Koran Mandalika, Mataram – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di jalankan oleh pemerintah menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah pedagang, terutama di NTB.
Pasalnya, rata-rata harga sembako di GPM ini, dijual dengan harga jauh dibawah harga pasaran.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Jamaluddin Maladi mengimbau kepada seluruh pedagang agar tidak khawatir dengan adanya GMP ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan program tersebut tidak sewaktu-waktu diadakan. Akan tetapi, GPM hanya diadakan ketika harga bahan pokok meningkat.
“Kalau harga enggak naik, stabil misalnya harga kan. Dia enggak turun GPM ini,” katanya, Senin (24/11).
Selain itu, lanjut Jamaluddin, GPM dilarang menggelar kegiatan di sekitar area pasar.
“Di kelurahan atau dikantor desa. Dia tidak ada GPM di dalam paras, enggak boleh,” lanjut dia.
Dia menjelaskan GPM hadir untuk mengurangi beban masyarakat ketika sewaktu-waktu lonjakan harga terjadi. Sehingga masyarakat tidak resah dengan kondisi tersebut.
“(Misalnya) ada konsumen yang kurang duit kepingin beli beras atau apa, ternyata uangnya enggak cukup. Akhirnya ada solusi, pemerintah hadir, karena mahal tadi mahal kan. Nah ada lah GPM, gitu,” jelasnya.
Ia menuturkan GPM ini merupakan program yang di jalankan oleh pemerintah. Artinya, tidak ada persaingan dengan pasar.
“GPM itu biasanya tidak di dalam pasar. Biasanya diluar pasar, diluar-luar tembok, dia enggak boleh bersaing,” tuturnya.
Sebagai informasi, Gerakan Pangan Murah merupakan program yang dijalankan oleh pemerintah.
Program ini bertujuan untuk menjaga harga bahan pangan pokok tetap terjangkau di tengah lonjakan harga di pasaran. (dik)












