Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70% - Koran Mandalika

Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%

Senin, 20 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Dexlite kini Rp 24.150 per liter. Pertamina Dex Rp 24.450. Naik lebih dari 70% dalam satu kebijakan. Tapi ada yang lebih mengejutkan: jutaan pemilik kendaraan diesel premium (DEX dan Dexlite) tidak harus membayar angka itu — dan mesin mereka tidak rusak. 

Stigma negatif Biosolar di kalangan pemilik SUV diesel bukan tanpa dasar. Biosolar (B40) yang beredar di Indonesia memang mengandung kontaminan lebih tinggi: kadar air, sedimen, dan campuran biodiesel yang tidak homogen. Pada mesin diesel common rail modern dengan tekanan injektor hingga 2.000 bar — seperti yang digunakan Fortuner, Pajero Sport, Chevrolet Trailblazer, Nissan Terra dan Isuzu MU-X — kotoran sekecil apapun bisa mengganggu presisi semprotan bahan bakar dan dalam jangka panjang merusak injektor yang harganya mencapai jutaan rupiah per unit. Inilah alasan teknisi bengkel selalu memperingatkan: Jangan pakai solar subsidi di SUV modern.

Peringatan itu berlaku untuk Biosolar yang tidak dikelola dengan benar. Bukan untuk Biosolar yang sudah “dimurnikan” jadi lebih bersih. Caranya seperti apa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tips Membuat Biosolar Lebih Bersih Agar Mesin Tetap Terawat

1. Ganti filter solar setiap 5.000 km. Bukan 10.000 km seperti di buku manual (yang ditulis dengan asumsi BBM bersih standar Eropa). Filter solar adalah garis pertahanan pertama sebelum bahan bakar menyentuh pompa injeksi. Dengan Biosolar, kotoran menumpuk lebih cepat. Interval 5.000 km memastikan injektor selalu terlindungi.

Baca Juga :  Sambut Mid-Autumn Festival, PIK Avenue Hadirkan Moonlit Tales

2. Purifikasi bahan bakar dengan Oilos. Oilos adalah aditif bio-organik pertama di Indonesia berbasis Probiotic Cyclus Technology — diformulasikan dari 100% minyak nabati murni. Mekanisme kerjanya bukan membersihkan mesin dari dalam, melainkan “memurnikan” bahan bakar itu sendiri sebelum proses pembakaran.

Biosolar kotor yang ditreatment Oilos menghasilkan pembakaran yang jauh lebih sempurna. Dosis pemakaian: 1 ml per 4 liter BBM. Produk ini sebelumnya telah diivalidasi oleh 3 lembaga independen: LEMIGAS, UNSOED, dan DISHUB. Alhasil penghematan bahan bakar bisa mencapai 25% dan reduksi emisi pun mencapai 40%.

Perbandingan Dexlite dengan harga Rp 24.150 per liter dan konsumsi 200 liter per bulan menghasilkan biaya BBM sebesar Rp 4.830.000 per bulan.

Sementara itu, Biosolar + Oilos dengan harga Rp 6.800 per liter menggunakan 150 liter per bulan (hemat 25%), sehingga biaya BBM Rp 1.020.000. Ditambah Oilos 60 ml (1 botol/bulan) sebesar Rp 125.000 dan filter solar (per 5.000 km) Rp 100.000, total biaya per bulan menjadi Rp 1.245.000.

Asumsi: Fortuner diesel, 2.000 km/bulan, konsumsi 10 km/liter → kebutuhan 200 liter/bulan. Efek penghematan 25% Oilos → konsumsi turun ke 150 liter.

Sebagai informasi, BBM bersubsidi (seperti Pertalite dan Biosolar) memang membantu secara ekonomi, namun memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai jika digunakan pada mesin kompresi tinggi:

Baca Juga :  Tokocrypto Perkuat Layanan VIP & Institusional di Tengah Pertumbuhan Investor

● Penumpukan Karbon: Pembakaran yang tidak sempurna meninggalkan sisa kerak di piston dan katup.

● Gejala “Ngelitik” (Knocking): Ledakan bensin yang tidak tepat waktu membuat mesin bergetar dan cepat panas.

● Penurunan Performa: Tarikan terasa berat dan konsumsi BBM justru jadi lebih boros karena mesin bekerja ekstra keras.

Produk aditif organik yang ramah bagi mesin seperti Oilos membantu permasalahan BBM bersubsidi di Indonesia. Produk ini merupakan “suplemen multivitamin” bagi mesin yang sudah diuji di Lemigas secara ilmiah. Produk ini sudah bisa dibeli di beberapa marketplace online di Indonesia.

Ramai beredar di media sosial, beberapa pengguna SUV modern trend-nya mulai beralih memanfaatkan produk ini. Seperti akun @jarvisjournal yang didapati melakukan review produk saat berada di tol Trans Jawa. Akun ini menjelaskan bahwa selain BBM mobilnya lebih hemat, tarikan mesin juga lebih kencang saat berada di jalur lurus.

Berdasar pengamatan kami, Biosolar dengan perlakuan yang benar adalah sebuah keputusan finansial yang cerdas di era kenaikan harga minyak dunia. Produk lokal berbasis organik ini membuat mesin tetap terlindungi, injektor tetap bersih, dan dompet pun jauh lebih sehat. Info selengkapnya bisa diakses di www.oilos.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal
Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu
BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?
Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia
Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri
Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:56

Puluhan Atlet NTB Adu Gengsi di Kejurprov ORADO 2026

Senin, 20 April 2026 - 09:42

Soroti Kasus NTB Care, PMII Bali-Nusra Tekankan Etika Digital dan Dialog

Minggu, 19 April 2026 - 15:44

Pemprov NTB: Laporan Gubernur ke Polda Murni Urusan Pribadi, Bukan Anti Kritik

Sabtu, 18 April 2026 - 09:19

Ruang Bersama Indonesia, Gerakan Kolaborasi KemenPPPA dan Pemprov NTB

Jumat, 17 April 2026 - 16:24

Sinergi Berlanjut, Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi SP2D Online di Lombok Tengah

Jumat, 17 April 2026 - 06:50

Mensos Ajak Seluruh Kades di NTB Hidupkan Puskesos

Kamis, 16 April 2026 - 17:57

Refleksi atas Instruksi Ketua Umum dan Kegelisahan Lapangan tentang Ketahanan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 16:34

Kemiskinan di NTB Turun Drastis dalam Setahun Terakhir

Berita Terbaru