Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS - Koran Mandalika

Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas bergerak datar di pasar spot, sementara kontrak berjangka di Comex sempat mencetak rekor baru di sekitar $3.534 per 100 troy ons setelah muncul laporan rencana Amerika Serikat menerapkan tarif pada impor batangan emas. Di tengah kabar tersebut, fokus pelaku pasar beralih ke rangkaian data inflasi yang akan rilis pekan ini. Volatilitas pun meningkat di area psikologis $3.400, apalagi pada awal sesi Asia XAU/USD sempat menarik minat jual di sekitar $3.390 seiring pemulihan moderat Dolar AS yang menekan komoditas berdenominasi greenback.

Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia,  menilai sinyal teknikal mulai kehilangan tenaga. Kombinasi pola candlestick dan pergerakan Moving Average menunjukkan momentum bullish melemah dibanding pekan lalu. Ia menekankan $3.400 sebagai rintangan terdekat yang perlu ditembus agar reli berlanjut. Selama dorongan fundamental baru belum hadir, reli cenderung terbatas. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mencuat, area $3.350 dipandang sebagai penopang awal yang layak diawasi untuk mengukur kekuatan buyer jangka pendek.

Baca Juga :  KAI Logistik Dukung Peningkatan Keselamatan Jalur KA melalui Pengiriman Rel R.54 Seberat 380 Ton

Dari sisi fundamental, sentimen emas masih ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas pasar yang tinggi—tercermin dari respons terhadap data tenaga kerja yang mengecewakan serta revisi turun untuk Mei–Juni—mendorong persepsi bahwa nada kebijakan The Fed kian seimbang. Komentar Gubernur The Fed Michelle Bowman mengenai kerentanan pasar tenaga kerja dan peluang penurunan suku bunga lebih lanjut pada 2025 ikut memperkuat pandangan tersebut. Namun, pemulihan Dolar AS dan potensi kenaikan imbal hasil bila inflasi kembali kaku berisiko membatasi kenaikan bullion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan struktural datang dari Tiongkok. Data resmi menunjukkan People’s Bank of China menambah cadangan emas pada Juli, memperpanjang rangkaian pembelian hingga sembilan bulan berturut-turut. Arus pembelian bank sentral ini menjadi bantalan penting bagi harga emas di tengah ketidakpastian kebijakan dan gejolak tarif global. Meski demikian, untuk arah harian, pasar menunggu kepastian dari rilis inflasi AS (CPI/PPI) yang akan memberi petunjuk apakah The Fed memprioritaskan stabilitas harga atau mendorong pencapaian lapangan kerja maksimum.

Baca Juga :  Dukungan Pemerintah Melalui Subsidi Tingkatkan Akses Mobilitas Masyarakat, LRT Jabodebek Layani Lebih dari 47 Juta Pengguna

Agenda pekan ini juga padat dengan data Klaim Tunjangan Pengangguran, Penjualan Ritel, dan Sentimen Konsumen University of Michigan. Di layanan, PMI ISM sebelumnya menandakan perlambatan aktivitas dan kontraksi komponen ketenagakerjaan, tetapi subindeks “Prices Paid” justru melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2022. Campuran sinyal ini membuka peluang pergerakan dua arah: dukungan datang dari prospek pertumbuhan yang melambat, sementara tekanan muncul bila inflasi menunjukkan kekakuan yang berkepanjangan.

Secara taktis, Andy menyarankan disiplin pada dua zona kunci: $3.400 sebagai ambang validasi kelanjutan reli dan $3.350 sebagai pijakan pertahanan pertama. Penutupan di atas $3.400 berpotensi mengaktifkan momentum kenaikan baru; kegagalan menembusnya bisa menyeret harga kembali ke fase konsolidasi atau koreksi menuju $3.350. Dalam lingkungan yang sangat sensitif terhadap data, penempatan stop-loss yang adaptif dan ukuran posisi yang terukur menjadi kunci sampai pasar mendapatkan kejelasan dari rilis inflasi dan komentar pejabat The Fed.

Berita Terkait

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan
Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru