Koran Mandalika, Mataram – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) NTB, Muhammad Aminurlah, mengkritik sikap Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang mengaku menerima suap saat menggelar aksi pada Senin, 15 Juni 2026 lalu.
Diketahui, Ketua BEM tersebut berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dewan yang akrab disapa Haji Maman itu, menilai bahwa apa yang dilakukan Ketua BEM tersebut sangat menciderai cita-cita Mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa yang dia lakukan itu menciderai apa yang telah menjadi cita-cita mahasiswa,” katanya, Kamis (25/6).
Dirinya menegaskan agar ketua BEM tersebut menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada BEM seluruh Indonesia.
“Perlu dia minta maaf terutama kepada BEM seluruh Indonesia. Intinya harus minta maaf,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta dilakukan pengusutan untuk mengetahui darimana sumber uang tersebut.
“Dan usut. Siapa yang memberikan itu (uang) perlu diusut,” pintanya.
Meski begitu, Haji Maman, mengapresiasi kejujuran Ketua BEM tersebut yang telah mengakui kesalahannya.
“Makanya itu. Luar biasa jujurnya,” sanjungnya. (dik)






