Dinsos P3A NTB: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Akibat Kemiskinan dan Moral Hazard - Koran Mandalika

Dinsos P3A NTB: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Akibat Kemiskinan dan Moral Hazard

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- Kepala Dinas Sosial P3A NTB, Ahmad Masyhuri, mengungkapkan penyebab maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi akibat faktor ekonomi.

Masyhuri mengatakan kemiskinan dapat mendekatkan seseorang pada kekufuran. Selain itu, kekerasan seksual juga disebabkan karena adanya moral hazard.

“Kan ini ada orang tua perkosa anaknya sendiri, ada kakak jual adeknya. Nah kakak jual adek itu tadi motif kemiskinan, itu ada kasusnya,” kata Masyhuri, Selasa (20/1).

Menurutnya, kasus-kasus seperti ini akan terus berpotensi terjadi selama kehidupan masih berlangsung.

“Sepanjang dunia ini ada kemungkinan atau potensi kasus itu ada,” ujar Masyhuri.

Sehingga, pihaknya tengah merancang tim dan strategi untuk melakukan penanganan.

“Kemarin sudah ketemu sama LPA, kemudian juga sudah bertemu sama buk Direktur PPA-PPO di polda. Seperti yang saya jelaskan tadi, kita sedang mencari basis yang tepat untuk penanganan,” ucap Masyhuri.

Baca Juga :  ‎Lantik Pengurus LPTQ dan Dewan Pengelola Islamic Center, Iqbal: Prestasi Tilawah NTB Perlu Ditingkatkan

Ia menjelaskan korban ataupun pelapor harus dipastikan keamanannya untuk mengindari tindaka intimidasi dari pelaku.

“Mengeluhkan atau melapor pertama ini kan sendiri orang harus aman juga dia dari mulai melapor. Dan jangan kira untuk membuat aman itu hanya bagi si korban. Petugas kita juga hati-hati, kita harus amankan juga karena mereka juga ikut diancam-ancam sama pelakunya,” jelas Masyhuri. (dik)

Berita Terkait

Dari NTB ke Dunia: Bank NTB Syariah Sukses Hadirkan QRIS Cross Border untuk Transaksi Internasional
PSI NTB Targetkan Dua Kursi di DPR RI, Kaesang Minta Kader Turun ke Akar Rumput
Bank NTB Syariah Tegaskan Transparansi dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu KC Dompu
Pemrpov NTB Anggarkan Penghasilan Tambahan bagi Guru PPPK-PW Sebagai Kado Hardiknas
Replikasi Sukses Pasar Dasan Agung, Bank NTB Syariah Hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan untuk Perkuat Ekosistem Digital
DPRD Sepakati Ranperda Strategis, Haji Ahkam: Perkuat Layanan Publik dan Kelembagaan Daerah
Sorotan DPRD: Saatnya Nakes P3K Paruh Waktu Dapat Jaminan Kesejahteraan
Semua Jemaah Terpantau Sehat, JCH Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Suci

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00

Respon Cepat, Koordinasi Tepat, Skor Kepuasan Pelanggan WSBP Naik Lagi jadi 91,9

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:00

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00

Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Berita Terbaru