yang dinilai mampu memperkuat daya tarik destinasi sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu disampaikan Ni Luh saat meninjau penyelesaian pembangunan unit percontohan akomodasi di Sade Social Space atau depan Bazar Mandalika.

Menurut Ni Luh, salah satu tantangan utama pariwisata NTB saat ini adalah belum meratanya penyebaran wisatawan. Kunjungan masih terkonsentrasi di sejumlah destinasi tertentu, sementara kawasan lain seperti Sumbawa memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu menghadirkan daya tarik baru di destinasi-destinasi yang besar dan luas sehingga wisatawan bisa menyebar dan menikmati atraksi yang berbeda-beda,” ujarnya.

Dia menilai, dari sisi infrastruktur, The Mandalika sudah memiliki modal yang sangat baik. Akses dari Bandara Internasional Lombok menuju kawasan Mandalika yang hanya sekitar 30 menit melalui jalan bypass dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata.

Meski demikian, Ni Luh menegaskan bahwa pekerjaan rumah berikutnya adalah menghadirkan lebih banyak inovasi agar Mandalika tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan ajang MotoGP.

“PR-nya sekarang adalah bagaimana The Mandalika tidak hanya mengandalkan MotoGP, tetapi juga menghadirkan inovasi-inovasi atraksi baru. Salah satunya yang sekarang sudah dilakukan adalah menghadirkan Sade Social Space untuk sport tourism,” katanya.

Nih Luh menjelaskan, keberadaan fasilitas tersebut membuka peluang pasar wisata yang lebih luas. Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan balapan internasional, tetapi juga dapat menikmati aktivitas olahraga seperti padel dengan suasana khas Mandalika.

“Jadi tidak hanya orang datang untuk menonton MotoGP, tetapi juga komunitas atau grup yang gemar bermain padel bisa datang ke Sade Social Space ini,” ungkapnya.

Konsep serupa, lanjut Ni Luh, juga perlu dikembangkan di daerah lain di NTB dengan mengangkat potensi masing-masing. Sumbawa, misalnya, memiliki kekuatan pada atraksi budaya yang perlu didukung melalui peningkatan infrastruktur dan pengemasan destinasi agar semakin menarik bagi wisatawan.

Menurutnya, pemerataan kunjungan wisata hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, dan asosiasi pariwisata.

Selain itu, Wamenpar menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata Indonesia saat ini mengedepankan konsep quality over quantity, yakni meningkatkan kualitas destinasi agar wisatawan memiliki pengalaman yang lebih baik dan terdorong membelanjakan uang lebih banyak selama berkunjung.

Baca Juga :  Festival Olahraga dan Seni Medical FKIK Unram Meriah

“Kualitas bukan sekadar mendatangkan wisatawan yang sudah memiliki spending tinggi, tetapi bagaimana kita membuat wisatawan yang datang menjadi membelanjakan lebih banyak karena produk dan atraksi yang kita tawarkan berkualitas,” jelasnya.

Dia menambahkan, keberagaman atraksi yang dikemas dengan baik akan meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan. Namun, upaya tersebut juga harus dibarengi dengan penyelesaian berbagai persoalan mendasar seperti pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, hingga infrastruktur pendukung lainnya agar tidak mengurangi keindahan destinasi.

Dalam kesempatan itu, Ni Luh juga memberikan apresiasi kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) atas keberaniannya menghadirkan atraksi baru di luar balap motor maupun balap mobil.

“Saya awalnya sempat berpikir apakah ini akan menarik, ternyata hasilnya bagus. Luar biasa sudah berani menghadirkan atraksi di luar balap motor maupun balap mobil. Mudah-mudahan ini sukses,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemerintah bersama pengelola kawasan akan terus menghadirkan berbagai inovasi baru di Mandalika. Meski belum dapat mengungkapkan rencana tersebut secara rinci, dia memastikan akan ada kejutan-kejutan baru untuk menjaga daya tarik kawasan.

“Kalau itu-itu saja, wisatawan tentu akan bosan. Karena itu kita akan selalu menghadirkan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Di sisi lain, Ni Luh menilai peningkatan kapasitas akomodasi masih menjadi kebutuhan penting bagi Mandalika. Oleh kerena itu, pihaknya mendukung langakah ITDC membangun unit percontohan akomodasi.

