Belum Dipasarkan, Harga Paving Block Plastik Belum Masuk Perda Kota Mataram - Koran Mandalika

Belum Dipasarkan, Harga Paving Block Plastik Belum Masuk Perda Kota Mataram

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Paving block berbahan sampah plastik yang di produksi oleh TPST Sandubaya, Kota Mataram, sampai saat ini belum dapat dipasarkan. Padahal paving block tersebut telah melalui uji kelayakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Vidi Partisan Gamanjaya, mengatakan paving block tersebut masih dalam tahap uji coba pemakaian di OPD Lingkungan Pemkot Mataram.

“Berkaitan dengan kebijakan pimpinan kita uji coba dulu di OPD maupun di dinas kami sendiri. Sehingga ketika kami melakukan pemasaran itu sudah ada contoh yang terpasang,” kata Vidi, Senin (3/8).

Selain itu, lanjut dia, harga penjualan paving block ini belum dicantumkan dalam Perda Retribusi Tahun 2024.

“Harga dari paving ini belum tercantum dalam Perda Retribusi tahun 2024, sehingga itu menjadi kendala kami dalam penjualan,” lanjutnya.

Vidi menuturkan pihaknya akan mengusulkan harga penjualan jika dilakukan perubahan terhadap Perda tersebut dengan nominal Rp 1.500-Rp 2000 per biji.

“Jika ada perubahan Perda Retribusi, kami akan mengusulkan harga pavingnya sekitar 2000 atau 1.500 per biji,” tuturnya.

Bila perlu, kata dia, pihaknya akan melakukan pembandingan harga dengan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang lebih dahulu melakukan pemasaran.

Baca Juga :  Dewan Beri Masukan Proyek DAK Taman Wisata Praya

“Seperti Banyumas ada mereka menjual. Kita bisa studi dari harga mereka seperti apa, layak endak harga itu masuk di Mataram atau tidak,” ucap Vidi.

Dia menambahkan, produksi paving block plastik di TPST Sandubaya sampai saat ini masih berjalan tanpa kendala.

“Paving block sudah berjalan normal seperti biasa, tidak ada kendala sampai saat ini. Dan beberapa masyarakat kadang datang meminta satu dua biji aja, tidak ada masalah. Bisa dimanfaatkan,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

Empat Wisatawan Alami Insiden di Pantai Semeti, Satu Meninggal
Serahkan Program PISAW di Lombok Tengah, Sari Yuliati Tegaskan Golkar Tak Pernah Lupakan Masyarakat
Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI, Bangun Budaya Menanam Sejak Dini
Piala Bupati Lombok Tengah Usai, IPSI Bidik Kebangkitan Prestasi Pesilat Daerah
Samara Lombok Naik Kelas, Gandeng Rafa Nadal Bangun Tennis Center
Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU
Viral Dugaan Pelecehan Karyawati SPPG, Ayah Korban: Setelah Saya Tanya, Ini Kesalahpahaman
Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:47

Empat Wisatawan Alami Insiden di Pantai Semeti, Satu Meninggal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:49

Serahkan Program PISAW di Lombok Tengah, Sari Yuliati Tegaskan Golkar Tak Pernah Lupakan Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:03

Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI, Bangun Budaya Menanam Sejak Dini

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:50

Piala Bupati Lombok Tengah Usai, IPSI Bidik Kebangkitan Prestasi Pesilat Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:47

Samara Lombok Naik Kelas, Gandeng Rafa Nadal Bangun Tennis Center

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:26

Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:16

Viral Dugaan Pelecehan Karyawati SPPG, Ayah Korban: Setelah Saya Tanya, Ini Kesalahpahaman

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:18

Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Belanja dengan QRIS Agar Tidak Boros

Senin, 3 Agu 2026 - 20:02