Bupati Loteng Dampingi Gubernur NTB Buka Kegiatan Puncak Bau Nyale - Koran Mandalika

Bupati Loteng Dampingi Gubernur NTB Buka Kegiatan Puncak Bau Nyale

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Tradisi, legenda, dan semangat kebersamaan kembali menyatu dalam Festival Bau Nyale 2026 yang digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Event tahunan kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini kembali menjadi magnet wisata sekaligus ruang perjumpaan antara budaya lokal masyarakat Sasak dan dunia internasional.

Mengusung tema “The Power of a Legend”, Festival Bau Nyale tidak sekadar menjadi agenda pariwisata, tetapi juga penegasan identitas budaya yang berakar kuat pada legenda Putri Mandalika, sosok perempuan bangsawan yang memilih mengorbankan dirinya demi persatuan dan kedamaian rakyatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak siang hari, kawasan Pantai Seger dipadati ribuan pengunjung. Masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di NTB berbaur dengan wisatawan mancanegara yang antusias menyaksikan langsung ritual budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini.

Laut, pasir, dan semangat kebersamaan menjadi saksi hidupnya tradisi Bau Nyale yang terus bertahan di tengah modernisasi.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa legenda Putri Mandalika bukan sekadar cerita rakyat, melainkan mengandung nilai luhur yang relevan dengan pembangunan daerah.

“Pengorbanan seperti yang dilakukan Putri Mandalika dalam legenda adalah kearifan lokal yang mengiringi doa kita dalam membangun NTB yang makmur dan mendunia,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Rachmat Hidayat Kecam Pembuangan Limbah Radioaktif ke Laut

Menurutnya, nilai keikhlasan, persatuan, dan keberanian yang tercermin dalam legenda tersebut selaras dengan semangat NTB dalam membangun daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berakar pada budaya sendiri.

Meski sejumlah rangkaian acara tidak dapat ditampilkan secara maksimal akibat kondisi cuaca, kemeriahan Festival Bau Nyale 2026 tetap terasa kuat. Acara pembukaan diawali dengan kesenian tradisional Betandak, yang menghadirkan nuansa sakral sekaligus menghidupkan kembali ruh budaya Sasak di hadapan ribuan pengunjung.

Dentuman musik tradisional, gerak tari, serta balutan busana adat mempertegas makna Bau Nyale sebagai ritual masyarakat pesisir yang bukan hanya berorientasi pada perayaan, tetapi juga penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Antusiasme masyarakat tercermin dari kehadiran lintas generasi. Mak Ace (65), warga Kabupaten Lombok Utara, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana festival sekaligus mengenalkan tradisi Bau Nyale kepada anak cucunya.

“Sambil liburan bersama keluarga, kami juga ingin melihat langsung tradisi menangkap nyale. Ini budaya kita yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat lokal, Festival Bau Nyale juga berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara. Christina 30 tahun wisatawan asal Perancis, mengaku baru mengetahui Festival Bau Nyale saat berlibur di kawasan Kuta Mandalika.

Baca Juga :  Yek Agil Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes: Jangan Generalisasi Semua Pesantren

“Saya belum pernah mendengar Festival Bau Nyale sebelumnya. Setelah mengetahui cerita Putri Mandalika dan berada di Kuta, saya tertarik datang untuk melihat langsung tradisinya,” katanya dengan antusias.

Kehadiran wisatawan asing ini menjadi bukti bahwa cerita lokal yang kuat mampu menembus batas geografis dan budaya, sekaligus memperkuat posisi Bau Nyale sebagai salah satu festival budaya berkelas internasional.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Festival Bau Nyale juga memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Perputaran ekonomi meningkat, pelaku UMKM lokal mendapat ruang promosi, dan kawasan Mandalika kembali menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Pemerintah daerah berharap Festival Bau Nyale 2026 dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai atraksi wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya dan penguatan identitas masyarakat Sasak di tengah arus globalisasi.

Dengan semangat legenda Putri Mandalika yang terus hidup, Festival Bau Nyale diharapkan menjadi simbol harmoni antara tradisi dan masa depan, sekaligus membawa NTB semakin dikenal di panggung dunia. (*)

Berita Terkait

Pembukaan Pelatihan Magang ke Jepang 2026, Gubernur Iqbal Tekankan Etos Kerja Tinggi
20 Warga Masbagik Terima Bantuan Ayam Petelur, Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Desa
IFW 2026, Wagub NTB Tampil Memukau dengan Busana Tenun Daerah
Gubernur Iqbal Sambut Baik KNMP, Nelayan Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak
Ombudsman dan RSUD Praya Bersinergi, Wujudkan Pelayanan Publik yang Semakin Berkualita
Dari Keuangan ke Kelestarian, Bank NTB Syariah Hijaukan Pesisir Lombok Timur
Tak Sekadar Beri Kacamata, Bank Jatim dan Bank NTB Syariah Buka Jendela Masa Depan Pelajar
Anggaran Rp 700 Juta, TRC Infrastruktur NTB Perbaiki Ruas Jalan Kuripan-Kediri

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:02

Semester I 2026, Kinerja Arus Barang PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Meningkat 13%

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:02

deGadai Buka Cabang di Pasar Mobil Kemayoran, Kucurkan Pinjaman hingga Rp2 Miliar untuk Showroom

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:02

Pelanggan Nyaman, Pekerja Aman: PAM JAYA Perkuat Komitmen K3 Bersama Mitra Kerja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:02

POST Hadir sebagai Solusi POS untuk Operasional Restoran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:02

KAI Logistik Hadirkan Promo “Merdeka Ongkir” untuk Pengiriman Paket

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:02

Membangun Masa Depan Riset dan Teknologi, Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana Capai Progres 47,11%

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:02

Investor Masih Minati Aset Digital, Pengguna Baru Bittime Berkesempatan Raih Bonus Bitcoin

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:02

Cara Top Up Diamond Mobile Legends dengan Cepat & Aman di Gamezi

Berita Terbaru