Koran Mandalika, Mataram- Cuaca buruk yang dirasakan di NTB akhir-akhir ini, menjadi tantangan masyarakat dalam beraktivitas.
Bagaimana tidak, di tengah menjalani ibadah puasa, warga tidak hanya dihadapkan dengan rasa haus dan lapar, tetapi juga berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Tentu hal ini akan berdampak bagi daya tahan tubuh. Tidak sedikit pula masyarakat yang jatuh sakit akibat situasi tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengungkapkan cuaca buruk atau perubahan cuaca yang drastis (pancaroba) sering kali membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit.
Tubuh dipaksa beradaptasi secara ekstra oleh perubahan suhu yang tiba-tiba. Proses adaptasi inilah yang dapat memicu penurunan daya tahan tubuh.
”Akibatnya, virus dan bakteri penyebab ISPA, flu, batuk, hingga demam menjadi lebih mudah menyebar dan menginfeksi,” kata Fikri, Selasa (3/3).
Selain itu, lanjut Fikri, saat cuaca kurang bersahabat, paparan sinar matahari cenderung berkurang sehingga produksi vitamin D yang berperan penting menjaga sistem imun dalam tubuh menjadi tidak optimal.
”Aktivitas fisik juga sering kali menurun akibat hujan atau suhu yang terlalu panas, sehingga kebugaran tubuh ikut terdampak,” lanjutnya.
Kombinasi dari faktor-faktor ini, membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.
Dalam kondisi seperti ini, terlebih saat bulan Ramadan ketika pola makan dan waktu istirahat berubah, menjaga daya tahan tubuh menjadi sangat penting.
”Pastikan asupan makanan saat sahur dan berbuka mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, sayur, buah, serta cukup cairan untuk mencegah dehidrasi. Buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, atau pepaya dapat membantu menjaga sistem imun,” jelas Fikri.
Fikri menuturkan konsumsi suplemen seperti vitamin C, vitamin D, atau multivitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan.
Namun, suplemen tetap bersifat pelengkap, bukan pengganti makanan bergizi.
Aktivitas fisik juga sangat diperlukan, minimal 30 menit setiap hari. Jika cuaca di luar tidak memungkinkan, lakukan olahraga ringan di dalam ruangan seperti peregangan, yoga, senam ringan, atau berjalan kaki mengelilingi rumah.
”Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran, memperlancar sirkulasi darah, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ucap Fikri.
Tak kalah penting juga, selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan.
”Biasakan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sedang kurang sehat, serta menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik,” terang Fikri.
Dia menambahkan, dengan menerapkan beberapa cara di atas, kesehatan tubuh akan tetap terjaga.
”Dengan pola makan yang tepat, aktivitas fisik teratur, istirahat cukup, dan kebersihan yang terjaga, tubuh akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan,” imbuhnya. (dik)












