Koran Mandalika, Mataram – Baru-baru ini warga Lombok Timur di hebohkan dengan kemunculan Oarfish, ikan perairan laut dalam yang ditemukan di Pantai Pink. Penemuan ikan tersebut beredar luas di medsos.
Namun, tidak sedikit yang mengaitkan kemunculan ikan tersebut dengan pertanda datangnya bencana gempa dan tsunami.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB mengatakan kemunculan Oarfish ke permukaan memang jarang terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan kemunculan ikan laut dalam tersebut terjadi akibat adanya perubahan suhu air. Menurutnya, perubahan suhu tersebut terjadi akibat gempa bumi yang melanda NTT beberapa waktu lalu.
Sehingga, lanjut Muslim, pihaknya berasumsi kemunculan ikan tersebut akibat gempa NTT.
“Kemarin kan baru selesai gempa di NTT. Kita ini kan sepanjang wilayah selatan samudera hindia semua, satu lempeng dengan NTT juga. Sehingga kita punya asumsi bahwa ikan itu muncul salah satu indikasinya itu adalah terakit potensi dari gempa kemarin,” kata Muslim, Rabu (26/8).
Terkait dengan mitos bencana yang akan datang setelah kemunculan ikan tersebut, Muslim mengatakan belum ada pembuktian ilmiah.
“Mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Mudah-mudahan bisa ditelusuri oleh teman- teman akademisi teman-teman dari BRIN apa sih kaitannya ikan ini dengan potensi bencana,” ucap Muslim.
Muslim mengungkapkan habitat ikan tersebut berada di laut dengan kedalaman rata-rata di atas 200 meter.
“Kalau ikan yang sifatnya bisa bertahan di bawah laut itu kan ikan-ikan yang punya kemampuan khusus ya. Jika dia naik ke darat potensi matinya tinggi,” ungkapnya.
Dia menuturkan NTB merupakan salah satu daerah yang dihinggapi oleh biota-biota yang bermigrasi.
Jadi, tidak heran jika ada beberapa spesies ikan yang berbeda dengan ikan yang biasa ditemui warga.
“Itu kan kalau kita lihat dari Australi, itu satu jenjang satu jalur, termasuk lah beberapa biota-biota laut lainnya,” tutur Muslim. (dik)






