Koran Mandalika, Mataram- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat temuan kasus Tuberkulosis (TB) per 30 November 2025, berada di angka 54,72 persen.
Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Fikri mengatakan angka tersebut menandakan bahwa kasus TB masih menjadi tantangan bagi pemerintah Provinsi NTB.
“Ini berarti TBC ini masih menjadi tantangan kita. Tapi memang kalau dilihat dari segi nasional progres seperti ini sudah dianggap lumayan, ada peningkatan,” kata Hamzi, Rabu (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, lanjut Hamzi, dari kasus yang sudah ditemukan, progres penanganannya telah memenuhi target.
“Artinya, kasus-kasus yang kita temukan, sudah bisa kita obati. Sudah mencapai target dari sisi pengobatannya,” lanjut Hamzi.
Ia menjelaskan temuan-temuan kasus ini masih terus berlanjut. Ia menyebut, pihaknya memiliki target temuan hingga mencapai angka 100 persen.
“Ya tetap akan ada peningkatan sampai dengan Desember kita ini, dengan progres yang 54 persen ini. Target kita sebenarnya penemuannya 100 persen,” jelasnya.
Tantangannya, kata Hamzi, terletak pada penularan penyakit ini. Dikatakannya, jika salah satu anggota keluarga terkena TB, maka tidak menutup kemungkinan seluruh anggota keluarga akan tertular.
“Kalau satu orang terkena TB misalnya, dia bisa jadi sudah menularkan ke keluarganya, ke tetangganya,” ungkapnya.
Terlebih, masyarakat juga masih kurang peka terhadap gejala yang dirasakan. Sehingga, terjadi keterlambatan dalam melakukan penanganan.
“Orang merasa tidak bergejala, kemudian tidak memeriksakan diri. Kalau dia sudah parah, menimbulkan gejala misalnya batuk campur darah itu dia baru mengakses layanan kesehatan. Kita tidak pingin seperti itu,” ujarnya.
Ia menuturkan masyarakat tidak perlu malu untuk memeriksakan diri. Pihaknya telah menyediakan alat diagnosis di seluruh puskesmas dan rumah sakit serta obat yang diberikan secara gratis.
“Kami sudah menyiapkan untuk diagnosis di seluruh puskesmas bahkan rumah sakit untuk penanganan TB, bahkan obat-obatnya gratis,” tuturnya. (dik)






