Angkutan Perkebunan KAI Tembus 521.698 Ton, Menopang Kebutuhan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru - Koran Mandalika

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 521.698 Ton, Menopang Kebutuhan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat kontribusinya bagi masyarakat dan industri menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sepanjang Januari hingga November 2025, KAI telah mengangkut 521.698 ton komoditas perkebunan. Volume besar ini menjadi fondasi penting bagi tersedianya kebutuhan pangan dan produk turunan yang digunakan masyarakat pada puncak musim liburan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kelancaran angkutan perkebunan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan, minyak goreng, makanan olahan, hingga barang-barang rumah tangga yang permintaannya meningkat pada akhir tahun.

“Setiap perjalanan kereta barang membawa manfaat yang langsung dirasakan keluarga Indonesia. Kelancaran distribusi komoditas perkebunan membantu menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak menjelang Nataru,” ujar Anne.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak angkutan terjadi pada Januari 2025 dengan volume 59.514 ton, menunjukkan ritme distribusi yang stabil sejak awal tahun. Kinerja ini memberi kepastian pasokan bagi industri pengolahan yang mengandalkan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah sebagai bahan dasar. CPO menjadi komponen utama dalam produksi minyak goreng, margarin, biskuit, mie instan, sabun, kosmetik, hingga biodiesel yang digunakan masyarakat setiap hari.

Baca Juga :  Bittime Jamin Keamanan Data dan Aset Pengguna, Terapkan Tri-Shield

Sebagian besar angkutan perkebunan berpusat di Sumatra Utara, wilayah yang menjadi sentra sawit nasional. Kereta api dipilih industri karena mampu mengangkut volume besar secara efisien, menjaga ketepatan waktu, dan mendukung kestabilan rantai pasokan menuju pelabuhan serta pabrik pengolahan.

Anne menekankan bahwa distribusi perkebunan yang berjalan lancar memberikan dampak langsung bagi rumah tangga. Ketersediaan minyak goreng dan produk pangan selama periode Natal dan Tahun Baru sangat dipengaruhi kelancaran aliran CPO ke industri pengolahan.

Baca Juga :  Prestige Indonesia bersama KOMETA Gelar “Gebyar Petani” di Tanggamus, Lampung: Edukasi Pertanian Organik dan Teknologi IoT

“Ketika masyarakat menikmati hidangan akhir tahun atau menggunakan produk sehari-hari, ada peran kereta api yang menjaga aliran bahan baku tetap sampai ke pabrik dan pusat distribusi,” kata Anne.

Kebermanfaatan angkutan perkebunan juga dirasakan oleh petani dan pelaku ekonomi daerah. Industri sawit yang menyerap banyak tenaga kerja memperoleh kepastian distribusi yang memperkuat produktivitas. Dengan moda angkutan yang lebih andal, produsen dapat menyusun rencana produksi secara lebih stabil sehingga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar sentra perkebunan.

“Setiap ton komoditas yang bergerak melalui rel membawa arti bagi keluarga Indonesia. Kelancaran distribusi menjadi bagian dari upaya kami menjaga kebutuhan masyarakat tetap tersedia, sekaligus memastikan suasana Natal dan Tahun Baru berlangsung hangat dan nyaman bagi semua,” tutup Anne.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

CLEAR Gandeng Shin Tae-yong untuk Kembangkan Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
Dari Energi hingga Pendidikan, Waskita Beton Precast Perkuat Fondasi Infrastruktur Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia
Merdeka Menentukan Tujuan Finansial, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan
BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Dana Tunai 44,74% hingga Semester I-2026
Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia
Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan
Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

CLEAR Gandeng Shin Tae-yong untuk Kembangkan Talenta Muda Sepak Bola Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

Dari Energi hingga Pendidikan, Waskita Beton Precast Perkuat Fondasi Infrastruktur Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

Merdeka Menentukan Tujuan Finansial, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Dana Tunai 44,74% hingga Semester I-2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Berita Terbaru