Menjelang Nataru, Bram Hertasning Tekankan Pentingnya Akurasi Data Harga Nasional - Koran Mandalika

Menjelang Nataru, Bram Hertasning Tekankan Pentingnya Akurasi Data Harga Nasional

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang Nataru, Bram Hertasning Tekankan Pentingnya Akurasi Data Harga Nasional

Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Bram Hertasning menyoroti bahwa disparitas harga terjadi karena sistem logistik nasional belum optimal. Ia menyebut operasi pasar dan pemantauan harga harian harus berjalan beriringan agar kebijakan tepat sasaran.

Jakarta: Praktisi transportasi dan tata kelola logistik nasional, Bram Hertasning, hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam Rapat Koordinasi Pemetaan Komoditas Unggulan Daerah yang berlangsung di Hotel Aston TB Simatupang, Senin (1/12). Agenda tersebut membahas strategi pemerintah menjaga ketersediaan pasokan serta pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Rapat dibuka oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Dr. TB Chaerul Dwi Sapta, dan diikuti perwakilan berbagai kementerian, lembaga, serta biro perekonomian provinsi di seluruh Indonesia. Dalam sesi pemaparannya, Bram Hertasning menegaskan bahwa kesiapan sistem logistik dan keakuratan data harga merupakan fondasi penting dalam upaya pengendalian inflasi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inflasi Nataru dan Tantangan Distribusi

Menurut Bram Hertasning, tekanan inflasi biasanya meningkat pada periode Desember–Januari seiring naiknya permintaan komoditas pangan dan tarif angkutan. Ia menyoroti bahwa sejumlah daerah seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat membutuhkan perhatian khusus karena pasokan terganggu oleh bencana.

“Kestabilan harga dan pasokan adalah prioritas. Skema operasi pasar, dukungan distribusi, dan pemantauan data harga harus berjalan beriringan agar intervensi pemerintah tepat sasaran,” ujar Bram Hertasning.

Baca Juga :  AKG Entertainment Siap Menggelar Turnamen Master Ball League Pokémon Game Kartu Koleksi Akhir Pekan Ini

Pemerintah sendiri telah menyiapkan langkah antisipatif melalui operasi pasar, bantuan sosial, serta pemantauan harga harian melalui sistem SP2KP untuk memastikan kondisi tetap terkendali menjelang masa libur akhir tahun.

Bram Hertasning Soroti Efisiensi Logistik Nasional

Dalam pemaparannya, Bram Hertasning kembali menekankan persoalan logistik sebagai salah satu akar penyebab disparitas harga antarwilayah. Ia menilai biaya angkut yang tinggi, infrastruktur jalan rusak, hingga distribusi yang tidak merata membuat harga barang tidak seragam.

“Sistem logistik nasional masih belum efisien. Tanpa perbaikan akses, integrasi transportasi, dan konsistensi distribusi, harga komoditas akan tetap berfluktuasi,” kata Bram Hertasning.

Selain logistik, ia juga menyoroti ketimpangan kapasitas fiskal daerah. Dari 546 Pemda, hanya sebagian kecil yang memiliki fiskal kuat, sementara mayoritas masih bergantung pada transfer pusat.

APBD 2026: Daerah Diminta Siapkan Ruang Fiskal

Menjelang penyusunan APBD 2026, pemerintah pusat meminta daerah menyiapkan ruang fiskal dan memanfaatkan dana idle untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi, potensi kelangkaan barang, dan kenaikan inflasi. Anggaran pengendalian inflasi juga diminta tidak dipangkas.

Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) diperkenankan untuk kondisi mendesak terkait ekonomi dan inflasi, dengan pendampingan dari Kemendagri dan APIP.

Penguatan Perdagangan Antardaerah

Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya kredibilitas data harga melalui SP2KP serta peran daerah dalam pemantauan harian. Penguatan perdagangan antardaerah dinilai krusial untuk menyeimbangkan pasokan.

Baca Juga :  Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Menanggapi hal tersebut, Bram Hertasning mendorong peningkatan kerja sama antarwilayah serta perbaikan tata kelola neraca pangan.

“Pemetaan surplus dan defisit pangan harus menjadi dasar kerja sama antar daerah. Pelaku usaha perlu dilibatkan agar pasokan mengalir lebih cepat dan merata,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Stabilitas Pasokan

Dalam forum tersebut, sejumlah rekomendasi dibahas untuk memperkuat stabilitas harga menjelang Nataru, antara lain:

– Percepatan subsidi angkutan kebutuhan pokok untuk wilayah 3TP dan daerah kepulauan.

– Pengembangan moda distribusi alternatif seperti seaplane dan rute logistik baru.

– Optimalisasi bantuan sosial termasuk BLT Kesra dan program diskon transportasi.

– Perbaikan jalan daerah serta jalur distribusi menuju wilayah rawan pasokan.

– Optimalisasi neraca pangan nasional dan daerah untuk intervensi yang lebih tepat.

Komitmen Menjaga Stabilitas Jelang Nataru

Menutup paparannya, Bram Hertasning menegaskan pentingnya kolaborasi lintas K/L dan pemerintah daerah untuk menghadapi puncak mobilitas dan konsumsi akhir tahun.

“Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi adalah kunci. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa menjaga stabilitas harga dan mengurangi tekanan inflasi,” kata Bram Hertasning.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, mempercepat implementasi kebijakan, dan memastikan stabilitas harga bagi masyarakat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Berita Terbaru