Melampaui Batas Diri Sebagai Impact Partnership Melalui Program Kampus Merdeka MSIB Batch 7 - Koran Mandalika

Melampaui Batas Diri Sebagai Impact Partnership Melalui Program Kampus Merdeka MSIB Batch 7

Sabtu, 14 Desember 2024 - 20:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marchellino Johannes Trienus, mahasiswa Hubungan Internasional, sukses menjalani Program Kampus Merdeka MSIB Batch 7 dengan memegang dua peran: Impact Ambassador di TBN Indonesia dan Student Community Partnership di Maxy Academy. Selama empat bulan, ia menghadapi tantangan besar, mulai dari mengelola hubungan strategis, mengorganisasi seminar, hingga membangun komunitas mahasiswa, yang mengasah keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan profesionalisme. Pengalaman ini memberinya wawasan nyata tentang dunia kerja, nilai-nilai kepemimpinan, dan keberanian untuk melampaui batas diri, menjadikannya lebih siap untuk menghadapi masa depan.

Surabaya, 14 Desember 2024 — Memulai perjalanan di dunia profesional sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa. Namun, bagi Marchellino Johannes Trienus, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional, Program Kampus Merdeka MSIB Batch 7 menjadi peluang emas yang membawanya keluar dari zona nyaman. Selama empat bulan, ia berhasil menjalani dua peran sekaligus: sebagai Impact Ambassador di TBN Indonesia dan Student Community Partnership di Maxy Academy.

Ketika program ini dimulai pada 6 September 2024, Marchellino membawa semangat besar untuk belajar. “Awalnya saya ragu, apakah saya bisa mengelola dua tanggung jawab besar ini? Tapi saya memutuskan untuk menjadikannya tantangan yang harus saya taklukkan,” kenangnya. Program yang berlangsung hingga 31 Desember 2024 ini mempertemukannya dengan dunia kerja yang penuh dinamika, sekaligus memberinya pengalaman tak ternilai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai Impact Ambassador di TBN Indonesia, Marchellino memegang peran strategis. Ia bertugas membangun relasi dengan mitra strategis, mengorganisasi seminar, dan mengelola workshop bertema pemberdayaan sosial. Pengalaman ini mengasah keterampilannya dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak dan memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Di TBN Indonesia, saya belajar bahwa hubungan yang bermakna adalah kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  LOKREATIF 2024: Ajang Kreativitas Mahasiswa untuk Mewujudkan Inovasi Berkelanjutan di Era Teknologi Masa Depan

Di sisi lain, di Maxy Academy, Marchellino berperan dalam membangun dan memperkuat komunitas mahasiswa. Ia menjadi penghubung antara mahasiswa dan perusahaan, menciptakan berbagai inisiatif yang mendorong pengembangan kapasitas generasi muda. “Di Maxy Academy, saya belajar memahami kebutuhan komunitas dan bagaimana memberikan solusi yang relevan. Ini adalah pengalaman yang sangat memperkaya,” katanya.

Meski terlihat mulus, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu ujian terbesar adalah mengelola banyak target dengan waktu yang terbatas. “Ada momen di mana saya merasa kewalahan dengan banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Tapi saya menyadari, ini adalah kesempatan untuk melatih efisiensi dan kemampuan manajemen waktu,” ceritanya. Ia juga berbagi bahwa tekanan tersebut justru membentuknya menjadi pribadi yang lebih tangguh. “Saya belajar bahwa kualitas kerja adalah hal yang tidak bisa dikorbankan, meskipun berada di bawah tekanan.”

Salah satu momen paling berharga baginya adalah kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para pemimpin organisasi, seperti CEO dan CTO. Interaksi ini memberinya wawasan baru tentang strategi bisnis dan kepemimpinan. “Melihat cara mereka berpikir strategis dan mengambil keputusan menjadi inspirasi besar bagi saya. Mereka mengajarkan bahwa keberanian mengambil risiko adalah bagian penting dari kesuksesan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dengan Semangat Hari Lingkungan Hidup 2025, UBP Jatigede Lakukan Kegiatan River Clean Up di Desa Kadujaya

Marchellino juga merasa bahwa magang ini membantunya menjembatani teori di kampus dengan praktik nyata di lapangan. Ia menyebut pengalaman ini sebagai titik balik yang membentuk pandangannya tentang dunia kerja. “Saya tidak hanya belajar tentang pekerjaan teknis, tetapi juga tentang nilai-nilai profesionalisme, seperti integritas, kerja tim, dan empati,” ungkapnya.

Kini, menjelang akhir program magang, Marchellino merefleksikan perjalanannya dengan penuh syukur. Ia merasa lebih percaya diri untuk melangkah ke dunia profesional. “Saya tidak pernah membayangkan bisa berada di posisi ini. Program ini membuka banyak pintu dan memberikan saya kesempatan untuk berkembang di luar ekspektasi saya,” katanya.

Bagi Marchellino, Program Kampus Merdeka MSIB adalah lebih dari sekadar magang. Ini adalah perjalanan yang membawanya melampaui batas diri dan membentuk karakter profesional yang lebih matang. Ia berharap agar program-program seperti ini terus ada dan memberikan manfaat bagi mahasiswa lainnya. “Pesan saya untuk teman-teman, jangan takut untuk mencoba hal baru. Karena di sanalah kita akan menemukan potensi terbaik dalam diri kita,” pungkasnya.

Cerita Marchellino adalah bukti nyata bahwa Program Kampus Merdeka MSIB tidak hanya membantu mahasiswa memahami dunia kerja, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang penting untuk masa depan mereka. Dengan pengalaman ini, generasi muda Indonesia semakin siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.

Berita Terkait

Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama
Silaturahmi Strategis BRI Region 6 dan PT Askrindo Perkuat Sinergi Kerja Sama
Gencatan Senjata Amerika-Iran Berakhir 21-22 April, Volume Trading USDT/IDR Bittime Meroket 85%
PTPP Tegaskan Kesiapan Jalankan Arahan BP BUMN dan Danantara dalam Percepatan Restrukturisasi BUMN Karya
Kedutaan Besar India Dorong Impor Urea dari Indonesia untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Perkuat Sinergi BRI Group, BRI Finance Beri Penawaran Spesial di Pameran Kendaraan
Panduan Memberikan Susu pada Anak Kucing Sesuai Kebutuhan
Peran Pelaku Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:50

Mensos Ajak Seluruh Kades di NTB Hidupkan Puskesos

Kamis, 16 April 2026 - 17:57

Refleksi atas Instruksi Ketua Umum dan Kegelisahan Lapangan tentang Ketahanan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 16:34

Kemiskinan di NTB Turun Drastis dalam Setahun Terakhir

Rabu, 15 April 2026 - 18:11

Pengiriman Ternak 2026 Lebih Tertata, NTB Klaim Sistem Makin Membaik

Selasa, 14 April 2026 - 18:16

Sekolah Rakyat di NTB Jadi Harapan Baru Anak Rentan, Fasilitas Lengkap dan Aman

Selasa, 14 April 2026 - 16:37

Wamendikdasmen Tegas: Iuran Sekolah Boleh, Tapi Pungli Haram

Senin, 13 April 2026 - 15:41

Pemrpov NTB Gelontorkan Dana Rp 128 Miliar untuk Program Desa Berdaya Tahun Ini

Minggu, 12 April 2026 - 11:05

Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Berita Terbaru