Desa Berdaya Tematik Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Desa - Koran Mandalika

Desa Berdaya Tematik Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Desa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Timur – Program Desa Berdaya Tematik Pemerintah Provinsi NTB mendapat sambutan antusias dari para kepala desa penerima manfaat di Kabupaten Lombok Timur.

Bantuan sebesar Rp 300 juta per desa tersebut diyakini akan memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, serta mendukung pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Antusiasme tersebut mengemuka dalam silaturahmi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Halik, bersama sejumlah kepala desa penerima Program Desa Berdaya Tematik, Sabtu (30/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Desa Berdaya Tematik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat pembangunan dari desa. Desa-desa penerima program ini merupakan desa yang berada di luar kategori desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi, sehingga memperoleh dukungan bantuan sebesar Rp300 juta per desa untuk mengembangkan sektor-sektor produktif sesuai karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Khaerul Ihsan, mengatakan bantuan yang diterima desanya akan difokuskan pada pengembangan budidaya ikan nila yang selama ini telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program tersebut dinilai sangat sejalan dengan potensi unggulan desa di sektor pertanian dan perikanan.

Menurutnya, hasil budidaya ikan nila nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal dan usaha kuliner masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pasokan bahan pangan bagi sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Masbagik.

“Program ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada desa sebagai pilar utama pembangunan. Dengan dukungan yang tepat, desa akan semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Ismail. Ia menilai bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB menjadi peluang besar bagi desa untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ketahanan pangan berbasis kuliner sesuai potensi yang dimiliki.

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari musyawarah desa, pemetaan kebutuhan prioritas, pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan hingga penyusunan desain kegiatan agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dikukuhkan Sebagai Ketum BKOW, Ummi Dinda Fokus pada Kasus Perempuan dan Anak

“Ketika desa diberikan kepercayaan sebagai pengelola langsung, maka program dapat dijalankan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Zohri Azizan, menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp300 juta yang diterima desanya akan diarahkan untuk mendukung pengembangan ketahanan pangan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan sebagai sektor yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Pringgasela telah siap melaksanakan program tersebut dengan melibatkan masyarakat yang memiliki pengalaman dan pemahaman sesuai bidang yang menjadi fokus kegiatan.

“Program Desa Berdaya sangat baik untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), terutama di tengah tantangan fiskal yang dihadapi desa saat ini. PADes yang kuat akan menjadi penopang bagi realisasi berbagai program prioritas yang telah diusulkan masyarakat melalui Musrenbang Desa,” ujarnya.

Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Agus Muliadi, juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB kepada desanya sebagai penerima Program Desa Berdaya Tematik.

Menurutnya, bantuan sebesar Rp300 juta tersebut akan difokuskan pada penguatan sektor ketahanan pangan dengan melibatkan tokoh masyarakat, kalangan pemuda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaannya berjalan secara partisipatif dan berkelanjutan.

“Program ini sangat baik untuk mendorong kemajuan desa dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ke depan, kami berharap koordinasi dan pendampingan lintas sektor semakin diperkuat dengan melibatkan perangkat daerah terkait di tingkat kabupaten maupun kota sehingga pelaksanaannya berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari masyarakat. Jamiludin, salah seorang pengelola budidaya ikan nila BUMDes Desa Masbagik Utara Baru, mengaku optimistis bantuan yang diberikan akan memperkuat usaha masyarakat yang selama ini telah berjalan.

“Dengan adanya program ini, kelompok petani ikan yang dibina desa akan semakin berkembang. Kami optimistis mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, usaha kuliner masyarakat, serta mendukung kebutuhan bahan pangan bagi Dapur MBG yang ada di wilayah kami,” ujarnya.

Antusiasme para kepala desa dan masyarakat menunjukkan bahwa Program Desa Berdaya Tematik tidak sekadar menghadirkan bantuan keuangan, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bahwa desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Gelar Rapat di Kantor Gubernur, Iqbal: Mendekatkan Antara Eksekutif dan Legislatif

Melalui penguatan sektor ketahanan pangan, pariwisata, lingkungan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa tumbuhnya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat, menguatnya ketahanan pangan daerah, serta berkontribusi terhadap upaya penurunan angka kemiskinan di NTB.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB yang akrab disapa Aka, menegaskan bahwa Program Desa Berdaya bukan sekedar bantuan keuangan, melainkan investasi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, memperkuat sektor-sektor produktif desa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Yang terpenting adalah program ini dikelola dengan baik, jujur, transparan, dan melibatkan masyarakat. Ketika desa bergerak, ekonomi rakyat tumbuh. Ketika ekonomi desa tumbuh, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Inilah semangat Desa Berdaya yang diharapkan menjadi penggerak terwujudnya NTB Makmur Mendunia,” tegasnya.

Aka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa dan masyarakat yang telah menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan program tersebut. Pemerintah Provinsi NTB, katanya, akan terus melakukan pendampingan, evaluasi, dan penguatan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat serta mampu menjadi model pembangunan desa yang berkelanjutan.

Para kepala desa penerima program menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kepada desa. Mereka berharap Program Desa Berdaya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat serta dinamika pembangunan daerah.

Dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan tata kelola yang baik, Program Desa Berdaya diharapkan menjadi fondasi lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Dari desa yang kuat akan lahir ekonomi rakyat yang tangguh, sehingga cita-cita mewujudkan NTB Makmur Mendunia dapat tumbuh dan berakar dari desa-desa yang berdaya. (*)

Berita Terkait

Pembukaan Pelatihan Magang ke Jepang 2026, Gubernur Iqbal Tekankan Etos Kerja Tinggi
20 Warga Masbagik Terima Bantuan Ayam Petelur, Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Desa
IFW 2026, Wagub NTB Tampil Memukau dengan Busana Tenun Daerah
Gubernur Iqbal Sambut Baik KNMP, Nelayan Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak
Ombudsman dan RSUD Praya Bersinergi, Wujudkan Pelayanan Publik yang Semakin Berkualita
Dari Keuangan ke Kelestarian, Bank NTB Syariah Hijaukan Pesisir Lombok Timur
Tak Sekadar Beri Kacamata, Bank Jatim dan Bank NTB Syariah Buka Jendela Masa Depan Pelajar
Anggaran Rp 700 Juta, TRC Infrastruktur NTB Perbaiki Ruas Jalan Kuripan-Kediri

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:02

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02

SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:02

BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:02

Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:02

Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif, SUCOFINDO Banjarmasin Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:02

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

Berita Terbaru

Teknologi

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:02