Kebakaran di Kawasan Savana Propok Dipastikan Padam, 98 Hetare Lahan Hangus - Koran Mandalika

Kebakaran di Kawasan Savana Propok Dipastikan Padam, 98 Hetare Lahan Hangus

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pelaksana Harian (PLH) Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Daniel Alexander Rosang, menyampaikan total luas lokasi yang terkena api imbas kebakaran hutan di Kawasan Savana Propok baru-baru ini sebanyak 98,28 hetare.

Daniel menyampaikan bahwa kondisi saat ini api sudah dinyatakan padam.

“Kondisi sudah dinyatakan padam,” katanya, Kamis (4/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 30 lebih tim gabungan diturunkan untuk melakukan pemadaman dan semua proses berjalan dengan baik. Terlebih, tidak ada korban dalam proses pemadaman.

“Semua berjalan baik. Tim pulang dalam keadaan selamat tanpa cidera. Kesulitan mungkin faktor lawan angin itu aja karena kondisi angin dan medannya juga agak terjal,” tutur Daniel

Baca Juga :  PPP NTB Pecah! Muzihir dan Akri Saling Copot Jabatan di Paripurna DPRD

Daniel menjelaskan kebakaran itu terjadi pada saat kondisi sepi pengunjung atau tidak ada aktivitas pendakian.

“Tidak ada pengunjung. Memang kejadiannya tidak pada musim pendaki yang melakukan aktivitas. Di savana itu biasanya Jumat, Sabtu, Minggu lah pendakian-pendakian bukit itu,” jelasnya.

Dia melanjutkan, kebakaran tersebut tidak berdampak ke permukiman warga, terutama asap dari akibat kebakaran.

“Karena kan savana itu berada di lembah, dikelilingi bukit sehingga memang jauh dari permukiman warga. Arah anginnya ke atas asapnya juga ke atas,” lanjutnya.

Namun sampai saat ini pihak TNGR masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

“Penyebabnya masih kami selidiki. Kalau kebakaran ini kan bisa kita katakan perbuatan manusia itu hampir 90 persen. Tapi penyebabnya perbuatan manusia yang bagaimana? Masih kita selidiki,” ucap Daniel.

Baca Juga :  ‎Dinkes NTB Sebut BPJS PBI-JK Nonaktif Bisa Aktif Kembali, Begini Caranya

Daniel juga menjelaskan bahwa faktor cuaca juga dapat berpotensi menjadi penyebab kebakaran.

“Kebetulan di Savana Propok itu kan ekosistemnya ilalang, semak dan sudah mulai kering. Sehingga menjadi bahan bakar yang sangat potensial kalau sedikit aja ada api ditambah kecepatan angin jadi cepat kebakarannya,” ujar Daniel.

Daniel mengimbau kepada para pengunjung untuk bijak dalam menggunakan api terutama di kawasan yang rawan kebakaran.

“Seminimal mungkin kita tidak menggunakan api secara berlebihan. Kalau ada aktivitas wisata kita memasak atau apa, betul betul dipastikan padam, puntung rokok terutama,” imbaunya. (dik)

Berita Terkait

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB
BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02