Grand Launching Asosiasi Beef NTB, Dorong Peternakan Modern dan Libatkan Generasi Muda - Koran Mandalika

Grand Launching Asosiasi Beef NTB, Dorong Peternakan Modern dan Libatkan Generasi Muda

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grand Launching Asosiasi Beef NTB di Illira Hotel Lombok Tengah (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Grand Launching Asosiasi Beef NTB di Illira Hotel Lombok Tengah (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Asosiasi Beef NTB resmi diluncurkan sebagai wadah kolaborasi bagi para peternak sapi, akademisi, dokter hewan, pelaku usaha pakan dan obat-obatan, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor peternakan.

Kehadiran asosiasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem peternakan di Nusa Tenggara Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Ketua Umum Asosiasi Beef NTB, Rahmat Wahyudi, mengatakan bahwa asosiasi ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi peternak yang selama ini masih dipandang sebagai profesi yang kurang menjanjikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya kami bergerak dari pinggiran untuk mengakomodasi para peternak yang selama ini masih dianggap bahwa peternak itu pekerjaan yang kurang menjanjikan dan identik dengan pekerjaan yang kotor. Melalui Asosiasi Beef NTB, kami ingin memberikan edukasi bahwa peternakan adalah sektor yang menguntungkan dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Rahmat saat grand launching.

Menurutnya, asosiasi akan menjadi jembatan antara peternak dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, dokter hewan, hingga pengusaha pakan dan obat-obatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi, teknologi, serta sarana produksi yang lebih terjangkau bagi peternak.

“Kami ingin menjembatani para peternak dengan pelaku usaha pakan dan obat-obatan. Selama ini banyak yang menganggap biaya produksi peternakan mahal. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap peternak bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan terjangkau sehingga usaha ternak dapat memberikan keuntungan bagi keluarga,” jelasnya.

Baca Juga :  Kibarkan Bendera Perang! LombokCare Basmi Kasus Kaki Pengkor

Rahmat juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi peternakan saat ini telah membuat usaha ternak semakin efisien. Peternak tidak lagi harus menghabiskan waktu seharian penuh untuk mencari pakan seperti yang dilakukan pada masa lalu.

“Melalui penerapan teknologi dan manajemen yang lebih baik, pekerjaan peternak menjadi lebih efektif. Harapannya, masyarakat semakin melihat bahwa peternakan adalah usaha yang layak dan menjanjikan,” katanya.

Selain memperkuat peternak yang sudah ada, Asosiasi Beef NTB juga menaruh perhatian besar pada regenerasi peternak. Rahmat mengungkapkan bahwa minat generasi muda terhadap sektor peternakan terus menurun, sehingga diperlukan upaya bersama untuk mengubah persepsi tersebut.

“Kami ingin meyakinkan anak-anak muda bahwa beternak adalah peluang usaha yang menjanjikan. Tidak semua orang harus bekerja di sektor formal. Dengan beternak secara serius, generasi muda juga bisa meraih kesuksesan dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa usaha peternakan skala kecil hingga menengah pun memiliki prospek yang baik. Bahkan, peternak yang mampu mengembangkan usahanya hingga memiliki puluhan ekor sapi dapat bertransformasi menjadi pengusaha peternakan.

Dalam menjalankan programnya, Asosiasi Beef NTB akan fokus pada penguatan kapasitas anggota melalui forum diskusi, pertukaran pengalaman, dan pemanfaatan teknologi peternakan terbaru. Menurut Rahmat, para peternak senior yang telah memiliki pengalaman panjang dapat dipadukan dengan inovasi dan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Baca Juga :  Mega Proyek Kereta Gantung Rinjani Masih Dipertimbangkan

“Kami tidak hanya berbicara soal pembinaan, tetapi juga bagaimana mempertemukan pengalaman para peternak dengan teknologi baru. Dengan begitu, mereka dapat menghitung secara lebih tepat biaya produksi dan hasil yang diperoleh,” tuturnya.

Rahmat juga mengajak para pelaku usaha pakan dan obat-obatan untuk turut berkontribusi dalam pengembangan peternakan rakyat melalui program-program kemitraan dan pendampingan.

Di sisi lain, Asosiasi Beef NTB menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dan lembaga legislatif. Menurut Rahmat, dukungan pemerintah sangat penting karena memiliki data, perangkat, serta program yang dapat mendukung pengembangan sektor peternakan.

“Kami tidak mungkin berjalan sendiri. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, suara-suara peternak dari daerah dapat tersampaikan lebih baik dan bersama-sama kita membangun sektor peternakan yang lebih maju di NTB,” pungkasnya.

Grand launching Asosiasi Beef NTB di Illira Hotel Lombok Tengah ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi seluruh pelaku sektor peternakan dalam menciptakan peternakan yang modern, produktif, dan mampu menarik minat generasi muda sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah dan ketahanan pangan. (wan)

Berita Terkait

NTB Dapat Tambahan Jatah 10 Ribu Unit Bantuan Rumah Layak Huni
Bank NTB Syariah dan Universitas Bumigora Perkuat Digitalisasi Keuangan Kampus
Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Sepi Pembeli, Pemda Carikan Solusi
MBG Berhenti Beroperasi, Harga Bahan Pokok Mulai Stabil
Proyek Seaplane Batujai Belum Mengudara, Perizinan Masih Berproses
Disambut Antusias Warga, Gubernur NTB Lepas Konvoi Kendaraan Taktis Kopassus
Wabup Nursiah Apresiasi Kiprah Yayasan Darussalimin Kateng dalam Pembinaan Masyarakat
Dewan Haji Maman Minta Dalang Suap Ketua BEM UBK Diusut

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 17:02

Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir

Senin, 6 Juli 2026 - 17:02

KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah

Senin, 6 Juli 2026 - 15:08

Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Masyarakat, Ini 5 Kereta Api Favorit Keberangkatan Daop 2 Bandung

Senin, 6 Juli 2026 - 15:08

Alasan Business Management & Marketing Unggul di International Undergraduate Program

Senin, 6 Juli 2026 - 15:08

Survei dan Pemetaan 3D untuk Proyek Konstruksi dan AEC

Senin, 6 Juli 2026 - 15:08

Weekend Pertama Juli 2026 Ungguli 2 Weekend Terakhir Juni 2026 Pada Periode Liburan Sekolah, Lebih dari 45 Ribu Pelanggan Gunakan KA dari Daop 2 Bandung

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:00

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:00

Evakuasi Berhasil, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan dan Kejar Pelaku di Yahukimo

Berita Terbaru

Teknologi

Survei dan Pemetaan 3D untuk Proyek Konstruksi dan AEC

Senin, 6 Jul 2026 - 15:08