Koran Mandalika, Mataram- Baru-baru ini beredar luas guarantee letter (surat garansi) yang diduga merupakan produk dari Bank NTB Syariah.
Surat tersebut ditujukan kepada General Manager Hotel Merumatta, Senggigi untuk menyiapkan sarana akomodasi kamar pada saat Event Kejuaraan Motocross Grand Prix MXGP yang diselenggarakan di Selaparang, Mataram, pada 28-30 Juni dan 5-7 Juli 2024 lalu.
Dalam surat tersebut dirincikan sebagai berikut:
1. Periode 27 Juni – 1 Juli 2024
– Superior Garden Room berjumlah 14 kamar dengan total harga Rp 54.740.000.
– Bungalow berjumlah 4 kamar dengan total harga Rp 18.400.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Periode 27 Juni – 8 Juli 2024
– Superior Garden Room berjumlah 29 kamar dengan total harga Rp 311.822.500.
– Bungalow berjumlah 16 kamar dengan total harga Rp 202.400.000.
3. Periode 30 Juni – 1 Juli 2024
– Bungalow berjumlah 10 kamar dengan total harga Rp 11.500.000.
4. Periode 4-8 Juli 2024
– Superior Garden Room berjumlah 14 kamar dengan total harga Rp 54.740.000.
-Bungalow berjumlah 2 kamar dengan total harga Rp 9.200.000.
5. Periode 5-8 Juli 2024
– Bungalow berjumlah 2 kamar dengan total harga Rp 6.900.000.
Menanggapi hal itu, Corporate Communication Bank NTB Syariah, Muhammad Ridwan Kurnia mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman internal.
Ridwan menegaskan saat ini perusahaan sedang mengumpulkan data dan informasi terkait dokumen tersebut.
“Memang kami sudah melihat pemberitaan soal guarantee letter itu, tapi masih kami dalami secara internal. Termasuk posisi dan kapasitas kami dalam hal itu” katanya.
Ridwan menuturkan bahwa dokumen-dokumen perbankan, termasuk jaminan semacam guarantee letter, juga diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami di bank itu juga diperiksa oleh otoritas yakni OJK. Dokumen seperti ini pasti turut diperiksa. Namun selama ini belum ada temuan dari pihak OJK,” tuturnya.
Ridwan menegaskan bahwa dirinya baru menjabat di posisi corporate communication pada awal 2025 dan masih melakukan konsolidasi internal untuk memahami lebih jauh kebijakan serta dokumen lama terkait sponsorship MXGP.
“Terkait MXGP itu kan sebelum kami menjabat. Jadi kami harus berkomunikasi dan konsolidasi dulu di internal,” tandasnya. (dik)






