Guncang Pasar Global, Dampak Dukungan Trump Terhadap Tarif Ekstrim Amerika Serikat - Koran Mandalika

Guncang Pasar Global, Dampak Dukungan Trump Terhadap Tarif Ekstrim Amerika Serikat

Rabu, 26 November 2025 - 06:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 November 2025 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyatakan dukungannya terhadap sebuah Rancangan Undang-Undang yang berpotensi memberikan kewenangan kepada AS untuk menerapkan tarif hingga 500% pada impor dari negara-negara yang masih membeli energi Rusia, meskipun RUU tersebut saat ini masih dalam tahap usulan dan belum resmi menjadi undang-undang.

Usulan kebijakan ini secara khusus menyoroti komoditas utama seperti minyak bumi, gas alam, produk olahan minyak, dan uranium sebagai barang yang tercakup, dengan menunjuk India dan Tiongkok sebagai pembeli utama yang akan terkena dampak.

Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memberikan tekanan finansial yang sangat besar kepada Moskwa. Namun, para ahli hukum perdagangan internasional telah memberikan peringatan bahwa penerapan bea masuk sebesar 500% akan segera memicu perdebatan serius mengenai aturan perdagangan global dan sangat dapat menimbulkan pembalasan dari negara-negara yang dikenakan tarif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak dari berita ini telah terasa dengan cepat di pasar keuangan global, terutama pada aset kripto. Para investor aset kripto segera melakukan aksi jual besar-besaran dalam beberapa jam pertama setelah berita tersebut muncul, yang mendorong lonjakan volatilitas di seluruh token utama. Laporan mencatat bahwa hampir $620 juta posisi aset kripto dilikuidasi dalam waktu 24 jam, memaksa lebih dari 152.000 pedagang tereliminasi, dengan kerugian terbesar berasal dari satu pesanan Bitcoin senilai $30 juta di bursa Hyperliquid.

Baca Juga :  Phase II of 'Breaking the Plastic Habit in Asia' to Expand Use of Behavioural Insights

Pergerakan tajam tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga pada sejumlah altcoin besar seperti XRP, Solana, dan Cardano yang mengalami ayunan harga dramatis, sementara Ethereum tergelincir hingga $3.000. Secara keseluruhan, Bitcoin sendiri mencatat penurunan sebesar 9% dalam 7 hari terakhir .

Lebih lanjut, jika tarif tersebut diberlakukan, gangguan pada aliran energi akan menjadi tak terhindarkan. Situasi ini berpotensi besar mendorong kenaikan harga minyak mentah dan gas, di mana peningkatan biaya energi secara historis selalu berujung pada lonjakan inflasi.

Bank sentral di seluruh dunia mungkin akan merespons dengan mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sebuah langkah yang dapat merugikan untuk aset kripto. Namun demikian, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa ketika rezim harga baru mulai terbentuk, masyarakat terkadang mencari alternatif selain uang tunai dan simpanan bank. Dinamika inilah yang menjadi alasan mengapa pasar aset kripto memantau usulan kebijakan ini dengan begitu cermat.

Bertepatan dengan momentum ini, Bittime, platform crypto exchange akan menghadirkan kampanye Begin Investing Today for New Coins. Menargetkan trader aktif dengan risiko investasi lebih tinggi, di mana setiap pengguna berkesempatan untuk memperdagangkan aset-aset baru berpotensi di Bittime, dan nantinya akan mendapatkan insentif berdasarkan total volume trading tertinggi.

Bagi para investor di Indonesia, pergerakan pasar aset kripto ini memiliki dampak signifikan yang perlu dicermati. Sifat pasar yang selalu aktif menuntut para investor untuk memiliki manajemen risiko, disiplin waktu, dan perluasan literasi seputar aset kripto.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Ikuti Training IMO Level 2 Bersama Port Academy

Bersama dengan hal ini, Bittime melalui platformnya yang inovatif dan berorientasi pada pengguna, berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem aset kripto di Indonesia sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi secara cerdas.

Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Tentang Bittime Indonesia

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.
Pres release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Terus Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat melalui Seminar RS Sri Pamela Torgamba
Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin
KAI Perkuat Keselamatan Operasional melalui Pemeriksaan Kesehatan Pekerja
MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant
Satu Aplikasi untuk Semua Kebutuhan, BRImo Permudah Transaksi Nasabah
Membangun Hubungan Jangka Panjang Melalui Program Loyalitas di Industri Keuangan
Holding Perkebunan Nusantara Akselerasi Transformasi, PTPN I Fokus Digitalisasi dan Hilirisasi
Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:05

Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Minggu, 12 April 2026 - 11:00

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Beri Dukungan kepada Sekda Baru

Sabtu, 11 April 2026 - 10:49

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Kamis, 9 April 2026 - 11:45

Musrenbang RKPD 2027 Lombok Tengah Soroti Pengangguran di Tengah Perbaikan Indikator Makro

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Berita Terbaru