Agenda Tersembunyi Gerakan Pemuda Menjelang Pemilu - Koran Mandalika

Agenda Tersembunyi Gerakan Pemuda Menjelang Pemilu

Minggu, 22 September 2024 - 08:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Oleh: Skala Bumi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024, dengan total mencapai 204.807.222 pemilih. Menurut laporan dari databoks, rekapitulasi DPT menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih Pemilu 2024 berasal dari generasi Z dan milenial.

Generasi muda memiliki peran krusial dalam mempertahankan eksistensi dan pengaruh kebijakan yang diambil oleh para pemimpin.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk bertindak cerdas dan selektif dalam memilih pemimpin. Dalam konteks pemilu, alih-alih berkontribusi pada perubahan positif, banyak pemuda yang terjebak dalam pencarian keuntungan instan dan suaka politik, mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai agen perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maraknya gerakan pemuda menjelang pemilu merupakan fenomena yang menarik dan menunjukkan potensi besar dalam dinamika politik. Semangat dan idealisme yang dimiliki generasi muda dapat menjadi kekuatan pendorong bagi perubahan sosial yang berarti.

Namun, fenomena ini juga membawa tantangan dan risiko yang perlu dicermati.
Pemilu seharusnya menjadi momen bagi generasi muda untuk mengedepankan nilai-nilai demokrasi, tetapi sering kali yang terjadi yaitu generasi muda lebih fokus pada keuntungan pribadi atau perlindungan dari calon tertentu, mereka tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mengorbankan masa depan kolektif masyarakat.

Gerakan pemuda yang hanya mencari suaka di tengah pemilu sering kali mencerminkan ketidakpastian dan ketidakberdayaan dalam menghadapi tantangan politik.

Baca Juga :  Beredar Arah Dukungan Perindo untuk Pilkada Lobar, Makmun: Itu Pendapat Pribadi

Alih-alih berkontribusi secara aktif dalam perubahan sosial, gerakan ini cenderung mengandalkan dukungan politik tanpa mempertimbangkan visi jangka panjang untuk masyarakat.

Hal ini menciptakan kesan bahwa pemuda hanya ingin mendapatkan keuntungan instan atau perlindungan dari calon pemimpin, tanpa terlibat dalam proses demokrasi yang lebih mendalam.
Ketika gerakan pemuda terlihat hanya mencari suaka atau kepentingan, mereka berisiko dianggap sebagai kelompok yang tidak memiliki komitmen nyata terhadap perubahan.

Selain itu, pencarian suaka ini sering kali mengabaikan isu-isu penting yang seharusnya diperjuangkan, seperti keadilan sosial, pendidikan, dan lingkungan. Dengan fokus yang sempit, gerakan pemuda kehilangan kesempatan untuk menjadi agen perubahan yang signifikan.

Menjelang pemilu, kita sering kali dihadapkan pada gelombang gerakan pemuda yang tampaknya bersemangat dan penuh energi. Namun, di balik semangat ini, ada sejumlah agenda tersembunyi yang patut dicermati dan diawasi, yaitu:
Banyak gerakan pemuda yang muncul tidak selalu murni didorong oleh idealisme.

Seringkali, ada kepentingan politik tertentu yang ingin memanfaatkan antusiasme generasi muda. Politisi dan partai politik mungkin berusaha menjadikan pemuda sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka, menawarkan dukungan dan sumber daya dalam pertukaran untuk dukungan suara.

Gerakan pemuda ini bisa jadi merupakan upaya untuk menciptakan citra positif bagi calon tertentu. Dengan menggandeng pemuda, calon pemimpin berusaha menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap generasi masa depan.

Baca Juga :  Karier Politik Moncer, Bupati Lombok Tengah Incar Kursi Gubernur

Namun, hal ini sering kali mengaburkan fakta bahwa dukungan tersebut bisa saja bersifat sementara dan tidak berakar pada perubahan nyata.
Penting juga untuk memperhatikan bagaimana media sosial berperan dalam gerakan ini.

Banyak dari gerakan pemuda yang didorong oleh tren viral, seringkali dengan pesan yang dangkal. Ini bisa membuat suara yang seharusnya kritis menjadi terdistorsi dan tidak efektif dalam menyuarakan perubahan yang substansial.

Gerakan pemuda yang muncul menjelang pemilu sering kali hanya menjadi sekadar simbol tanpa substansi. Ketika gerakan ini lebih fokus pada pencitraan dan popularitas, mereka dapat kehilangan arah dan tujuan yang jelas. Ini berpotensi menjadikan pemuda sebagai pion dalam permainan politik yang lebih besar, tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, menjadi penting bagi pemuda untuk tetap kritis dan bijak dalam memilih dan membuat gerakan. Sebaiknya, pemuda harus memeriksa apakah gerakan tersebut benar-benar berfokus pada perubahan sosial positif atau sekadar menjadi sarana bagi kepentingan politik tertentu atau pribadi. Kesadaran dan keberanian untuk memastikan bahwa suara pemuda tidak hanya menjadi alat, tetapi juga kekuatan yang otentik dalam membentuk masa depan. (Skala Bumi)

Berita Terkait

Pemilihan Bupati 2030: Politik “Lauq-Daye” Tak Lagi Relevan, Lombok Tengah Butuh Pemimpin Berintegritas dan Berpengalaman
Oligarki Global di Balik Tragedi Perang Iran Amerika Israel 2026
Aktivis Demokrasi Songsong Ramadhan
‎Diskusi Terbatas Hariman Siregar Cs Tekankan Integritas dan Kemanusiaan
‎Peringatan Malari 1974 dan HUT INDEMO ke-26
Mengakhiri Kemiskinan NTB dari Desa
Gerakan Mahasiswa Era NKK/BKK – Orde Baru : Sejarah dan Realitas (Bagian Satu)
Biarkan Hukum Berjalan Diatas Rel Hukum

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00

Tukar Koin ASRI Living dan Nikmati myBCA Java Jazz Festival 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00

DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00

Barang yang Harganya Sering Mendadak Naik Saat Iduladha

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00

Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00

Dampak Konflik Internasional terhadap Inflasi Global dan Rantai Pasok Dunia

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:00

Danantara Bahas Indonesia Open Network, Dorong Fondasi Baru Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:00

Harga HYPE Naik Menembus US$48 di Tengah Pelemahan Rupiah dan Tren Bitcoin 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:00

KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar hingga Agustus 2026

Berita Terbaru

Teknologi

Barang yang Harganya Sering Mendadak Naik Saat Iduladha

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00