Ni Luh menilai, dengan bertambahnya jumlah hotel dan fasilitas penginapan, kawasan tersebut diyakini akan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhamad Nursiah, yang juga mendampingi Wamenpar RI mengapresiasi pembangunan akomodasi dan fasilitas baru di kawasan The Mandalika yang dinilai menjadi bukti nyata komitmen InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam mengembangkan destinasi pariwisata di Lombok Tengah.

Menurutnya, pembangunan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Alhamdulillah, ini merupakan pengembangan pembangunan kawasan wisata di Lombok Tengah yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa ITDC tidak hanya mengundang investor untuk membangun, tetapi juga ikut membangun secara langsung. Tentu kami sangat bersyukur karena manfaatnya bisa dirasakan masyarakat maupun daerah,” ujar Nursiah.

Nursiah mengungkapkan, tingginya minat wisatawan terhadap fasilitas yang baru dibangun terlihat dari tingkat pemesanan kamar yang sudah penuh sejak beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelumnya. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin meningkat menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Baca Juga :  Tiga Pejabat Eselon II Pemprov NTB Purna Tugas di Akhir 2025

Karena itu, Nursiah mengajak seluruh pihak mendukung berbagai kebijakan dan langkah pengembangan yang dilakukan ITDC demi kemajuan kawasan The Mandalika.

“Semuanya harus kita dukung karena ini menjadi kepentingan bersama. Semoga seluruh program pengembangan kawasan Mandalika berjalan sukses,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Direktur ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa strategi pengembangan The Mandalika ke depan tidak lagi bergantung pada penyelenggaraan MotoGP semata.

Menurutnya, kawasan tersebut harus memiliki beragam daya tarik agar tetap ramai dikunjungi wisatawan sepanjang tahun.

“Kami tidak ingin Mandalika bergantung pada MotoGP saja. Karena itu kami membangun ekosistem pariwisata yang lengkap, bukan hanya hotel, tetapi juga tempat hangout, restoran, fasilitas olahraga, hingga wellness sehingga semuanya saling terintegrasi,” ujarnya.

Selain melengkapi fasilitas pendukung, ITDC juga terus membuka peluang bagi investor untuk menghadirkan atraksi wisata baru berskala besar.

Fajar mencontohkan, konsep taman hiburan tematik seperti Lotte World menjadi salah satu inspirasi yang diharapkan suatu saat dapat hadir di Mandalika.

“Ke depan kami mengundang investor-investor besar, bukan hanya membangun hotel, tetapi juga menghadirkan daya tarik baru. Misalnya kawasan tematik yang bisa dinikmati seluruh keluarga, sehingga wisatawan datang bukan hanya karena pantai atau MotoGP, tetapi karena banyak pilihan atraksi,” jelasnya.

Fajar menilai makin banyak atraksi yang tersedia, kian besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan.

Menjelang MotoGP, ITDC juga telah menyiapkan solusi sementara untuk mengatasi kebutuhan akomodasi yang terus meningkat. Rencana tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Fajar memastikan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas dalam setiap pengembangan kawasan. Dia menyebut penyelenggaraan MotoGP sebelumnya mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.

“Semakin banyak hotel dan fasilitas yang dibangun, kian besar pula peluang kerja bagi masyarakat lokal. Harapannya kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” katanya.

Saat ini pembangunan akomodasi baru tersebut ditargetkan rampung sebelum MotoGP digelar. Dari total 38 kamar yang direncanakan, delapan kamar telah selesai dibangun, sedangkan 30 kamar lainnya ditargetkan tuntas pada awal September 2026.

Selain kamar, restoran dan fasilitas pendukung lainnya juga akan segera dioperasikan. Seluruh pengelolaan akomodasi akan dilakukan secara profesional dengan sistem layanan yang terstandar guna memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika. (wan)

Berita Terkait

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB
Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi
Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia
Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun
Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram
Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Program TJSL di Tabanan Bali

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:02

Pembiayaan EV BRI Finance Melonjak 13,8 Kali, Minat Kendaraan Listrik Terus Menguat

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:02

Excellence in Strategic Mining Investment, Bukti Investasi Mineral Perkuat Industrialisasi Nasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:02

Cara HSB Investasi Menjaga Keamanan Modal Trading Lewat Tata Kelola Transparan

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:02

Perkuat Layanan Kesehatan di Hari Batik Nasional, BRI Serahkan Ambulans untuk SMA Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:02

BINUS @Malang Perkuat Talenta Digital Technopreneur Masa Depan, Melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:14

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:53

BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru