‎Bank NTB Syariah Sepakati Pengalihan Portofolio Pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian ke BSI - Koran Mandalika

‎Bank NTB Syariah Sepakati Pengalihan Portofolio Pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian ke BSI

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Koran Mandalika, Mataram- Bank NTB Syariah menyepakati pengalihan (take over) portofolio pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
‎
‎Langkah ini diambil sebagai respons atas perubahan status kepegawaian para penyuluh pertanian yang kini menjadi ASN Pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian.
‎
‎Penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) yang berlangsung di kantor pusat Bank NTB Syariah Kota Mataram, pada 12 Februari 2026 lalu, dihadiri oleh Area Manager Area Denpasar Bali Nusra, Tito Indratno.
‎
‎Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa penguasaan arus kas (cash flow) adalah pilar utama dalam menjaga kualitas pembiayaan, baik pada skema konsumer maupun produktif.
‎
‎”Konsep dasar pembiayaan yang berlaku secara universal di industri perbankan adalah pihak yang memberikan pembiayaan idealnya adalah pihak yang menguasai cash flow. Mengingat per 1 Januari 2026 gaji atau payroll para penyuluh pertanian beralih ke BSI seiring perubahan status mereka menjadi ASN Pusat, maka manajemen memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan pembiayaan ini kepada bank yang menguasai payroll tersebut,” katanya, Sabtu (21/2).
‎
‎Proses pengalihan portofolio ini mencakup outstanding pembiayaan senilai kurang lebih Rp57 Miliar. Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah memastikan nasabah tetap mendapatkan kepastian layanan, sementara risiko kredit dapat dimitigasi secara otomatis melalui penguasaan payroll oleh bank penerima.
‎
‎Senada dengan Direktur Utama, Direktur Dana & Jasa Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk implementasi tata kelola yang disiplin serta wujud kolaborasi produktif antar perbankan syariah.
‎
‎”Sebagai Bank Pembangunan Daerah, orientasi utama kami adalah ‘Bank Daerah untuk Daerah’. Oleh karena itu, prinsip utama kami adalah memastikan setiap pembiayaan memiliki sumber pengembalian yang terukur. Mengingat penguasaan cash flow para penyuluh kini berada di BSI, maka pengalihan ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan manajemen risiko dengan kondisi riil di lapangan, sehingga kualitas pembiayaan tetap berada dalam kategori sehat dan kami dapat lebih fokus dalam mengoptimalkan sumber daya untuk mendukung akselerasi pembangunan di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
‎
‎Ia juga menambahkan bahwa langkah ini adalah potret kolaborasi yang apik di industri keuangan syariah. “Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antar perbankan syariah. Kita tidak hanya bicara soal kompetisi, tapi bagaimana bersinergi untuk menjaga kualitas aset tetap prima. Fokus kami tetap sama dengan semangat Pak Direktur Utama: mengedepankan prinsip kehati-hatian demi pertumbuhan bank yang berkelanjutan,” tambahnya.
‎
‎Langkah responsif ini juga menunjukkan konsistensi Bank NTB Syariah dalam menjaga integritas sistem keuangan daerah. Sebelumnya, Bank NTB Syariah juga melakukan langkah serupa melalui kerja sama dengan BPD Bali. Saat itu, Bank NTB Syariah menerima pengalihan outstanding pembiayaan ASN Daerah senilai Rp65 Miliar dari BPD Bali sebagai bagian dari kepatuhan terhadap implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
‎
‎”Hari ini, kita melakukan hal yang sama dengan BSI, namun dalam posisi menyerahkan portofolio. Ini adalah bentuk sinergi yang sehat antarlembaga keuangan syariah. Dengan langkah yang terukur dan prudent seperti ini, Insya Allah kita dapat terus menjaga pertumbuhan bank yang berkelanjutan dan kualitas aset yang tetap prima,” tambah Nazaruddin.
‎
‎Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Pusat Bank NTB Syariah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah di Nusa Tenggara Barat, sekaligus memastikan transisi administratif para ASN berjalan lancar tanpa hambatan layanan perbankan. (*)

Baca Juga :  ITDC Luruskan Soal Janji Kepada Warga Kampung Nelayan Kuta

Berita Terkait

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar
MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:02

FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Spesifikasi Besi di Gambar Kosong di Pasaran, Apa yang Harus Dilakukan?

Berita Terbaru

NTB Terkini

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:01