Koran Mandalika, Lombok Tengah – Seorang warga di Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, Lombok Tengah, Muhamad Ilmi mengaku kecewa dengan sikap pihak kelurahan yang dinilai tidak memperdulikan unsur pemuda.
Pasalnya, Kelurahan Leneng akan menyelenggarakan kegiatan jalan sehat dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, namun tanpa keterlibatan unsur pemuda.
“Kelurahan leneng merayakan jalan sehat tapi tidak melibatkan unsur masyarakat, terlebih pemuda leneng,” kata Ilmi kepada Koran Mandalika, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan tidak ada pemberitahuan apapun dari pihak kelurahan terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Jelas, kata dia, sikap tersebut dianggapnya sebagai bentuk meremehkan.
“Kekecewaan ini muncul setalah beberapa hari menjelang hadirnya kupon gratis yang di bagikan oleh para kaling ke tiap-tiap RT, lalu RT membagikan ke masyarakat setempat,” jelas Ilmi.
Dia mencurigai pihak kelurahan menggunakan jasa event organizer (EO) untuk melancarkan acara tersebut. Artinya, kata Ilmi, pihak kelurahan tidak percaya dengan kemampuan warganya.
“Artinya dia akan mengeluarkan duit besar. Di sinilah pihak kelurahan tidak mempercayai pemuda yang di Kelurahan Leneng padahal SDM pemuda leneng bila di hitun- hitung 80% pemudanya berpendidikan. Buk Lurah memandang sebelah mata pemuda Leneng dalam agenda agenda besar,” ucapnya.
Ia menegaskan sikap tersebut tidak akan memberikan dampak positif bagi kelurahan, khususnya Kelurahan Leneng.
“Kelurahan leneng masih memegang erat budaya kolusi yang tidak baik. Bila ini tetap terjadi maka tidak menutup kemungkinan Leneng sebagai kelurahan tidak akan menjadi kelurahan madani,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Lurah Leneng, Tris Naning Hati, menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan pihaknya telah melibatkan banyak unsur, termasuk pemuda.
“Kita melibatkan banyak unsur, termasuk beberapa pemuda yang ada di leneng. Kaling juga kita libatkan yang mana kaling-kaling di leneng juga bisa sebagai perwakilan dari pemuda-pemuda yang ada di Leneng,” katanya saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp.
Terlebih, pihaknya telah mengadakan rapat terkait penyelenggaraan tersebut.
“Mungkin yang ber statement begitu tidak hadir saat rapat,” pungkasnya. (dik)



