ChildFund International Ajak Masyarakat Hadapi Tantangan Perundungan Siber: Diskusi Terbuka 'Hari Anak Nasional' Membahas Solusi dan Perlindungan Anak di Era Digital - Koran Mandalika

ChildFund International Ajak Masyarakat Hadapi Tantangan Perundungan Siber: Diskusi Terbuka ‘Hari Anak Nasional’ Membahas Solusi dan Perlindungan Anak di Era Digital

Kamis, 18 Juli 2024 - 10:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Who:
ChildFund International di Indonesia, Reny Haning (Child Protection & Advocacy Specialist), dan publik yang terlibat dalam kegiatan.

What:
Mengadakan gelar wicara hibrida (hybrid talk show) bertajuk “Hari Anak Nasional: Mengatasi Risiko-risiko Daring”.

When:
Selasa, 23 Juli 2024 pukul 18.30 – 20.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Where:
Secara daring melalui Zoom.

Why:
Untuk membahas solusi dan perlindungan anak di era digital, serta meningkatkan kesadaran tentang bahaya perundungan siber yang sering menimpa anak dan orang muda.

How:
Melalui diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan untuk membagikan wawasan, strategi, dan pengalaman dalam perlindungan anak di era digital.

Lina (bukan nama sebenarnya) terkejut ketika mendapati dirinya menjadi pembicaraan banyak orang di wilayahnya karena diduga melakukan hal yang tak terpuji kepada keluarga lain. Ia kemudian mendapati fitnah ini terjadi karena, tanpa sepengetahuannya, seseorang menggunakan foto dan namanya di media sosial. Akibatnya, Lina menjadi bahan ejekan di sebuah grup komunitas di media sosial.

Program Line Up oleh ChildFund International di Indonesia memungkinkan anak mengakses materi pembelajaran daring sekaligus memberikan pendidikan berinternet aman. 

“Karena masalah ini, saya merasa malu dan depresi. Saat saya memberitahu keluarga, yang juga merasa malu setelah mendengar cerita tersebut, ayah menjadi marah. Kami mempertimbangkan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi pada saat itu. Namun karena akun tersebut adalah akun palsu, ia sulit dilacak. Kasus tersebut ditutup tanpa penyelesaian lebih lanjut,” papar Lina.

Kasus-kasus seperti Lina banyak menimpa anak dan orang muda yang kehidupannya tak bisa dilepaskan dari internet. Namun sebagian besar, termasuk orang tua dan guru, tidak tahu bagaimana cara melindungi diri dan anak mereka dari bahaya di ranah daring.

Baca Juga :  Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

“Hasil kajian ChildFund International di Indonesia menunjukkan bahwa 6 dari 10 anak muda pernah mengalami perundungan siber hanya dalam tiga bulan terakhir. Baik anak laki-laki maupun perempuan berisiko menjadi korban, tetapi anak perempuan lebih terpengaruh. Sementara 5 dari 10 orang muda usia 13 – 24 tahun ternyata menjadi pelaku perundungan,” jelas Reny Haning, Child Protection & Advocacy Specialist ChildFund International di Indonesia.

Untuk itulah, ChildFund International di Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang melibatkan banyak pihak.

“Selain berkolaborasi dengan pemerintah, kami juga melibatkan anak-anak, generasi muda, orang tua, guru, dan sekolah, yang merupakan lingkaran terdekat dalam kehidupan anak-anak yang secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan mereka. Kami membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka dari bahaya online melalui forum remaja, inisiatif seperti Swipe Safe, Web Safe and Wise, kelas keterampilan hidup, dan lain-lain,” jelas Reny.

Ia juga menjelaskan, ChildFund International di Indonesia juga melakukan kampanye penyasaran tentang keselamatan anak di ranah daring dalam berbagai bentuk. Mulai dari kegiatan di Car Free Day, lomba video di media sosial, lomba mural antar sekolah dan sebagainya.

Guru-guru SMA di Kupang sedang mengikuti pelatihan berinternet aman melalui program Swipe Safe ChildFund International di Indonesia. 

“Sebagai organisasi pembangunan global yang berfokus pada anak, kami mengupayakan perlindungan anak agar dapat tumbuh dengan aman baik di lingkungan sekolah, rumah maupun di dunia maya. Inisiatif-inisiatif kami merupakan bentuk upaya kami untuk memperkuat ekosistem daring yang aman bagi anak dan orang muda melalui pelibatan orang tua, guru dan pemerintah secara aktif,” tambah Reny.

Baca Juga :  Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

Untuk menyebarluaskan inspirasi dan pembelajaran dari praktik baik yang telah mereka lakukan, ChildFund International di Indonesia mengadakan gelar wicara hibrida (hybrid talk show) bertajuk “Hari Anak Nasional: Mengatasi Risiko-risiko Daring” pada hari Selasa, 23 Juli 2024 pukul 18.30 – 20.00 WIB. Diskusi bersama ini akan merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk membagikan wawasan, strategi dan pengalaman dalam perlindungan anak di era digital.

Daftar menjadi peserta talk show di sini. 

Publik dapat menyimak diskusi penting ini secara daring melalui Zoom dengan mendaftarkan diri terlebih dulu di sini: https://bit.ly/Reg-NationalChildrenDay Acara ini akan menghadirkan Ciput Eka Purwianti, Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak; Vidi, orang muda yang menjadi penyuara hak anak; Reny Haning dari ChildFund International di Indonesia dan dimoderatori oleh Muhammad Nuzul selaku Koordinator Regional Asia untuk program Swipe Safe dari ChildFund Australia.

“Kegiatan ini sangat krusial untuk diikuti oleh banyak pihak agar kita semua sadar bahaya dan tantangan yang anak-anak kita hadapi di era digital. Dengan demikian kita dapat melakukan tindakan-tindakan preventif untuk melindungi anak dari pelaku-pelaku kejahatan siber sehingga mereka bisa belajar dan tumbun dengan aman,” tutup Reny.

Berita Terkait

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Selasa, 8 September 2026 - 19:01

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43

Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Berita Terbaru