Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank - Koran Mandalika

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Sabtu, 25 April 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen.

Kenaikan biaya hidup yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai mendorong perubahan perilaku keuangan masyarakat. Tekanan dari meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta ketidakpastian ekonomi global membuat kebutuhan akan dana tambahan menjadi semakin mendesak, terutama bagi kalangan produktif dan pelaku usaha.

Di tengah kondisi tersebut, pinjaman bank yang selama ini menjadi solusi utama mulai menghadapi tantangan. Selain proses yang relatif panjang, persyaratan yang ketat serta faktor penilaian kredit membuat tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses pembiayaan konvensional, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak.

Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen.

Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup kuat dan relatif stabil, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen likuiditas jangka pendek.

Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan bahwa tren ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset yang dimiliki. Menurutnya, aset tidak lagi hanya diposisikan sebagai barang konsumsi atau simbol gaya hidup, melainkan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memilih untuk tidak menjual asetnya. Mereka mencari cara agar tetap bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tanpa kehilangan kepemilikan,” ujar David dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan likuiditas yang cepat menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif di luar pinjaman bank. Dalam praktiknya, proses penilaian aset dinilai lebih sederhana dan dapat memberikan kepastian dalam waktu yang relatif singkat.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berbasis gadai barang luxury, deGadai mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan gadai untuk aset bernilai tinggi. Aset seperti jam tangan premium dan tas branded disebut memiliki karakteristik likuiditas yang baik karena didukung oleh pasar sekunder yang aktif.

Baca Juga :  Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, aset dengan nilai intrinsik dan pasar yang jelas dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemiliknya dalam mengelola kebutuhan finansial.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa penggunaan skema pembiayaan apa pun tetap perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban pelunasan serta pemahaman terhadap skema pembiayaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Dengan tekanan biaya hidup yang masih berlangsung, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat dan fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Dalam konteks ini, pemanfaatan aset sebagai sumber likuiditas menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek
KAI Terapkan Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Jadwal Perjalanan KA Mengalami Perubahan
Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan
Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran
Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Berita Terbaru