Koran Mandalika, Lombok Tengah – Asosiasi Beef NTB resmi diluncurkan sebagai wadah kolaborasi bagi para peternak sapi, akademisi, dokter hewan, pelaku usaha pakan dan obat-obatan, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor peternakan.
Kehadiran asosiasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem peternakan di Nusa Tenggara Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak.
Ketua Umum Asosiasi Beef NTB, Rahmat Wahyudi, mengatakan bahwa asosiasi ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi peternak yang selama ini masih dipandang sebagai profesi yang kurang menjanjikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya kami bergerak dari pinggiran untuk mengakomodasi para peternak yang selama ini masih dianggap bahwa peternak itu pekerjaan yang kurang menjanjikan dan identik dengan pekerjaan yang kotor. Melalui Asosiasi Beef NTB, kami ingin memberikan edukasi bahwa peternakan adalah sektor yang menguntungkan dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Rahmat saat grand launching.
Menurutnya, asosiasi akan menjadi jembatan antara peternak dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, dokter hewan, hingga pengusaha pakan dan obat-obatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi, teknologi, serta sarana produksi yang lebih terjangkau bagi peternak.
“Kami ingin menjembatani para peternak dengan pelaku usaha pakan dan obat-obatan. Selama ini banyak yang menganggap biaya produksi peternakan mahal. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap peternak bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan terjangkau sehingga usaha ternak dapat memberikan keuntungan bagi keluarga,” jelasnya.
Rahmat juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi peternakan saat ini telah membuat usaha ternak semakin efisien. Peternak tidak lagi harus menghabiskan waktu seharian penuh untuk mencari pakan seperti yang dilakukan pada masa lalu.
“Melalui penerapan teknologi dan manajemen yang lebih baik, pekerjaan peternak menjadi lebih efektif. Harapannya, masyarakat semakin melihat bahwa peternakan adalah usaha yang layak dan menjanjikan,” katanya.
Selain memperkuat peternak yang sudah ada, Asosiasi Beef NTB juga menaruh perhatian besar pada regenerasi peternak. Rahmat mengungkapkan bahwa minat generasi muda terhadap sektor peternakan terus menurun, sehingga diperlukan upaya bersama untuk mengubah persepsi tersebut.
“Kami ingin meyakinkan anak-anak muda bahwa beternak adalah peluang usaha yang menjanjikan. Tidak semua orang harus bekerja di sektor formal. Dengan beternak secara serius, generasi muda juga bisa meraih kesuksesan dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa usaha peternakan skala kecil hingga menengah pun memiliki prospek yang baik. Bahkan, peternak yang mampu mengembangkan usahanya hingga memiliki puluhan ekor sapi dapat bertransformasi menjadi pengusaha peternakan.
Dalam menjalankan programnya, Asosiasi Beef NTB akan fokus pada penguatan kapasitas anggota melalui forum diskusi, pertukaran pengalaman, dan pemanfaatan teknologi peternakan terbaru. Menurut Rahmat, para peternak senior yang telah memiliki pengalaman panjang dapat dipadukan dengan inovasi dan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas usaha.
“Kami tidak hanya berbicara soal pembinaan, tetapi juga bagaimana mempertemukan pengalaman para peternak dengan teknologi baru. Dengan begitu, mereka dapat menghitung secara lebih tepat biaya produksi dan hasil yang diperoleh,” tuturnya.
Rahmat juga mengajak para pelaku usaha pakan dan obat-obatan untuk turut berkontribusi dalam pengembangan peternakan rakyat melalui program-program kemitraan dan pendampingan.
Di sisi lain, Asosiasi Beef NTB menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dan lembaga legislatif. Menurut Rahmat, dukungan pemerintah sangat penting karena memiliki data, perangkat, serta program yang dapat mendukung pengembangan sektor peternakan.
“Kami tidak mungkin berjalan sendiri. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, suara-suara peternak dari daerah dapat tersampaikan lebih baik dan bersama-sama kita membangun sektor peternakan yang lebih maju di NTB,” pungkasnya.
Grand launching Asosiasi Beef NTB di Illira Hotel Lombok Tengah ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi seluruh pelaku sektor peternakan dalam menciptakan peternakan yang modern, produktif, dan mampu menarik minat generasi muda sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah dan ketahanan pangan. (wan)






