Pemprov NTB Usulkan 8 Event Wisata Masuk KEN 2026, Event "Bau Nyale" Tak Masuk - Koran Mandalika

Pemprov NTB Usulkan 8 Event Wisata Masuk KEN 2026, Event “Bau Nyale” Tak Masuk

Kamis, 20 November 2025 - 09:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Delapan event wisata unggulan di NTB, diusulkan untuk masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia.

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu proses kurasi dari Kementerian Pariwisata.

“Ya tentunya kan ada standar persyaratan. Masing-masing yang memiliki wilayah dan kabupaten/kota juga mendorong harapannya itu masuk di dalam KEN. Ini masih kurasi, kita tunggu hasil rekomendasi dari pusat,” katanya, Rabu (19/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun event yang diusulkan sebagai berikut:
1. Alunan Budaya Festival di Lombok Timur.
2. Festival Sangiang Api di Kabupaten Bima.
3. Perang Topat di Lombok Barat.
4. Gili Festival di Lombok Utara.
5. Festival Rimpu Mantika di Kota Bima.
6. Festival Lakey di Kabupaten Dompu.
7. Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek di Lombok Tengah.
8. Mulud Adat Bayan di Lombok Utara.

Baca Juga :  AHY Setujui Pembangunan Bypass Port to Port Lembar-Kayangan

Namun, dari delapan event tersebut event “Bau Nyale” di Lombok Tengah, masih belum diusulkan lantaran kolaborasi yang belum tuntas antara pemprov dengan kabupaten serta pelaksana penyelenggara.

“Yang Nyale tentu tidak serta merta kita dari provinsi yang mengusulkan. Harus ada kolaborasi dengan kabupaten/kota dan pelaksana penyelenggara sendiri. Mungkin itu yang belum kita detailkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Sarat KKN, Mega Proyek SMPN 1 Praya Amburadul

Ahmad menegaskan bahwa kabupaten/kota memiliki peluang untuk mengusulkan event, selama memenuhi mekanisme kurasi KEN.

“Proses kurasi seperti itu. Dibuka untuk masing-masing kabupaten/kota dan penyelenggara bisa mengusulkan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kalender event harus memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi daerah. Setiap event yang diajukan harus memiliki bukti dampak peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, homestay, hingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Menyusun event ini memang harus ada impact-nya. Impact angka kunjungan, okupansi, homestay, yang akhirnya bermuara pada kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya. (dik)

Berita Terkait

Perluas Ekosistem Digital, Pojok Bank NTB Syariah Resmi Sapa Pedagang Pasar Pagesangan
Sambut Puncak HKG PKK ke-54 : TP PKK NTB Gelar Berbagai Aksi Sosial Bagi Masyarakat
Pemprov NTB Bahas Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana
Oarfish Nongol, Gempa Menyusul? DKP NTB: Jangan Keburu Percaya Mitos
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB
Bank NTB Syariah Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Pulang dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Pantau Kebakaran Sade
Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:02

Tokocrypto Raih Penghargaan Kategori Press Conference di Media Relations Awards 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:02

PTPP Raih Kontrak Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III Senilai Rp970 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026: Dorong Eksekusi Proyek Strategis dan Percepatan Investasi Energi

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02

Fundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:02

Dari Cek Laboratorium hingga Layanan Klinik, Kebutuhan Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan Terus Berkembang

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:02

Internet Wifi Lambat Bisa Menghambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Berada di Sekitar Area Operasional KA

Berita Terbaru