LPA Beberkan Kronologi Dugaan Pembakaran Santri oleh Kakak Kelasnya di Lombok Tengah - Koran Mandalika

LPA Beberkan Kronologi Dugaan Pembakaran Santri oleh Kakak Kelasnya di Lombok Tengah

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LPA Beberkan Kronologi Dugaan Pembakaran Santri oleh Kakak Kelasnya di Lombok Tengah

Koran Mandalika, Mataram – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi, membeberkan kronologi kasus dugaan pembakaran oleh kakak kelas yang dialami 3 santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Lombok Tengah.

Diketahui, dua korban mengalami luka bakar dan satu korban meninggal.

Berdasarkan keterangan salah satu korban, peristiwa itu terjadi pada November 2025. Joko menjelaskan peristiwa tersebut diawali dengan adanya tindakan bullying.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat itu, pelaku menelanjangi korban beberapa hari sebelum kejadian. Kemudian, korban melapor ke pengurus pondok.

“Karena mengetahui dirinya dilaporkan, si pelaku sempat mencari,” katanya, Jumat (5/6).

Kemudian pelaku menyuruh korban yang meninggal dunia untuk membeli bensin dengan alasan untuk membuat ketapel.

Baca Juga :  Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Diduga Lecehkan Santriwati, Dalih Pembersihan Rahim

“Kemudian oleh si korban meninggal kemudian teman-temannya diajak untuk mengambil kayu,” lanjut Joko.

Pembuatan ketapel dilakukan di dala suatu ruangan dengan alasan tidak diketahui pengurus pondok.

Dalam proses pembuatan ketapel tadi, ucap Joko, informasi sementara pada saat api dinyalakan, kemudian pelaku sempat mengenai bensin sehingga bensin tersebut tumpah dan mengenai para korban.

Joko menjelaskan, total ada 5 orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Nahas, tiga orang terjebak dan dari ketiganya satu orang dinyatakan meninggal.

LPA Serahkan Seluruh Proses ke Pihak Polisi

LPA Mataram menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

Menurutnya ada kejanggalan dalam kasus tersebut lantaran adanya pembelian bensin yang diduga sebanyak 2 liter dalam proses pembuatan ketapel.

Baca Juga :  Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, DPRD Loteng Sebut APBD Bisa Lebih Longgar

“Apakah ini memeng kecelakaan atau ada unsur kesengajaan karena agak aneh kalau membuat ketapel harus membeli bensin yang diduga ada dua liter,” kata Joko

Joko menegaskan dalam kasus seperti ini semua pihak harus dilibatkan. Pasalnya, banyak kasus serupa yang tidak ditangani dengan tuntas.

“Ponpes juga harus bekerja sama dengan kepolisian. Tidak hanya bicara soal proses hukumnya, tetapi bagaimana penanganan lebih tuntas,” tegas Joko.

Seperti halnya juga dari dinas kesehatan juga perlu hadir untuk memastikan kesehatan korban.

“Korban yang masih hidup dua ini kan bermasalah dalam artian kondisi psikologisnya bermasalah, kemudian luka-luka bakarnya belum selesai,” tandasnya. (dik)

Berita Terkait

Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari
Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting
Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:03

Mengangkat Keindahan Labuan Bajo, Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:02

Live Showcase Sanggabright di JBEO 2027: Pecahkan Langsung Solusi Masalah Operasional Anda

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:02

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Analisis Potensi Penurunan XAUUSD ke US$3.946

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:02

BRI Bersama Pemprov DKI Jakarta Tanam 5.000 Pohon Produktif melalui Program BRI Peduli Grow & Green

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:02

Dupoin Futures Gandeng Cinépolis Indonesia, Hadirkan Voucher Diskon Tiket Rp35 Ribu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:02

Mencari Tempat Luxury Pawn di Jakarta? Gunakan 7 Pemeriksaan Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:02

Dipercaya Kejaksaan Agung RI, PTPP Rampungkan RS Adhyaksa Mojokerto Lebih Cepat dari Target

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:02

Best Indonesian Gift Dorong Pariwisata Indonesia dikenal Dunia lewat Souvenir Wisata

Berita Terbaru