NTB Rancang Museum Sebagai Ruang Edukasi, Riset, dan Identitas Budaya dalam Satu Atap - Koran Mandalika

NTB Rancang Museum Sebagai Ruang Edukasi, Riset, dan Identitas Budaya dalam Satu Atap

Senin, 4 Agustus 2025 - 19:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah merancang pembangunan museum tematik sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan kebudayaan daerah. Gagasan ini dipersiapkan untuk masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Program ini digagas dengan harapan dapat mewujudkan pusat kebudayaan yang hidup, fungsional, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Tim Percepatan Pemprov NTB, Chairul Mahsul, menjelaskan bahwa museum tematik menjadi salah satu program strategis yang dirancang untuk lima tahun mendatang. Ia menyebut, konsep ini sudah dituangkan dalam kegiatan strategis pemerintah dan telah disertifikasi sebagai bagian dari arah pembangunan konkret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Konsep di kegiatan strategi itu disertifikasi museum, itu kan bahasa konkrit untuk pembangunan museum tematik dalam RPJMD. Ini amat penting untuk RPJMD lima tahun ke depan, 2025–2029,” ujarnya dalam kegiatan focus grup discussion pembentukan museum tematik NTB di Museum NTB, Senin (4/8/205).

Gagasan pembangunan museum ini lahir dari pengalaman Gubernur NTB saat melakukan kunjungan ke luar negeri, di mana museum selalu menjadi destinasi utama yang tidak hanya menyajikan koleksi budaya, tetapi juga berfungsi sebagai pusat riset dan edukasi.

Visi ini kemudian dibawa ke NTB agar museum tidak sekadar menjadi ruang pajang, melainkan ruang hidup yang mendekatkan publik pada pengetahuan dan identitas budaya lokal.

Baca Juga :  Laris Manis! Banyak Figur Lirik Rohmi, Mi6: Sangat Potensial Duet dengan Firin

“Pak Gubernur memang jelas bahwa beliau menginginkan kehadiran museum dalam waktu lima tahun ini. Karena kan pengalaman beliau di luar negeri, museum selalu menjadi destinasi utama wisatawan untuk pusat riset, mengenal budaya setempat, mengenal produk kebudayaannya,” kata Chairul.

Museum tematik yang akan dibangun, lanjut Chairul, tak hanya menampilkan benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan riset yang dapat diakses semua kalangan, mulai dari pelajar hingga peneliti. Museum akan menjadi ruang pembelajaran terbuka yang memperkuat literasi budaya dan sejarah masyarakat NTB.

“Dia menjadi pusat edukasi juga selain jadi pusat riset. Nah, ini bagi orang tidak lagi kesulitan untuk mencari kemana dia harus menjadikan bahan-bahan riset dan pembelajaran, baik bagi anak-anak sekolah maupun periset nasional dan lokal,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemprov NTB tidak akan membangun gedung baru dari nol. Sebaliknya, gedung-gedung kantor milik pemerintah yang sudah tidak difungsikan karena penggabungan organisasi perangkat daerah (OPD) akan dimanfaatkan. Langkah ini dinilai lebih efisien dan sesuai dengan konsep tematik yang fleksibel dalam penataan ruang.

“Namanya tematik, pasti sesuai dengan temanya. Misalnya tadi kan beberapa bangunan harus disiapkan, tidak harus membangun baru. Ada beberapa bekas kantor yang di-merger, itu bisa dimanfaatkan dengan cepat,” tegasnya.

Pemerintah juga akan melibatkan berbagai unsur dalam penyusunan konten dan bentuk museum. Mulai dari akademisi, seniman, budayawan, hingga komunitas lokal akan dilibatkan agar museum benar-benar merepresentasikan identitas budaya daerah secara otentik. Keterlibatan ini disesuaikan dengan tema museum yang akan dikembangkan.

Baca Juga :  Menko Airlangga Bilang Lalu Iqbal Unik: Sudah Jadi Dubes, Kok Mau Jadi Gubernur

“Pertama itu Dewan Kebudayaan Daerah, terus perguruan tinggi, seniman, budayawan, semua dilibatkan sesuai tema. Misal kalau kita mau mendirikan museum gunung api, ya tentunya dengan orang-orang geologi,” jelas Chairul.

Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan sedikitnya dua hingga tiga museum tematik sudah dapat direalisasikan. Beberapa tema awal yang sedang digodok antara lain museum lontar, manuskrip kuno, dan tenun khas NTB. Tema-tema tersebut dipilih karena memiliki akar kuat di tengah masyarakat dan merepresentasikan sejarah serta kekayaan budaya lokal.

“Kita berharap paling tidak dua sampai tiga museum bisa mulai dalam tahun ini. Misalnya museum lontar, manuskrip kuno, kemudian tenun. Yang penting, tema-tema ini punya akar budaya yang kuat,” tambahnya.

Adapun tanggung jawab pembangunan dan pengelolaan museum berada di bawah Dinas Kebudayaan NTB, OPD baru yang mulai aktif tahun ini. Dinas ini telah masuk dalam struktur APBD dan menjadi ujung tombak dalam pengembangan kebudayaan daerah secara lebih sistematis.

“Dinas Kebudayaan yang punya tanggung jawab. Dinas Kebudayaan sudah lahir kan, dalam APBD sudah keluar menjadi dinas baru,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Muzihir Layangkan Surat Pemecatan ke Pimpinan DPRD NTB, Akri: Kami Juga Berhak
Bukti Nyata Kepedulian Sari Yuliati, Sapi Qurban Raksasa Diserahkan di Lombok Tengah
Bank NTB Syariah dan Pemprov NTB Luncurkan KUR PMI, Putus Mata Rantai Rekrutmen Ilegal
Gubernur Iqbal Tegaskan Desa Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Insiden Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Korban Berhasil Dievakuasi
Pendaki Asal Malaysia Alami Insiden di Gunung Rinjani, Tim Evakuasi Udara Dikerahkan
PPP NTB Pecah! Muzihir dan Akri Saling Copot Jabatan di Paripurna DPRD
Tak Ada Penutupan Lapak Pedagang Hewan Kurban, Kasat Pol PP NTB: Sebatas Teguran Saja

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:00

Antisipasi Lonjakan Mobilitas Libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026, JTT Siagakan Layanan Operasional di Trans Jawa

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00

Aplikasi “Nama Keren FF dan ML” Dibahas oleh 5 Content Creator Gaming Indonesia dalam Sepekan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00

Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00

BRI Unit Duren Sawit Tetap Berikan Layanan Perbankan bagi Nasabah Melalui Weekend Banking

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:00

Aplikasi Pembelajaran Matematika Bergaya Jepang untuk Pasar Global, “Mathmaji”, Diadopsi oleh Lembaga Pendidikan Mitra Industri Group di Indonesia; Kolaborasi Teaching Factory (TEFA) dan Project-Based Learning (PjBL) Juga Direncanakan

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00

Universitas Pendidikan Indonesia dan Positive Technologies Jalin Kolaborasi Strategis: Cetak Generasi Unggul Cybersecurity Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00

“NINJA BASKETBALL ARMY” Diluncurkan: Merek Baru Berbasis Cerita yang Secara Resmi Terinspirasi oleh NBA

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00

Mengupas Sektor Perdagangan Afrika Selatan di Kelas BINUS International

Berita Terbaru